Jangan Dipuji, Dibenci Saja

Banyak teman-teman saya yang suka memuji-muji secara berlebihan dan tidak mengambil hikmah dari mengapa dia akhirnya memuji demikian.

Salah tingkah saat dipuji itu sungguh tidak enak dan saya sama sekali tidak menyukainya, terlebih ditambah kesadaran bahwa saya belum ada apa-apanya dibanding beberapa orang yang saya kenal.

Jika saya mengenal dekat orang yang dalam hal-hal tertentu lebih cakap dari pada saya, mencapai lebih banyak prestasi dari pada saya, lebih maju dari saya, maka saya akan berusaha membencinya. Saya benci dikalahkan. Saya sukar ngalah. Maka saya jadikan dia rival, dalam artian yang positif. Paling banter saya hanya bilang, “Wogh, keren!”, tapi kemudian “Sialan!”.

Jika dia membahas sesuatu yang tidak saya mengerti dan membuat saya merasa bodoh, saya juga akan membencinya dan berusaha mencapai tingkat pengetahuan yang sama sehingga akhirnya saya mengerti apa yang dibahas itu.

Pada akhirnya, saya membenci terlalu banyak orang, dan hidup saya seperti jalan setapak yang panjang sekali dimana saya terus-menerus berlari seolah dikejar anjing.

Woosaaaaah!

 

Smaug at its best achievement of overheating

118 derajat celcius, woohoooooooooo!

Saya mengakui bahwa rata-rata produk komputer dari HP (bukan Compaq ya) cukup bandel. Tapi mengenai rancangan, itu hal yang berbeda. HP Pavilion dm3 milik saya adalah salah satu produk cacat dari HP yang diakui secara luas. Secara tampilan, komputer ini menarik sekali dan berasa pegang Macbook. Serba logam. Tapi tahu nggak sih? Fungsi case logam ini bukan supaya elegan, tapi inilah heatsink dari prosesor laptop ini.

Yoi. Saya nggak salah tulis. Heatsink yang nempel ke procesor itu diangin-angini sama kipas kecil yang tidak punya sumber udara. Jadi sama sekali tidak berguna. Di bawah case logam ini, ada banyak ruang udara kosong yang bagus sekali tempat bersemayam udara panas, yang kemudian menyalurkan panasnya ke case, atas dan bawah. Rasakanlah mengetik di atas bara 50 derajat celcius. Dipangku sama panasnya.

Kalau benar itu isu tentang memangku laptop menyebabkan mandul karena radiasi panasnya, berarti saya sudah tidak bisa diharapkan lagi. #eh

Jadi kemarin saya terpaksa melubangi bagian bawah case untuk ventilasi tambahan, membuat cacat produk cacat ini. Dan hasilnya hari ini adalah..

Yak, sama saja.

Halo, ada yang jual Macbook bekas?

Silicon Valley Season 1 : Github & Reverse Engineering

Kalau ada di Github, ngapain repot-repot reverse-engineering? Meski tidak menutup kemungkinan menyimpan binary atau private repo di Github, tetep aja kedengaran aneh. :P

Instalasi Apache2 Mysql Php5 Debian

snippet aja catatan pengingat kalo lupa

# apt-get install mysql-server mysql-client apache2 php5 libapache2-mod-php5 php5-mysql php5-curl php5-gd php5-idn php-pear php5-imagick php5-imap php5-mcrypt php5-memcache php5-mhash php5-ming php5-ps php5-pspell php5-recode php5-snmp php5-sqlite php5-tidy php5-xmlrpc php5-xsl php5-json phpmyadmin


Filed under: Uncategorized

apache2 reverse proxy

Panduan singkat sebagai pengingat untuk memanfaatkan apache2 sebagai reverse proxy.

tambahkan modul proxy, dan proxy_http

a2enmod proxy
a2enmod proxy_http

restart apache
apache2ctl restart

edit virtualhost (/etc/apache2/sites-available/default.conf)
<VirtualHost *:80>
ServerAdmin nobody@no.com
ServerName pdf.domain.com
DocumentRoot /var/www/pdf/controller
ErrorLog /var/log/apache2/pdf-error.log
CustomLog /var/log/apache2/pdf-access.log common
<Directory /var/www/pdf/controller>
Allow From All
</Directory>
ProxyRequests Off
ProxyPreserveHost On
# <Proxy *>
# Order deny,allow
# Allow from all
# </Proxy>
ProxyPass / http://10.0.1.91:80/pdf/controller/
ProxyPassReverse / http://10.0.1.91:80/pdf/controller/
</VirtualHost>

reload konfigurasi apache

#apache2ctl graceful


Filed under: How to

Instalasi Cacti

instalasi cacti dan snmp di monitoring server :
1. instalasi debian squeeze 64 bit pada proxmox
2. Instalasi snmpd snmp mysql-server apache2 libapache2-mod-php5 php5-mysql php5-cli php5-snmp

3. Konfigurasi /etc/default/snmpd pada bagian SNMPDOPTS= ditambahkan 127.0.0.1 menjadi :
SNMPDOPTS=’-Lsd -Lf /dev/null -u snmp -g snmp -I -smux -p /var/run/snmpd.pid 127.0.0.1′

4. Buat salinan Konfigurasi /etc/snmp/snmp.conf kemudian hapus isi /etc/snmp/snmpd.conf dan tambahkan grup monolog kedalamnya
5. Restart snmpd
6. Pengujian dengan snmpwalk
7. Instalasi cacti

Konfigurasi klien cacti :
1. Instalasi snmp dan snmpd
2. Buat salinan Konfigurasi /etc/snmp/snmp.conf kemudian hapus isi /etc/snmp/snmpd.conf dan tambahkan grup monolog kedalamnya
3. Restart snmpd
4. Pengujian dengan snmpwalk

Konfigurasi cacti :
1. Buka halaman cacti menggunakan web browser
2. Masukkan password untuk user admin
3. masuk ke halaman console pilih “new devices”
4. Tambahkan klien yang akan dipantau aktifitasnya ( misal: server Garuda, server Merak dll)
5. klik tombol “create” pada akhir halaman
6. Pilih “New graph” pada panel di sebelah kiri
7. Tambahkan perangkat yang akan dipantau aktifitasnya ( misal: eth0, Memmory, Processor dll)
8. klik tombol “create” pada akhir halaman
9. kemudian pantau penggunaan perangkat melalui grafik dengan memilih tab “graph”


Filed under: How to

Ini Mesinku Saat ini

mahabharatMesin baru mari kita lanjutkan menggiling.

 


Mengenal Transformation Object pada Inkscape dan Corel Draw

Beberapa hari yang lalu saya mengisi pelatihan desain grafis yang diselenggarakan oleh perusahaan konveksi (garment) di Solo, pelatihan diadakan oleh perusahaan tersebut dalam rangka masa transisi migrasi dari penggunaan OS dan Aplikasi Proprietary yang masih ILEGAL ke OS dan Aplikasi Open Source. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa sebagian besar pegawai suatu perusahaan hanya bisa

Menggunakan Sidik Jari Di Thinkpad pada BlankOn Tambora

Untuk mengaktifkan fingerpint pada thinkpad langkah2nya cukup muda

$ sudo apt install fingerprint-gui libbsapi policykit-1-fingerprint-gui

setelah itu jalankan lewat terminal atau buka lewat menu

dan haslinya

fingerprintgui

Selamat menikmati,

Catatan: Sementara hanya bisa di BlankOn tambora


Cara Install File *.sh di Linux

Untuk memasang suatu aplikasi di GNU/Linux terdapat berbagai cara, semua tergantung dari ekstensi aplikasi yang akan dipasang, salah satu cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan manajer paket yang telah disediakan oleh distro yang digunakan, cara ini seperti pemasangan suatu aplikasi pada smartphone Android melalui Play Store, kekurangan dengan menggunakan cara ini adalah saat

Updating Bridge’s Pickup with Dimarzio PAF Pro

According to my post on http://ahmadharis.wordpress.com/2014/01/16/build-your-own-custom-guitar/, today I’m upgrading my bridge’s pickup from G & B to Dimarzio PAF Pro. And also change my neck’s pickup cover from purple into yellow.

Here the sound : https://soundcloud.com/princeofgiri/dimarzio_paf_pro. It’s little bit wet. :D

 

 


FOSS goes to School, anyone?

Ini tulisan lawas (April 24, 2013) yang diminta saudara Ade Malsasa Akbar untuk di-repost di sini. Pertama kali diposting di group Facebook KPLI NTB. Sebentar lagi apa yang ditulis di sini akan direalisasikan. Semoga lancar. Siapa pun silakan menggunakan konsep ini untuk memperluas gerakan, baik itu KPLI maupun organisasi yang memiliki visi yang sama tentang perangkat lunak sumber terbuka. Selamat membaca!

Saya perhatikan, sudah lama kita tidak melakukan sesuatu ke masyarakat, sejak acara terakhir yang tercatat di blog Kaipang. Kita kan keren, kok kurang aksi. Setelah saya pikir-pikir, saya rasa kita perlu merubah strategi.

Selama ini, acara-acara yang kita bikin, konsepnya selalu sama, kaku, dan tidak tepat guna :
1. Pengenalan apa itu Linux
2. Mempromosikan kelebihan Linux
3. Instalasi bareng.
4. Pemanduan penggunaan beberapa aplikasi umum.
5. Tertib dan selesai, kecuali muncul beberapa masalah-masalah umum pasca instalasi, atau masalah khusus nan menjengkelkan, seperti salah format dan minta tolong data dikembalikan.

Dengan susunan seperti itu, kita pukul rata, semua audien mesti memasang GNU/Linux, padahal mereka baru mengenal beberapa jam saja, dan belum paham benar dan menjiwai, apa itu lisensi, sudut pandang mengenai hak cipta, dan hal-hal mendasar seperti itu. Padahal, pemahaman dasar seperti inilah yang sebenarnya bisa menjadi pegangan kuat. Intinya kita memaksa. Kita bilang sekarang sesi instalasi, audien tidak punya pilihan lain. Tahu sendiri lah…
Kekurangan konsep acara ini, semua peserta mesti punya/bawa laptop. Lupakan PC, siapa juga yang mau repot-repot untuk itu.

Hasilnya (perkiraan saya, pengamatan saya) besok-besok para audien akhirnya hanya berputar-putar di lingkaran : coba-coba, mulai suka, menemui masalah, balik ke windows/belum bisa meninggalkan windows. Terutama, saya sakit hati ketika eks peserta akhirnya bertanya, “Bagaimana cara kita hapus Linux ini?”.
Bahkan di antara kita sendiri, hanya sedikit yang konsisten, setahu saya (mohon ralat kalau salah), hanya pak Ajoeh (juga dengan Windows orinya), Mamik Ishak, dan Rifki temannya si Cepul.

Nah, strategi alternatif yang pertama kali melintas di pikiran saya adalah, menyasar ke sekolah (SMA bukan STM/SMK), tapi dengan konsep acara yang berbeda. Kita dari dulu ngomongin ini tapi gag jadi-jadi. Kemarin pas kopdar sama bang Chi Mot juga sempat dibahas, tapi saya gag terlalu dengar, sibuk sama N900. Intinya, dari dulu kita cuma ngomong doang, no eksien.

Konsep acara berbeda yang saya maksud adalah, “meng-kudeta” jam pelajaran bapak/ibu guru TIK. Saya ingat, di kurikulum SMA, ada 1 bab mengenai ‘Menghargai Hak Kekayaan Intelektual’. Kita bisa ambil bab itu, kita ambil posisi sebagai ‘dosen tamu’. Kita membantu guru TIK di sekolah terkait, dengan syarat, kita bisa menyampaikan materi dengan cara yang lebih baik dan menyenangkan. Kita cuma perlu koordinasi dengan pihak sekolah/guru TIK (saya punya 1 untuk dikontak sebagai percobaan pertama,SMAN 2 Mataram) : mengecek apakah kurikulum mengenai tema itu masih ada, memastikan waktu/tanggal jam pelajaraannya, bersurat resmi ke kepsek (baik setelah kongkalikong dengan guru TIK maupun belum), dan akhirnya kita dapatkan kesempatan bersama anak-anak muda itu.

Hanya 2 pelajaran, 1 jam pelajaran dihitung 45 menit. 90 menit penyampaian materi. 80 % awal waktu hanya untuk penyampaian mengenai hak kekayaan intelektual dan liseni. Gak perlu memojokkan Windows, hanya masalah lisensinya saja. Windows itu keren kok. 20 % waktu terakhir baru mengenalkan alternatif + acara kuis dengan doorprize.
Sekali lagi, fokus/tujuan utama geriliya adalah membuat audien paham bagaimana menghargai karya orang lain (HAKI, kita bisa beri perumpamaan mereka bikin musik keren, terus dibajak), bukan memperkenalkan Linux.

Kita kasih GNU/Linux di bagian akhir, GNU/Linux adalah solusi alternatif, dan memberi tahu mereka mengenai organisasi kita yang keren ini, bagaimana mengontak dan bergabung dengan kita. Dengan cara ini, kita tidak memaksa audien, tapi memberi mereka pilihan. Itu hak mereka.

Urusan mereka menggunakan GNU/Linux atau tidak, itu urusan belakang. Kalau memang ada yang tertarik, kita pasti dikontak. Pada akhirnya kita menyaring orang-orang yang (setidaknya) punya ketertarikan khusus, entah karena memang ingin menghargai lisensi atau memang berjiwa geek, bukan sekedar coba-coba easy come easy go.
Kita cuma perlu 3 hal :

1. Koordinasi dengan pihak sekolah (saya bisa usahakan ambil bagian ini)
2. Pembicara yang baik dan menyenangkan, dan terutama bisa mengatur waktu 90 menit. (Yang Mulia Ketupang perlu diblacklist)
3. Donasi doorprize untuk sesi kuis. (Monggo…)

Doorprize misalnya (usulan Cepul) : kaos tentang tema tulisannya mengarah ke perangkat lunak bebas/lisensi (kemarin cek di baliwae stok habis, mungkin kita bisa pesan atau bikin sendiri di berhandang. (Membagikan livecd GNU/Linux sebagai doorprize kelihatannya terlalu berbahaya, bisa jadi kalau tidak dipandu langsung, mereka bisa membabat habis data mereka sendiri hanya karena salah klik)

Maaf posting panjang-panjang. Bagaimana?

Cara Maketin Paket dari Berkas .Diff

Selamat pagi, lama saya tak menulis disini pasti kalian nungguin kan gaes. :D ceritanya tadi malem saya habis oprek dan coba maketin updates security dari debian wheezy dan mau kita update buat suroboyo, nah berhubung paket yang akan dipaketin berbentuk pacth/.diff maka akan ada penyesuaian. berikut adalah langkah-langkah pemaketan dari berkas .diff 1. unduh berkas […]

ORA-01078, ORA-29701 Error saat startup ASM – Solved

Ceritanya lagi belajar Oracle pake ASM, saat coba menaikkan ASM secara manual (karena tiba-tiba saat server dinyalakan ASM nya nggak naik otomatis) muncul galat seperti dibawah ini:

-bash-3.2$ . oraenv
ORACLE_SID = [orcl] ? +ASM
The Oracle base for ORACLE_HOME=/u01/app/oracle/product/11.2.0/grid is /u01/app/oracle

-bash-3.2$ asmcmd
Connected to an idle instance.
ASMCMD> startup
ORA-01078: failure in processing system parameters
ORA-29701: unable to connect to Cluster Synchronization Service
Connected to an idle instance.

Solusinya :

Keluar dari asmcmd, kemudian jalankan command di bawah ini (jangan lupa pastikan SID=+ASM)

-bash-3.2$ crsctl start resource ora.cssd
CRS-2672: Attempting to start 'ora.cssd' on 'dbserver'
CRS-2679: Attempting to clean 'ora.diskmon' on 'dbserver'
CRS-2681: Clean of 'ora.diskmon' on 'dbserver' succeeded
CRS-2672: Attempting to start 'ora.diskmon' on 'dbserver'
CRS-2676: Start of 'ora.diskmon' on 'dbserver' succeeded
CRS-2676: Start of 'ora.cssd' on 'dbserver' succeeded

kemudian coba start kembali ASM via “asmcmd”.

-bash-3.2$ asmcmd
Connected to an idle instance.
ASMCMD> startup
ASM instance started

Total System Global Area  284565504 bytes
Fixed Size                  1336036 bytes
Variable Size             258063644 bytes
ASM Cache                  25165824 bytes
ASM diskgroups mounted

ASMCMD> exit

Kemudian coba start database “orcl” nya.

-bash-3.2$ . oraenv
ORACLE_SID = [+ASM] ? orcl
The Oracle base for ORACLE_HOME=/u01/app/oracle/product/11.2.0/dbhome_1 is /u01/app/oracle

-bash-3.2$ sqlplus / as sysdba

SQL*Plus: Release 11.2.0.1.0 Production on Wed Sep 24 09:47:41 2014

Copyright (c) 1982, 2009, Oracle.  All rights reserved.

Connected to an idle instance.

SQL> startup
ORACLE instance started.

Total System Global Area  347340800 bytes
Fixed Size                  1336456 bytes
Variable Size             297798520 bytes
Database Buffers           41943040 bytes
Redo Buffers                6262784 bytes
Database mounted.
Database opened.

Selamat…

Review Inkscape 0.91 [Guides]

Beberapa hari setelah saya selesai menulis Buku Panduan Inkscape 0.48.4 yang segera terbit, pengembang Inkscape merillis Inkscape 0.48.5, pas saya mau nyoba versi tersebut, eh..... pengembang malah merillis lagi versi 0.91, ya sudah akhirnya saya tidak jadi mencoba yang versi 0.48.5, namun langsung mencoba yang versi 0.91Pre01. Berikut saya membuat beberapa Review fitur baru pada Inkscape

Antara Ponsel Pintar dan Seucap Aksi

Belakangan ini, saya mulai merasakan sebuah pola tertentu yang diterapkan kebanyakan orang Indonesia dalam menanggapi perilaku menyimpang yang mereka temui di tempat publik.

Contoh sederhananya : di dalam sebuah kereta api yang sedang melaju, seorang pria muda duduk di kursi khusus penyandang cacat, sementara di depannya berdiri penyandang cacat yang menggunakan alat bantu tongkat. Pria tersebut seakan tidak peduli dan pura-pura tidak tahu.

Atau

Di kereta api yang sama, seorang wanita muda sehat duduk di kursi khusus ibu hamil, sementara persis di depannya ada seorang ibu hamil yang setengah berharap wanita muda itu mau memberikan kursi penumpang khusus itu untuknya.

Alih-alih menegur langsung pelakunya, ada orang-orang yang lebih suka mengambil gambar dari kejadian tersebut dan menggunggahnya ke sosial media, membiarkan gambar tersebut tersebar dalam jaringan dan menunggu tanggapan/komentar dari seantero warga internet. Yeah, kebanyakan kita gemar mengomentari konten-konten seperti ini. Jika beruntung, nama pelaku diketahui dan dicatut, dan akhirnya berujung aksi bully massal. Tentu saja ini punya sisi positif yaitu menimbulkan efek jera terhadap pelaku.

Tapi aksi mengunggah gambar kejadian tersebut dan membully pelaku tidak membuat penyandang cacat atau ibu hamil tadi memperoleh haknya pada saat itu. Tidak pedulinya kita (dengan tidak mengingatkan/menegur langsung) adalah sama dengan tidak pedulinya pelaku dengan aturan yang ada. Menegur langsung adalah cara yang tepat.

Sayangnya, bukanlah budaya indonesia untuk mengambil sikap ini. Orang indonesia cinta damai, tidak suka cari ribut jika memang bisa dihindari. Saya sendiri mengakui kebiasaan ini dalam diri saya.

Memang sulit buat memulainya, dihinggapi rasa takut akan dampak yang mungkin terjadi (misal berdebat) atau mungkin yang lebih buruk, pelaku bersikap preman. Tapi coba pikir, salah satu kemungkinan yang terjadi adalah, penyandang cacat atau ibu hamil tersebut akhirnya memperoleh haknya.

Pada praktiknya, baru empat kali saya menegur orang lain di tempat publik mengenai perilaku menyimpang, salah satunya berujung debat (perihal larangan merokok di tempat umum). Tidak mudah memang.

Ada yang bilang, “ah songong banget negur-negur orang, diri sendiri belum tentu benar dan suci”. Tetapi sebenarnya, kebiasaan saling mengingatkan akan memantapkan prinsip-prinsip baik yang kita pegang bersama. Lagi pula, bisa jadi pelaku memang kurang peduli dengan orang dengan disabilitas, tetapi tidak/belum tahu bahwa kursi yang didudukinya itu adalah kursi khusus. Yah, siapa tahu?

Mulai sekarang, mari kita ambil sikap. Jika hal-hal seperti ini terjadi di depan anda, kantongi ponsel/perangkat bergerak anda dan lakukan aksi. :)

Biostar P4M890-M7 Support Linux

Artikel ini berisi uji-coba hardware yang kami lakukan apakah benar-benar sudah support terhadap GNU/Linux sehingga berhak masuk kedalam list blog rintisan Uji Hardware pada Linux. Uji Hardware Istana Media kali ini masih menggunakan motherboard yang terbilang barang lama yaitu Biostar P4M890-M7. Motherboard seri ini milik client kami yang digunakan pada salah satu komputer kasir minimarket.

Mengenal Koordinat Object pada Inkscape dan Corel Draw

Beberapa minggu lalu saya ngisi pelatihan desain grafis pada salah satu Pabrik Garment yang sedang masa transisi migrasi ke OS GNU/Linux di JaBoDeTaBek, tepatnya ngajari beberapa pegawai pabrik tersebut menggambar pola menggunakan Inkscape. Sudah bukan rahasia lagi jika para pegawai suatu perusahaan di Indonesia dalam urusan desain grafis terutama vektor kebanyakan hanya menguasai aplikasi

Kelas Pemaketan Blankon

Dua hari yang lalu saya ga ikutan kelas pemaketan blankonnya pak aftian, pas buka irc ternyata masih ada lognya, jadinya iseng – iseng belajar pemaketan blankon pagi – pagi buta, setelah disarikan kira – kira ada 9 langkah untuk memulai belajar pemaketan blankon berikut rangkumannya

Persiapan :

1. Install paket pendukung

kaka@kapuas:~/pemaketan$ sudo apt-get install devscripts cdbs build-essential fakeroot debhelper gnupg pbuilder dh-make dpkg-dev ubuntu-dev-tools git

2. unduh berkas latihan dari repositorinya pak aftian

kaka@kapuas:~/pemaketan$ git clone https://github.com/aftian/package-template.git

Proses :

3. masuk ke direktori package-template/ edit berkas vim debian/control menjadi seperti debian/contol ubah seperti ini http://tempel.blankon.in/512406

kaka@kapuas:~/pemaketan$ cd package-template/

kaka@kapuas:~/pemaketan/package-template$ vim debian/control

kaka@kapuas:~/pemaketan/package-template$

dalam praktek saya latihan-blankon saya ganti dengan latihan-pemaketan

4. Buat 1 berkas di luar folder debian dengan nama kita sendiri

kaka@kapuas:~/pemaketan/package-template$ touch latihan-kaka

5.Sunting berkas debian/install isi dengan nama-berkas-yang-dibuat-tadi /usr/share/latihan-pemaketan

kaka@kapuas:~/pemaketan/package-template$ echo “latihan-kaka /usr/share/latihan-pemaketan” > debian/install

6. lakukan perintah dch -i kasih keterangan menambahkan berkas nama saya sendiri

kaka@kapuas:~/pemaketan/package-template$ dch -i

package-name ganti ke latihan-pemaketan

latihan-pemaketan (0.1+nmu2) UNRELEASED; urgency=low

  [ Rahman Yusri Aftian ]

  * Non-maintainer upload.

  * kaka

  [  ]

  *

 —  <kaka@kapuas>  Thu, 11 Sep 2014 03:18:20 +0700

7. Hapus : debian/patches/ debian/source/

8. edit debian/rules dari :

#!/usr/bin/make -f

include /usr/share/cdbs/1/rules/debhelper.mk

# Remove this line there is no patch

include /usr/share/cdbs/1/rules/simple-patchsys.mk

# This is optimized for packages using autotools

include /usr/share/cdbs/1/class/autotools.mk

# Remove this if there is no autogen.sh

#

#update-config::

#       aclocal

#       autoconf -f

#       autoheader -f

#       automake -acf

#       libtoolize -cf

#

# Or use this instead if there is autogen.sh

#

#update-config::

#   ./autogen.sh

#

menjadi

#!/usr/bin/make -f

include /usr/share/cdbs/1/rules/debhelper.mk

# Remove this line there is no patch

#include /usr/share/cdbs/1/rules/simple-patchsys.mk

# This is optimized for packages using autotools

#include /usr/share/cdbs/1/class/autotools.mk

# Remove this if there is no autogen.sh

#

#update-config::

#       aclocal

#       autoconf -f

#       autoheader -f

#       automake -acf

#       libtoolize -cf

#

# Or use this instead if there is autogen.sh

#

#update-config::

#   ./autogen.sh

#

~             

8. Buat paket binari dengan perintah

kaka@kapuas:~/pemaketan/package-template$ dpkg-buildpackage -rfakeroot

Uji coba :

9. test instalasi ke sistem :

kaka@kapuas:~/pemaketan/package-template$ cd ..

kaka@kapuas:~/pemaketan$ dpkg -i  latihan-pemaketan_0.1+nmu1_all.deb

nah akhirnya selama proses belajar muncul banyak pertanyaan, kenapa begini, kenapa begitu, masalahnya ini pagi-pagi buta waktu dimana semua primata tidur seharusnya. dan saya saat ini satu satunya primata yang masih di depan laptop di ruangan ini.


Filed under: How to, Opensource

Chrome Device Mode

Hari ini baru melihat ada icon  di Developer Tools ketika menggunakan peramban Google Chrome, ternyata ikon tersebut merupakan fitur device mode di peramban Chrome.



Hasil coba-coba lumayan juga untuk ujicoba responsive laman web ketika sedang membuat aplikasi berbasis web.