Aku

Penerjemahan BlankOn Authentication

Resources: django.po

Pelatihan Migrasi Open Source di Dinkes Lamongan

Pada tanggal 28 dan 29 Oktober 2011  Komunitas Open Source dan Linux Lamongan  dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan mengadakan pelatihan migrasi ke Open Source. Sistem Operasi yang dipilih setelah disepakati adalah BlankonLinux. Ada beberapa hal yang menyebabkan Dinkes Lamongan dan KOSLA memilih BlankOn Linux. Ubuntu memang bagus, tapi karena terlalu cepat update rilis baru (tiap 6 bulan sekali) menyebabkan Sistem Operasi yang diinstall terasa jadul. ...

Menjadi Pengembang BlankOn

Apa itu Pengembang BlankOn?

Pengembang BlankOn adalah manusia-manusia yang aktif berkontribusi dan ingin membangun negeri dengan cara yang berbeda serta keahliah yang berbeda. Mereka terkumpul dalam sebuah kelompok yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut menertibkan dunia. Kelompok ini menghasilkan orang-orang yang cerdas, canggih, mandiri serta berbudi pekerti yang luhur. Selain itu menghasilkan efek samping berupa distribusi sistem operasi berbasis Linux dengan cita rasa nusantara. Kegiatan atau proyek tersebut bernama BlankOn.

BlankOn sendiri bisa diterjemahkan topi belangkon, namun kecenderungannya adalah Blank dan On. Di mana artinya dari keadaan ‘mati’ ke ‘nyala/hidup’. Dengan bahasa yang universal “from zero to hero”.

Proyek BlankOn sendiri dimulai sejak Februari 2005.

Kenapa Saya Bergabung dengan BlankOn?

Saat itu, kehidupan saya tidak seperti sekarang. Kondisi masih terlalu awam dan labil. Yang terpikir hanya saya harus belajar hal-hal yang teman-teman saya belum bisa. Seiring waktu, saya mendapatkan banyak pengetahuan dari teman-teman yang lebih senior lainnya.

Saya mengidolakan beberapa teman-teman yang sudah terlebih dahulu berada di Proyek BlankOn. Mereka keren dan baik dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam hal-hal teknis. Namun umumnya, saya ingin seperti mereka. Contoh sederhana, saya ingin seperti pak Mdamt ataupun pak Fajran yang saat itu punya ‘mainan’ banyak. Bapak berdua itu juga tidak pelit dalam hal berbagi ilmu ataupun mainan.

Saya juga bermimpi bisa membawa para Pengembang BlankOn ke tingkat yang lebih tinggi sehingga yang tidak pinter seperti saya, bisa ikut maju dan menjadi orang yang bermanfaat bagi sekelilingnya.

Obsesi tersebut beraneka macam jalannya, salah seorang mantan atasan saya pernah bilang “pengguna linux itu nantinya harus keren, laptop pakai Mac, ndak pakai sandal jepit bulukan, dan kalo perlu punya Ducati”. Ujaran tersebut begitu mengena dan berusaha saya terapkan. Kesemuanya sudah terpenuhi kecuali yang terakhir (tapi punya yang kelas bawah). Hahaha.

Manfaat

Bagi saya, saya sudah menganggap BlankOn ini sebagai keluarga. Bisa juga ini menjadi sekte sendiri. Saya tidak gampang berteman dengan orang, namun dari BlankOn ini saya jadi memiliki banyak teman baik. Banyak teman banyak rezeki.

Selain itu, saya jadi dikenal banyak orang karena aktif sebagai Pengembang BlankOn, efek sampingnya, gampang mencari pekerjaan (dalam beberapa waktu, malah sering kelimpahan banyak pekerjaan).

Di dunia komunitas, rekan-rekan yang lebih berpengalaman mendorong saya dan yang lainnya untuk aktif ke proyek hulu (upstream). Menjadikan saya dan yang lainnya bisa ikut kontribusi dalam tingkatan dunia. Ketemu para pengembang dari berbagai negara, juga bisa berkunjung ke berbagai negara.

Saya tidak akan bisa menjadi seperti sekarang ini tanpa ada teman-teman Pengembang BlankOn.

Ah itu dulu dah yang terpikir setelah semalem mengumumkan pensiun menjadi Pengembang BlankOn. Kalau ada yang ditanyakan, bisa komentar di bawah.

🙂


Cara Menambahkan Repository Debian ke BlankOn X Tambora

Belum lama ini Proyek BlankOn merillis Distro BlankOn terbarunya, yaitu BlankOn X Tambora. Kemudian beberapa teman pengguna baru bertanya, apakah di BlankOn bisa menambahkan PPA seperti di Ubuntu?
Pertanyaan ini biasanya muncul karena pengguna tersebut ingin memasang aplikasi terbaru yang belum tersedia di Lumbung Paket (repository) resmi BlankOn, misalnya ingin memasang Inkscape 0.92.

Jawabannya adalah, di BlankOn tidak bisa menambahkan PPA seperti di Ubuntu, karena BlankOn bukan turunan Ubuntu, kalau kata pak Manajer Rillis sih beda Mazab.

Lalu bagaimana caranya agar pengguna dapat menggunakan aplikasi terbaru?
Cara yang saya tempuh adalah dengan menambahkan Repository Debian unstable (testing).
Dengan menggunakan cara ini selain dapat memasang aplikasi terbaru, kita juga dapat memang aplikasi tertentu yang tidak tersedia di lumbung paket resmi BlankOn, atau aplikasi di Repository BlankOn sedang rusak dan belum ada yang memperbaiki, misalnya yang seperti saya alami tadi pagi ketika ingin memasang Krita


Berikut ini penjelasan singkat cara menambahkan repository Debian ke BlankOn Tambora, dalam contoh saya menambahkannya lewat terminal dengan mode Gedit, karena cara ini lebih mudah untuk dipahami dan diikuti oleh pemula, untuk pengguna tingakt lanjut dapat menggunakan mode vim atau nano, hasilnya sama saja kok.
Buka Terminal dengan cara klik Menu Utama BlankOn => Perkakas Sistem => Terminal, Setelah terminal terbuka, ketik sudo gedit /etc/apt/sources.list untuk membuka daftar list repository dengan gedit.
Ketik sandi  (password) Adminstrator komputer yang Anda buat ketika memasang BlankOn, ketika Anda mengetik sandi tidak akan muncul, lanjut saja, kemudian tekan tombol Enter.
Maka setelah Anda menekan tombol Enter, segera tampil list repository lewat gedit seperti di bawah ini
Langkah selanjutnya adalah menambahkan repository milik Debian unstable dan testing ke source.list seperti di bawah ini
# Testing repository - main, contrib and non-free branches
deb http://http.us.debian.org/debian testing main non-free contrib
deb-src http://http.us.debian.org/debian testing main non-free contrib


# Testing security updates repository
deb http://security.debian.org/ testing/updates main contrib non-free
deb-src http://security.debian.org/ testing/updates main contrib non-free


# Unstable repo main, contrib and non-free branches, no security updates here
deb http://http.us.debian.org/debian unstable main non-free contrib
deb-src http://http.us.debian.org/debian unstable main non-free contrib
Maka daftar source.list pada repository menjadi seperti gambar di bawah ini

Jika source.list Debian sudah selesai ditambah, simpan perubahan tersebut dengan klik tombol Simpan, kemudian tutup gedit

Langakh selanjutnya adalah melakukan pembaruan (update) repository, salah satu caranya adalah dengan mengetik perintah sudo apt-get update melalui terminal.

Tunggu proses pembaruan repository hingga selesai

Setelah proses pembaruan (update) repository selesai, tutup terminal. Sampai langkah iini proses penambahan Repository Debian sudah selesai, Anda dapat langsung memasang aplikasi tertentu melalui terminal dengan perintah apt-get instal nama_aplikasi

Bagi pengguna mahir, pemasangan aplikasi lewat terminal sebenarnya  tidak sulit, namun untuk pemula tentunya tidaklah mudah.
Untuk mempermudah pemasangan suatu aplikasi (terutama pemula) dapat menggunakan Synaptic Paket Manager, caranya klik Menu Utama BlankOn => Administrasi => Synaptic.
Ketik nama aplikasi pada kotak pencarian cepat. Aplikasi ini menampilkan daftar paket perangkat lunak secara detail. Selain itu, Anda juga bisa menambah dan menghapus aplikasi, Anda juga bisa melakukan hal yang sama untuk pustaka sistem yang tersedia.

Untuk menandai paket perangkat lunak yang ingin dipasang, klik kanan pada aplikasi yang akan dipasang lalu pilih menu Tandai untuk Pemasangan.

Tunggu proses pemasangan hingga selesai, lamanya proses pemasangan tergantung seberapa besar aplikasi yang dipasang dan kecepatan internet yang Anda gunakan.
Setelah proses pemasangan selesai, tutup Synaptic Paket Manager dan semua aplikasi yang masih berjalan, logut dari destop dan login kembali untuk dapat menggunakan aplikasi yang telah berhasil dipasang.



Demikian tutorial singkat Cara Menambahkan Repository Debian ke BlankOn X Tambora yang dapat penulis sampaikan pada post singkat ini, sampai jumpa pada tulisan lainnya.

Manokwari Shell (Tidak Resmi)

Manokwari adalah desktop bawaan BlankOn,, berikut adalah tampilan standar dari manokwari

manokwari-asli

Manokwari Versi Standar bawaan BlankOn

karena ada versi yang batal dirilis, tidak ada salahnya saya menggunakan Manokwari Versi abal2 ini, dan inilah penampakannya.

kalender

Manokwari Tidak Resmi dengan tampilan kalender dan pengaturan cahaya

kanan

Panel Kanan On Top Aplikasi

Ow ya, jika pengen coba bisa di Unduh diisini, dan maaf hanya tersedia arch amd64.

Cara pasang:

0. Unduh

1, sudo dpkg -i manokwari_1.0.13-0blankon1%2bamira1_amd64.deb

2. pkill manokwari dan berubah,


Chip Pico8 Riviu

Akhir bulan lalu datang barang pesanan saya yang sejak 4 bulan lalu saya pesan yang sempat mengalami kesalahan teknis. Pesanan tersebut berupa 2 mesin yang masing-masing seharga 9 dolar, mesin termurah yang pernah saya beli. Berikut penampakan barangnya.

Chip Pico8 9 Dolar

Berikut tuangan layar dari salah satu mesin yang telah beroperasi.

Chip Pico9 with MariaDB

Desain dan Bentuk Perangkat

Perangkat ini adalah perangkat kedua terkecil yang saya punya setelah Arduino Nano. Bentuk kompak dan mungilnya cukup menarik hati saya sejak awal selain harganya.

Selain itu mesin ini di desain sebagai sebuah kumputer siap pakai. Tidak perlu perangkat tambahan lain untuk melakukan komputasi selain catu daya.

Setup

Cara konfigurasi mesin ini lebih mudah dari mesin yang telah saya punya sebelumnya, RaspberryPi dan BananaPi, karena tidak memerlukan adanya tambahan perangkat. Dan dengan dukungan headless-mode saya tidak memerlukan perangkat aneh-aneh untuk membuatnya berfungsi, cukup dengan minicom /dev/ttyACM?, dimana ? merupakan nomor yang muncul ketika terdeteksi oleh mesin.

Untuk pengguna Windows bisa menggunakan cara dari Dexter Industries.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan perangkat ini sudah saya sebutkan diatas, yaitu: bentuk kompak, harga murah, siap pakai dan kemudahan setup. Sedangkan kekurangannya adalah prosesor tunggal, dan media penyimpanan yang minim.

Tapi apa yang bisa dituntut dari komputer seharga 9 dolar?

Mari mengoprek. Biar komputernya kerja.

Belajar R part 1.

Suatu hari terjadi percakapan kecil antara saya dan teman saya. Hingga pada suatu waktu dia bertanya, begini kira kira percakapannya (nama orang dan jenis OS tersamarkan)

X : ka, coba ajarin gimana sih cara pakai R?

Saya : gini, lu coba install dulu R nya udah belum?

X : Ok … (Menunggu waktu instalasi …) Sip, udah. Abis itu gimana?

Saya : lu buka terminal tuh, trus lu ketik “R” gitu tanpa tanda kutip .

X: nah, udah nih, trus gimana lagi?

Saya: kalo udah lu ketik quit(). Gampang kan.

X: 😥


Filed under: Uncategorized

Python: Integrated Development Environments

Mengingat dalam beberapa bulan ke depan akan mengeksplorasi Python lebih dalam di proyek yang satu ini, saya menulis ini sebagai catatan. Sebenarnya hanyalah sebuah tautan ke wiki pengembang python yang berisi daftar IDE beserta reviu-nya bila ada.

Saya masih akan membaca-baca daftar ini sampai dengan minggu depan karena harus mengejar sesuatu hal yang lain.

Ada saran?

Unduh BlankOn dengan zsync-curl

Sering ngadat dengan perkara zsync, ada aplikasi sejenis dan penggunaannya sama juga, dan langgsung saja.

Pasang zsync-curl, ow ya ini hanya terdapat pada BlankOn Tambora, BlankOn sebelumnya belum ada:

$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install zsync-curl

Cara menggunakannya:

$ zsync_curl alamat_tautan_zsync

Misal :

$ zsync_curl http://cdimage.blankonlinux.or.id/blankon/livedvd-harian/20161025/tambora-desktop-amd64.iso.zsync

Demikian.


Ekstrakurikuler Desain Grafis #5

Tanggal 19 Oktober 2016 adalah pertemuan ke-lima kegiatan Ekstrakurikuler Desain Grafis dengan Inkscape tahun pelajaran2016/2017. Kegiatan  ini rutin dilakukan setiap hari rabu, dan tahun ini merupakan tahun yang kedua. Menurut Agenda yang telah kami buat, rencananya Ekstrakurikuler Desain Grafis selain menggunakan Inkscape juga akan menggunakan GIMP. Krita, Synfig Studio, Blender, dll.

Pada pertemuan kali ini materi utamanya adalah membuat Kalender tahun 2017, untuk mempermudah proses pembuatan kalender dalam hal ini menggunakan Extension => Render => Calendar.

Beberapa materi yang penulis ajarkan dalam mempermudah proses menggambar kalender antara lain:
  • Penggunaan Layer untuk mempermudah proses management object.
  • Align and Distribute untuk mempermudah pengaturan object
  • Group dan Ungroup untuk mempermudah proses Editing
  • Penggunaan kombinasi tombol Ctrl+klik kiri mouse untuk menyeleksi object dalam Group
Bagi Anda yang tertarik dengan materi tersebut silakan unduh Modul Eskul tanggal 19 Oktober 2016, Anda diperbolehkan untuk menyebarkan modul tersebut kepada siapapun tanpa harus meminta ijin terlebih dulu ke penulis.

Pada akhir jam pelajaran, penulis juga mulai sedikit mengenalkan aplikasi manipulasi foto (pengolah bitmap) dalam hal ini sedkit mengajarkan cara menyempurnakan gambar yang dibuat dengan Inkscape menggunakan GIMP.


Dalam materi tambahan ini, penulis juga menjelaskan bahwa konsep Layer di GIMP secara garis besar sama dengan di Inkscape. Selain itu, penulis juga menjelaskan bahwa di Inkscape juga tersedia fitur untuk menyimpan gambar yang telah dibuat dengan Inkscape menjadi format GIMP yaitu format XCF, sayangnya beberapa siswa yang masih menggunakan GIMP pada sistem operasi Microsoft Windows fitur ini tidak tersedia.
-
Demikian dokumentasi singkat kegiatan Ekstrakurikuler di SMP N 1 Semarang tanggal 19 Oktober 2016, semoga beberapa lembaga pendidikan lain ada yang tergugah untuk melakukan kegiatan yang serupa sehingga dapat mengurangi tingkat penggunaan aplikasi ilegal di Indonesia.

Terima kasih pak dukun

Setelah sekitar 3 minggu akhirnya hammerhead saya bawa ke ‘dukun’ untuk diganti tombol powernya yang sempet bikin gw pusing.

Awalnya tidak telalu mengganggu dia cuma suka tiba-tiba masuk ke mode kamera , akhirnya dia tidak bisa masuk kedalam sistem karena  bootloop .

Tadi pagi saya sampaikan keluhan ke ‘dukun’ dan saya berikan mahar sejumlah uang supaya hammerhead bisa kembali menemani genggaman saya, dan akhirnya sore ini saya sudah bisa bukan hanya menggenggam melainkan memainkan jempol saya di hammerhead.

Sekian.


Filed under: Uncategorized

Mi Notebook Air 12.5″ with openSUSE Tumbleweed

Well … I bought new machine for fun. Xiaomi Mi Notebook Air 12.5″ (http://xiaomi-mi.com/notebooks/xiaomi-mi-notebook-air-125-silver/). It was good machine. Good price, comparing to Apple Macbook 12. 🙂

I killed Microsoft Windows Chinese version that already on it. Replace it with BlankOn Linux for a while. My plan exactly put openSUSE Tumbleweed.

First installation was not good enough. My pointer not working. So I use keyboard for it. Another issue is when USB installer plugged before computer on, installation will not going well (my experience, the system install on USB it self).

After installation finish, everything going well and good.

openSUSE Tumbelweed on Mi Notebook Air 12.5"

openSUSE Tumbelweed on Mi Notebook Air 12.5″


BlankOn Tambora di Mi Notebook Air 12.5″

Saya iseng mencoba (baca: membeli) Xiaomi Mi Notebook Air 12.5″ (http://xiaomi-mi.com/notebooks/xiaomi-mi-notebook-air-125-silver/). Barang datang, dinyalakan, dan langsung babat pasang BlankOn Tambora (http://cdimage.blankonlinux.or.id/blankon/livedvd-harian/current/).

Impresi awal, laptop ini cukup keren dan bagus, kualitas bikinannya juga rapi serta dengan harga yang tidak terlalu mahal.

Instalasi BlankOn cukup berjalan mulus, semua perangkat dikenali dengan baik. Tidak ada kendala yang berarti. Just Work.

BlankOn Tambora di Mi Notebook Air 12.5"

BlankOn Tambora di Mi Notebook Air 12.5″

Batrenya juga tahan lama. Sementara pemakaian hanya seputar browsing, muter youtube dan nonton filem. 🙂


BlankOn at OpenSUSE Asia SUMMIT 2016

Friday, September 30, 2016, I traveled from station Surabaya Gubeng to Jogjakarta Tugu Station, departing at 17:00 pm until 21:30 pm up at the monument station Yogyakarta.
This trip is full of worries, I leave the children at home who are ill.
But I vigorously in attending the Asian OpenSUSE SUMMIT 2016 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

I attended the Summit Asia 2016 OpenSUSE as a speaker “BlankOn Development Package at OpenSUSE”.

1-foto_barengbocoran

OS endlessm yang mempesona

endlessm adalah distro keren dalam pandangan,  desktop sheelnya sepertinya saya kenal yang pernah dibuat oleh PS saya AZIS W Katamsi, meskipun ndak sama persis tapi mirip lah, dan saya rasa PS bisa membuat shell seperti itu. ok silahkan unduh disini

Setelah unduh konvert ke Vbox Image

 

VBoxManage convertfromraw NAMA-IMAGE Endless.vdi --format VDI --variant Standard
VBoxManage modifymedium Endless.vdi --resize 30720

Oke setelah itu jalankan VirtualBox, jangan sampai salah dengan Virtual Account Bank.

e1Penampakan pertama, kita ditawari semacam formulir pengisian awal, untuk setting pertama kali, karea distro ini tidak menawarkan penginstall.

 

Dan setlah kita selesei mengisi biodata dan seterunya, ada penampakan Tour untuk yang pertama kali memakai.

e7Pokoknya keren deh ini Tournya.Sepertinya  kita disuguhkan sebuah film.

 


Ekstrakurikuler Desain Grafis #4

Tanggal 12 Oktober 2016 pertemuan keempat kegiatan Ekstrakurikuler Desain Grafis dengan Inkscape di SMP N 1 Semarang tahun pelajaran 2016/2017 berhasil dilaksanan tanpa ada halangan yang berarti. Kegiatan kali ini diikuti oleh 9 (sembilan) peserta, terdiri dari murid kelas VII dan VIII ( 8 peserta putri dan 1 peserta putra).


Materi utama pertemuan kali ini adalah Membuat Gambar Halftone dengan Inkscape, materi tersebut merupakan praktek dan penerapan halaman 106 s/d 112 dari buku Desain Grafis dengan Inkscape.

Bagi Anda yang tertarik dengan materi tersebut silakan unduh Modul Eskul tanggal 12 Oktober 2016, Anda diperbolehkan untuk menyebarkan modul tersebut kepada siapapun tanpa harus meminta ijin terlebih dulu ke penulis.

Setelah materi Membuat Gambar Halftone selesai, dilanjut materi lain yaitu cara memotong gambar vektor dan bitmap di Inkscape dengan menggunaka fitur Clip => Set.


Selain materi di atas, penulis juga megenalkan dan mengajarkan beberapa Extension di Inkscape, diantaranya; Arangge, Extrude, dan Interpolate.


Demikian dokumentasi singkat kegiatan Ekstrakurikuler di SMP N 1 Semarang tanggal  12 Oktober 2016, kegiatan ini rutin dilakukan seminggu sekali dalam rangka menuju penggunaan aplikasi Legal khususnya aplikasi Open Source dalam dunia pendidikan, semoga beberapa lembaga pendidikan lain ada yang  mau mengikutinya.

HAftian Blankon

Sesaat saya membaca saya bermimpi bahwa Haji Aftian, padahal saya belom Haji, akhirnya saya melayang jauh ke H Peter Anvin, atau HM Sampoerna, dan ternyata ini adalah Aplikasi Pembuat Usb Booting UEFI BlankOn, yang dibuat oleh Pak MDAMT saya menulis ini karena banyak pertanyaan yang dilontarkan teman-teman di Telegram BlankOn.

Bagaimana cara membuat USb Booting UEFI BlankOn?

git clone https://github.com/mdamt/haftian.git

# sudo parted /dev/your/usb/device

(parted) mktable gpt
(parted) mkpart efi fat32 1 -1
(parted) toggle 1 boot
(parted) p 
Model: SanDisk Ultra (scsi)
Disk /dev/sdb: 8004MB
Sector size (logical/physical): 512B/512B
Partition Table: gpt
Disk Flags: 

Number  Start   End     Size    File system  Name  Flags
 1      1049kB  8004MB  8003MB  fat32        efi   boot, esp
(parted) quit
# sudo mkfs.vfat -F32 /dev/your/usbdevice1    # <---- Don't forget to put partition number, if your usb disk is in /dev/sdb then this should be mkfs.vfat -F32 /dev/sdb1
# sudo mount /dev/your/usbdevice1 /mnt


cd /where/you/put/haftian/
sudo ./haftian /where/is/your.iso.file /where/you/mount/your/usb.disk

Tengs pak mdamt, saya berutang banyak ke Bapak.

OpenSUSE Asia Summit 2016

Well, OpenSUSE ASia Summit 2016 is biggest opensource event in Indonesia this year. Last year was GNOME Asia Summit 2015.
This year I promised to Edwin that I will help to find sponsorship. It’s because when GNOME Asia, he also help me. So vice versa.
I travel along with my team mates and GLIB (GNU/Linux Bogor) Community. Most of us are speakers in this event.

DSC03615

I know lot of GNOME Developers or GNOME Foundation Members. But this time, I know more about openSUSE/SUSE Developers and Community Members. I treat some of them Sate Klatak. 😀
I have session at secon day. But at first day, accidently I helping local committee to answer few questions  from audience.
Actually I’m little bit famous in FOSS Community in this country. Hahaha. It’s just because I’m Release Manager of BlankOn Linux since few years ago and I also GNOME Foundation Member. Then in openSUSE, I become Coordinator of Indonesia Translation Team.

DSC03519

You can see how crowd my session from picture below:

Crowd

We also has one day tour. You can see all pictures from flickr: https://www.flickr.com/groups/opensuse-asia-summit-2016/

And about my slide, you can get it from: http://www.slideshare.net/princeofgiri/how-to-contribute-to-foss


Playlist Minggu malam

 


Filed under: playlist

Anomali perilaku Hammerhead

Akhirnya Hammerhead memasuki masa purna tugas, tombol powernya sejak beberapa bulan yang lalu mengalami anomali perilaku. inisiatifnya terlalu tinggi sering mengeksekusi perintah tanpa diperintah akhirnya belakangan dia selalu melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

kemarin saya bongkar dan tidak membuahkan hasil apa – apa kemungkinan akan dibawa ke ‘rumah sakit’ siapa tau masih bisa diselamatkan

😦


Filed under: random