Dengan BlankOn Kita Move On

Akhir bulan Juni 2015 Sahabat BlankOn Semarang bekerjasama dengan Universitas PGRI Semarang mengadakan acara Talk Show dengan tema Ngoprek Linux Dengan BlankOn kita Move On yang dilaksanakan di Gedung Pascasarjana lantai 5 Pendidikan Teknologi Informasi Universitas PGRI Semarang.



Adapun materi yang dibahas pada acara ini antara lain adalah: Perkenalan Komunitas BlankOn Semarang, pengenalan BlankOn Linux, Aplikasi Office, dan Aplikasi Grafis.

Di bawah  liputan singkat yang berhasil saya rangkum

Acara dimulai pukul 14,03 WIB yang dibuka oleh panitia Universitas PGRI Semarang dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim


Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Kajur PTIK UPGRIS yang disampaikan secara langsung oleh Bapak Wijanarko yang pada intinya beliau sangat mendukung acara semacam ini, beliau juga berharap acara tersebut ke depannya dapat berjalan secara berkelanjutan dengan tema yang lebih mendalam dan spesifik lagi.

Sebelum acara di lanjut ke tema utama, seperti biasa, yang mana pihak kampus memberikan Cindera mata kepada kami Komunitas BlankOn Semarang, seperti gambar di bawah ini

Acara berikutnya adalah perkenalan Sahabat BlankOn Semarang yang dibwakan oleh Om Mas Mahardhika Nugraha, pada sesi ini beliau memperkenalkan apa itu Sahabat BlankOn Semarang, apa saja  kegiatannya, bagaimana cara bergabung menjadi anggota komunitas ini, dan apa saja keuntungan jika menjadi anggota komunitas.

Pada acara ini, Selain menjadi pembicara Om Mas Mahardhika Nugraha sekaligus sebagai moderator acara.


Sesi selanjutnya adalah pengenalan BlankOn Linux yang dibawakan oleh bapak Suntoro, pada sesi ini beliau menjelaskan apa itu BlankOn Linux, bagaimana distro ini dikembangkan, siapa saja yang mengambangkannya, pada sesi ini tidak lupa beliau juga menjelaskan secara singkat cara bergabung menjadi pengembang dan apa saja syaratnya untuk jadi pengembang BlankOn Linux.



Setelah sesi pengenalan BlankOn linux selesai dibawakan oleh pak Suntoro, maka acara dilajutkan oleh Mas Mustofa yang mana pada sesi ini beliau menjelaskan aplikasi perkantoran (office) dalam hal ini tentanga LibreOffice.

Pada sesi ini mas Mustofa menjelaskan bahwa penggunaan aplikasi office pada berbagai sistem operasi pada dasarnya sama, agar peserta yang mengikuti acara ini lebih yakin lagi maka beliau meminta salah seorang peserta untuk memperagakan (praktek langsung) menggunakan aplikasi LibreOffice, dan hal ini terbukti dengan lancarnya peserta dapat menggunakan LibreOffice seperti menggunakan Aplikasi Office milih OS sebelah.

Di bawah ini adalah beberapa gambar peserta yang sempat kami abadikan



Eh ternyata ada juga peserta dari luar Semarang yang menyusup jadi peserta acara ini, mereka adalah tim GrombyangOS, di bawah ini adalah gambar desktop Linux mereka


Sesi terakhir pada acara ini adalah pengenalan Aplikasi Grafis yang di sampaikan oleh ketua Sahabat BlankOn Semarang, pada sesi ini pembicara mengenalkan dan menjelaskan berbagai Aplikasi Grafis di BlankOn Linux yang dapat digunakan, tidak lupa pembicara juga menampilkan berbagai contoh hasil karya desainer dunia yang dibuat dengan aplikasi Grafis berbasis OpenSource.



Di sesi ini pembicara juga menjelaskan bahwa di Indonesia masih jarang ditemukan buku panduan penggunaan Aplikasi Grafis OpenSource dalam bahasa Indonesia sehingga pembicara akhirnya punya ide untuk menulisnya sendiri, salah satu buku yang sudah diterbitkan adala buku Desain Grafis dengan Inkscape.

Pukul 17.59 WIB acara Talk Show dengan tema Ngoprek Linux Dengan BlankOn kita Move On selesai di laksanakan dengan ditutup ucapan Alhamdulillah oleh panitia yang diikuti oleh semua peserta.

Seperti acara lain pada umumnya, setelah acara selesai bak orang-orang penting kami juga tidak lupa foto bareng.

Oh ya, karena acara ini dilaksanakan pada bulan Ramadhan, maka pihak panitia mengajak kami untuk buka bersama, acara buka bersama dilaksanakan setelah Sholat Maghrib bertempat di Waroeng Steak & Shake (jalannya saya gak tahu)


 Demikian liputan singkat acara Talk Show dengan tema Ngoprek Linux Dengan BlankOn kita Move On yang dapat saya tulis kali ini, sampai jumpa pada liputan lainnya.

Membuat Frame Foto dengan GIMP

Mulai hari ini sampai beberapa bulan ke depan mungkin tulisan saya di blog ini akan didominasi dengan tutorial yang membahas aplikasi Grafis pengolah Foto yaitu GIMP, hal ini saya lakukan sekedar berbagi beberapa pengetahuan saya pada penggunaan GIMP, isi dari tutorial yang saya tulis hanyalah sebagian kecil dari Buku Manipulasi Gambar dengan GIMP yang sedang saya tulis, mudah-mudahan bisa selesai dengan cepat sehingga dapat rillis akhir tahun 2015.

Pada Tutorial yang saya tulis kali ini membahas cara mudah membuat Frame untuk Foto, langsung saja kita praktek. Dalam tutorial kali ini saya menggunakan GIMP bawaan BlankOn 8 Rote, maka langkah pertama yang saya lakukan adalah membuka gambar atau foto yang akan diberi frame atau bingkai, cara yang saya lakukan adalah klik Menu Utama BlankOn => Lokasi => Pictures karena pada folder tersebut saya lebih sering menyimpan file berupa gambar, saya pilih salah satu gambar yang akan diberi Frame, kemudian klik kanan => Buka Dengan => pilih GIMP.


Tunggu beberapa saat hingga Foto yang akan kita beri frame dapat dibuka oleh GIMP dengan baik. Jika gambar yang digunakan ukurannya besar maka secara otomatis tampilan gambar terlihat terpotong atau melebihi jarak pandang pada canvas, untuk mengatasinya masalah ini lakukan pengaturan zoom menjadi lebih kecil, misalnya 25% atau 50%


Sebelum kita lanjut ke langkah berikutnya lakukan penyimpanan project yang sedang dikerjakan pada direktori atau folder tertentu, hal ini sebenarnya sudah merupakan standard dalam suatu pembuatan project dan wajib dilakukan, fungsi dari langkah ini adalah untuk jaga-jaga bila sewaktu-waktu terjadi gangguan pada komputer yang sedang digunakan, misalnya; listrik padam, komputer ngadat, dll.

Suatu aplikasi biasanya sudah menyediakan fitur autosave yang fungsinya untuk melakukan penyimpanan secara otomatis setiap beberapa menit sekali pada perubahan yang kita lakukan.

Untuk membuat frame dengan ukuran yang sesuai dengan gambar maka kita perlu mengetahui ukuran gambar tersebut, untuk mengetahui ukuran sebuah gambar pada GIMP dapat dilakukan dengan klik Image => Scale Image (dalam contoh gambar berukuran; 1920 X 1322 px)

Pada jendela pengaturan Scale Image Anda dapat mengubah ukuran gambar sesuai keinginan (jika ukuran gambar tidak perlu diubah biarkan saja), setelah Anda mengetahui ukuran gambar, silakan tutup jendela pengaturan Scale Image untuk melanjutkan ke langkah berikutnya.

Dalam Tutorial ini kita akan membuat frame atau bingkai dengan bentuk persegi panjang karena bentuk ini yang paling ideal untuk sebuah frame gambar. Untuk membuat frame dengan bentuk persegi panjang maka kita meminjam Rectangles Select, berikut langkahnya
  1. Arakhan kursor ke Tool Box, pilih dan klik ikon Rectangles Select 
  2. Pindahkan kursor pada Image Windowklik => tahan dan seret hingga membentuk selections segi empat, setelah itu lepas.
  3. Lakukan pengaturan letak dan ukuran Rectangles Select sesuai ukuran gambar melalui Tool Options, dalam contoh saya melakukan pengaturan berikut; Position: 0 X 0 px, Size: 1920 X 1322 px.



Langkah selanjutnya adalah mengubah Retangles Select menjadi Path, caranya arahkan kursor ke Menu Bar, klik Select => To Path

Sekarang kita sudah memiliki Path dengan bentuk persegi panjang yang berasal dari Rectangles Select, dengan menggunakan teknik di atas maka secara otomatis Path tersebut masih memiliki Fill, untuk itu kita perlu menghilangkan Fill pada Path tersebut, caranya klik Select => None

Dengan melakukan langkah Select => None maka secara otomatis Path yang sudah dibuat sebelumnya tidak aktif, untuk itu kita perlu mengaktifkannya lagi melalui Dockable Dialogs, jika menu Path belum aktif secara otomatis pada Dockable Dialogs maka kita harus  harus menambahkan terlebih dulu secara manual, caranya; klik Windows => Dockable Dialogs => Paths



Sekarang kita aktifkan kembali Path melalui Dockable Dialogs, lakukan cara berikut:

  1. Klik ikon Path pada Dockable Dialogs
  2. Klik ikon Mata pada menu di Dockable Dialogs
  3. Klik ikon Path pada Tool Box
  4. Arahkan kursor pada Image Window, klik Path berbentuk persegi panjang yang sudah dibuat sebelumnya



Langkah selanjutnya adalah mengubah bentuk dan ukuran Path, caranya arahkan kursor pada Tool Options, klik Path stroke, maka segera muncul jendela pengaturan Path stroke, lakukan pengaturan yang sesuai, dalam contoh saya melakukan pengaturan berikut: Stroke line => Pattern, Line width: 100 px

Setelah semua pengaturan selesai klik tombol Stroke, maka hasilnya akan seperti gambar dibawah ini


Sekarang Frame yang kita buat sudah jadi, Anda sudah dapat mencetaknya secara langsung pada mesin cetak (printer) yang Anda miliki, atau Anda dapat mengekspornya menjadi format Bitmap sesuai keinginan Anda, di bawah ini contoh hasil gambar setelah di eksport menjadi *.png

Selain menggunakan Pattern (pola), kita juga bisa membuat Frame berupa garis tanpa pola, caranya pada menu Stroke line pilih Solid color. Di bawah ini adalah Frame pada gambar dari kombinasi antara Pattern dan Solid color.


Contoh Frame dengan kombinasi Solid color berbeda pada foto bersama setelah acara Traning GIMP di Pabrik Sepatu FANSbentuk frame tengah sudutnya agak bulat

Contoh Frame dengan kombinasi Pattern dan dua Solid color berbeda, bentuk frame tengah terdiri dari dua buah Solid color dengan warna berbeda dan bentuk pada sudutnya agak bulat.

Contoh Frame dengan Pattern dan Solid color yang ukurannya sedikit kecil pada foto lainnya

Demikian tutorial singkat yang dapat saya tulis kali ini, sebenaranya secara garis besar untuk membuat Frame pada GIMP hampir sama dengan cara pada Inkscape, bagi Anda yang sudah membeli Buku Desain Grafis dengan Inkscape maka tidak begitu banyak mengalami kesulitan waktu mempraktekkan tutorial yang saya tulis ini karena konsep dan beberapa istilahnya hampir sama.


Membuat Gambar Halftone dengan Inkscape

Sebagai seorang desainer pengguna aplikasi OpenSource kita harus kreatif untuk dapat menghasilkan desain yang keren, karena saat kita mencari tutorialnya di internet sering belum kita temukan (terutama tutorial berbahasa Indonesia), sebagai contoh; saat kita mencari tutorial cara membuat gambar Halftone yang kita temukan adalah cara membuatnya menggunakan Aplikasi berbayar berbasis OS sebelah.

Apa sih Halftone itu? 
Halftone adalah pola titik-titik kecil yang dapat mensimulasikan perbedaan warna dengan menggunakan perbedaan persentase tinta. Halftone dapat menciptakan ilusi gambar dengan menggunakan ukuran besar kecil dot (titik}dan mampu menciptakan perbedaan antara gelap dengan terang. Haftone bekerja dengan menipu mata kita untuk melihat kombinasi warna tinta dan juga warna kain yang dicetak. Jika dilihat dari jarak dekat, akan terliha warna yang bercampur menjadi satu dan titik-titik (dots) menyatu dengar warna dasar kain.

Jika Anda lihat pada jarak yang lebih dekat, akan terliha titik-titik kecil yang berbentuk bulat. Anda dapat melihat contoh halftone yang sempurna pada majalah ataupun printer warna dengan melihatnya dari jarak yang sangat dekat. Dan bisa juga dengan memakai alat tambahan yang bernama  L U P (KACA PEMBESAR) Sumber

Dibawah ini saya tulis tutorial sederhana cara membuat gambar Halftone di Inkscape dengan menggunakan tool yang sudah tersedia secara default. Tutorial ini saya tulis sesingkat mungkin dengan sedikit tulisan. Tutorial ini lebih nyaman dan mudah dipraktekkan bagi orang yang sudah memiliki dan membaca buku Desain Grafis dengan Inkscape yang sudah saya tulis, atau minimal sudah menguasai dasar-dasar Inkscape.

Import Gambar
Jalankan aplikasi Inkscape sesuai cara menjalankannya berdasarkan sistem operasi yang Anda gunakan. Karena dalam contoh tutorial kali ini menggunakan gambar bitmap sebagai sumbernya, maka import terlebih dulu gambar yang akan dijadikan sumber halftone, contohnya seperti gambar dibawah ini

Dalam contoh tutorial ini saya membuat halftone tidak untuk semua bagian gambar, namun hanya bagian tertentu saja, maka saya ambil bagian yang hanya akan digunakan saja dengan menggunakan teknik Clip => Set, caranya buat Path tertutup berbentuk lingkaran agak lonjong seperti gambar dibawah ini

Setelah Path tertutup berbentuk lingkaran agak lonjong selesai dibuat, lakukan teknik Clip => Set, hasilnya akan terlihat seperti gambar dibawah ini: 
Catatan:
  • Cara menggunakan fitur Clip => Set baca halaman 114 s/d 115

Membuat Dot
Untuk membuat Halfttone di Inkscape kita menggunakan dot atau titik-titik sebagai polanya, untuk itu buatlah object lingkaran kecil, letakkan di pojok kanan atas gambar sumber, jangan lupa matikan (unset fill) atribut object, contohnya seperti gambar dibawah ini

Create Tiled Clones
Untuk membuat titik-titik sebagai pola dengan jumlah yang banyak dengan mudah kita gunakan fitur Create Tiled Clones, untuk melakukannya isilah angka tertentu pada kotak isian Rows, colums dengan nilai tertentu sesuai besarnya gambar sumber, kemudian lakukan pengaturan pada tab Trace, lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini: 

Setelah semua pengaturan dianggap sudah sesuai, klik tombol Create pada pojok kanan bawah jendela pengaturan Create Tiled Clones, maka hasilnya kurang-lebih seperti gambar dibawah ini
Catatan
  • Penjelasan cara menggunakan fitur Create Tiled Clones baca halaman 106 s/d 113


Pada gambar di atas titik-titik atau dot membentuk kotak sehingga belum sesuai dengan bentuk halftone seperti keinginan kita, maka kita perlu menghapus beberapa object titik-titik yang tidak terpakai, untuk menghapus titik-titik (dot) yang tidak terpakai gunakan Eraser Tool atau teknik Selection Object+Delete

Di bawah ini adalah contoh gambar yang sebagian object titik-titik sudah dihapus


Hapus atau geser ke tempat lain gambar bitmap yang sebelumnya digunakan sebagai sumber halftone karena sudah tidak dipakai lagi, maka hasilnya seperti gambar di bawah ini

Sampai disini sebenarnya Halftone sudah selesai kita buat, namun pada pinggir sekeliling hafltone tersebut kurang rapi, cara sederhana dan paling mudah agar terlihat rapi kita beri saja bingkai dengan menggunakan path tertutup seperti yang terlihat di bawah ini

Di bawah ini adalah perbandingan gambar Halftone yang kita buat dengan gambar aslinya (gambar sumber)


Demikian Tutorial Praktek dari buku Desain Grafis dengan Inkscape yang saya tulis, sampai jumpa pada tutorial paraktek lainnya.

PITUTUR ADILUHUNG PORO LELUHUR

Rejeki iku ora iso di tiru, senajan podo lakumu, senajan podo dodolanmu, senajan podo kerjomu, hasil sing ditompo bakal bedo,  iso bedo ning akehe bondho, iso ugo ono ning roso lan ayeme ati yo iku sing jenenge nasib. Kabeh iku soko  trisnane  Gusti kang Maha kuwasa, sopo temen bakal tinemu sopo wani rekoso bakal Gayuh […]

Menampilkan Ikon submenu Aplikasi di Gnome terbaru

Artikel ini sebenarnya isinya sangat sederhana dan tidak begitu penting, namun saya tetap menulisnya sebagai dokumentasi pribadi, walaupun sederhana saya masih berharap artikel ini tetap bermanfaat bagi yang membacanya.

Sebagai seorang yang hoby desain grafis (walau hasil desain saya kurang bagus), saya sering kurang nyaman jika ikon submenu pada suatu aplikasi tidak tampil, contohnya  seperti gambar dibawah ini: 


Coba bandingkan dengan gambar dibawah ini:


Masalah ini juga pernah ditanyakan oleh salah seorang yang sudah membeli buku Desain Grafis dengan Inkscape yang saya tulis.

Sebenarnya di BlankOn 8 Rote juga ikon pada submenu aplikasi tidak tampil secara otomatis, namun kita bisa menampilkannya menggunakan dconf Editor, kemudian memberi tanda cetang pada org => gnome => desktop => interface => menus-have-icons



Namun cara di atas tidak bisa diterapkan pada DE Gnome terbaru, contohnya di BlankOn 9 Suroboyo atau BlankOn X Tambora, dan beberapa distro yang sudah menggunakan DE Gnome versi terbaru



Untuk mengatasi masalah tersebut caranya cukup mudah yaitu dengan menambahkan script pada dconf Editor, berikut langkahnya; buka dconf-Editor, kemudian pilih org => gnome => settings-daemon => plugins => xsettings => overrides, tambahkan script berikut 'Gtk/ButtonImages': <1>, 'Gtk/MenuImages': <1>

Maka hasilnya seperti gambar di bawah ini


Catatan:
Untuk memasang dconf Editor dapat dengan mudah dilakukan dengan paket manager masing-masing distro yang digunakan, misalnya jika menggunakan BlankOn 8 Rote dapat dilakukan melalui Snaptic Manager Paket

Sumber: Diskusi di Facebook

Ramadhan, di sini dan di sana

Di sini, saat berbuka langsung mendadak adzan.

Di sana, menjelang waktu berbuka, masjid-masjid saling bersahutan menyuarakan tilawah. Saat sampai pada "Shadaqallahul adzim..." (semua menunggu ini, terutama anak-anak), itu adalah saat dimana piring-piring berkelontang, Periuk nasi dikeruk, sirup dan sop buah ditumpahkan ke gelas-gelas.

Di sini, jeda antar shalat tarawih tidak ada shalawat.

Di sana, shalawat disuarakan dengan lantang bersama-sama, membuat anak-anak bersemangat kembali bangkit untuk mendirikan tarawih berikutnya.

Di sini jarang tercium aroma mesiu.

Di sana jalanan malam hari berkelap-kelip oleh petasan anak-anak, dari blok ke blok lain.

Di sini begitu shalat tarawih selesai, masjid menjadi sepi.

Di sana setelah tarawih usai, masjid masih ramai. Tadarus diisi sebagian besar oleh anak-anak dan remaja. Semua berebut memegang mikrofon dan membaca ayat. Katanya sih biar kalau pulang ke rumah nanti anak-anak itu bolehlah berkata, "Ayah, tadi aku sempat tadarusan. Dengar tidak suaraku tadi?"

Di sini, saat sahur masjid menyuarakan ajakan untuk bangun dan sahur.

Di sana, selain suara masjid, ada anak-anak yang berkeliling dari rumah ke rumah. Mereka berteriak "Sahuuuur! Sahuuuur!". Kalau bukan memukul ember atau galon, tiang listrik dipukul keras-keras menggunakan batu. Kadang-kadang, petasan yang suaranya memikik, diluncurkan ke langit.

Di sini saya tidak tahu batas imsak jika tidak melihat jadwal dan jam. Masjid langsung menyuarakan adzan.

Di sana, kami sedang menyeruput kopi dan kemudian masjid menyapa, "Assalatu wassalamu alaiiik..", kami langsung tersedak. Puasa dimulai.

Saya merasa kehilangan suasana yang biasa. Terlepas dari perbedaan-perbedaan faktor lingkungan dan sebagainya, mendadak saya rindu Lombok.

Hae kamu yang di sana...

Cara membeli buku Desain Grafis dengan Inkscape

Setelah buku Desain Grafis dengan Inkscape edisi Pre-Order berakhir maka mulai saat ini Anda dapat memesan versi regulernya langsung kepada saya dengan harga resmi yaitu Rp.145.000,- plus ongkos kirim ke masing-masing alamat pemesan.
Cara lainnya untuk mendapatkan buku tersebut adalah Anda dapat memesan ke beberapa mitra yang sudah menjadi distributor atau reseller resmi saya.

Cara memesan buku Desain Grafis dengan Inkscape
Berikut ini adalah tata cara untuk memesan buku edisi reguler:

  • Pemesanan buku dimulai tanggal 10 Maret 2015
  • Pemesanan buku dilakukan dengan mengisi Formulir Pemesanan Buku Inkscape.
  • Jumlah buku edisi reguler yang dijual sebanyak 900 eksemplar (setelah jumlah tersebut terjual habis saya akan lepas buku ke publik secara gratis berupa E-Book).
  • Satu orang dapat memesan buku sebanyak-banyaknya selama stok masih ada, jika memesan banyak saya sarankan untuk menjadi distributor atau reseller.
  • Pemesan yang dianggap telah membeli buku adalah mereka yang telah melakukan pembayaran sesuai harga yang telah disebutkan di atas.
  • Pembayaran buku dapat dilakukan dengan sistem transfer ke nomor rekening BRI 3788-01-019373-53-8 a/n SOKIBI, setelah melakukan transfer silakan konfirmasi melalui sms ke 085727528266.

Informasi lebih lanjut
Untuk info seputar buku Desain Grafis dengan Inkscape, Anda bisa menghubungi beberapa kontak di bawah ini selama jam kerja:

  • Facebook: Sokhibi Imgos
  • SMS: 085727528266
  • Email: istanalinux@gmail.com
  • Workshop: Jl. Kokrosono Raya Blok B Lantai 2 No.8-9 Semarang Utara - Jawa Tengah 

Pembelian dari Jabodetabek

  • Untuk Pembelian dari wilayah Jabodetabek dapat menghubungi Ahmad Haris melalui email: ahmadharis1982@gmail.com


Menjadi Distributor atau Reseller
Berikut ketentuan yang berlaku untuk menjadi Distributor atau Reseller buku Desain Grafis dengan Inkscape

Distributor 
  • Pengambilan buku untuk pertama kali minimal 8 (delapan) buku dengan fasilitas mendapatkan potongan harga (rabat)  maksimal 25% dari harga jual buku, pengambilan buku selanjutnya minimal 5 (lima) buku sekali pesan.
Keuntungan menjadi Distributor
  • Dapat menjual buku ke pembeli secara langsung sesuai harga resmi atau dengan potongan harga (diskon) tertentu.
  • Dapat menjual buku ke reseller dengan potongan harga maksimal 20% perbuku.

Reseller 

  • Pengambilan buku untuk pertama kali minimal 5 (lima) buku dengan fasilitas mendapatkan potongan harga (rabat) maksimal 20% dari harga jual buku, pengambilan buku selanjutnya minimal 3 buku sekali pesan.
Keuntungan menjadi reseller
  • Dapat menjual buku ke pembeli secara langsung sesuai harga resmi atau dengan potongan harga (diskon) tertentu.
Cara menjadi Distributor/reseller
Mengirim permohonan untuk menjadi Distributor atau Reseller melalui email yang dikirim ke istanalinux@gmail.com


Ongkos Kirim

  • Ongkos kirim buku ditanggung pemesan, buku yang dipesan dikirim dari Semarang menggunakan jasa JNE atau Pos Indonesia, sebagai acuan ongkos kirim, berat 1 (satu) buku dihitung 1 Kg atau 1000 gram.
Catatan:
  • Saat ini saya hanya melayani metode Tunai, yaitu Distributor atau Reseller membayar buku yang dipesan terlebih dulu sesuai harga pesanan setelah itu barang saya kirim.


-
Info selanjutnya akan saya update sesuai perkembangan yang ada
-
Terimakasih

Buku-buku Tua

Sejak pindah ke ibu kota, saya beberapa kali menyempatkan diri untuk membeli buku bekas di Pasar Senen. Butuh sekitar 3 jam dari Bogor untuk tiba di sana. Sampai saat ini, saya baru mengunjungi tiga tempat penjualan buku bekas. Di dekat stasiun Pondok Cina, Pasar Senen, dan Pasar Senen Impres. Buku-buku yang paling menarik rasanya ada di Pasar Senen Impres, sekaligus buku-buku yang paling mengenaskan kondisinya. Di beberapa lapak di sana, buku-buku tersebut ditumpuk di atas alas kayu, kemudian ditutupi terpal seadanya. Tanpa atap peneduh hujan dan bau kencing kucing. Saya mendapatkan salah satu buku favorit saya dari tempat seperti itu. Ada juga beberapa tempat di sosmed dimana kita bisa membeli buku-buku bekas berkualitas bagus. Tapi membongkar-bongkar buku berdebu di lapak beneran lebih seru. Lebih berseni!

Setiap saya tiba di tempat itu (atau pun tempat lain yang menjual buku-buku bekas) saya tidak berhasil menyembunyikan wajah yang penuh rasa tertarik dan semangat (yang mungkin berpengaruh terhadap harga yang dipatok oleh penjual, "Wah ini anak kepengen banget. Naikin aja lagi harganya."). Maksud saya, ya ampun, buku sebagus ini cuma lima belas ribu rupiah? Saya juga belajar seni membeli buku bekas (tentang bagaimana mendapatkan harga yang lebih murah dan hal lain tentang buku) dari kawan saya yang juga mengoleksi banyak buku klasik.

The Hobbit oleh JRR Tolkien, terbitan Unwin edisi keempat tahun 1983 "The Hobbit oleh JRR Tolkien, terbitan Unwin edisi keempat tahun 1983"

Namun ketika saya membayar buku-buku tersebut, timbul perasaan lain. Sebuah pikiran lain. Beberapa pertanyaan.

Mengapa pemilik sebelumnya menjual buku-buku itu? Apakah mereka kehilangan minat terhadap buku? Apakah kemampuan finansial mereka jatuh secara finansial kemudian terpaksa menjual habis semua buku mereka (saya pernah, seluruh koleksi keluarga)? Apakah mereka pindah rumah dan merasa berat hati membawa semua buku-buku mereka? Apakah buku-buku tersebut diwariskan kepada keturunannya yang sama sekali tidak menyukai buku kemudian buku-buku tersebut dijual? Apakah itu dari tempat penyewaan buku yang sudah bangkrut?

Jika nanti saya jatuh lagi secara finansial, apakah saya akan menjual lagi buku-buku saya? Jika saya punya anak dan mereka tidak menyukai buku, apakah saya rela mewariskan untuk mereka? Apakah saya cukup rela untuk mendonasikan semua koleksi? Apakah masih ada yang membaca buku-buku seperti ini?

Barangkali pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak penting untuk dijawab. Saya punya mimpi akan sebuah perpustakaan pribadi yang terbuka. Bebas dan gratis.

Dan yang terakhir. Misal, biarkan saja imajinasi saya sedikit ngawur. Ada naskah Mata Pusaran-nya Pak Pram di salah satu lapak yang dikelola oleh penjual yang kurang paham dengan buku, diletakkan ditumpukan paling bawah, di lapak yang paling kotor dan tak terawat. Naskah dengan halaman lengkap. Tanpa cacat huruf. Calon menjadi sampah oleh kondisi yang paling dimusuhi oleh buku; terik matahari, hujan dan pipis kucing.

Oke mungkin itu khayalan yang tidak bisa dimaafkan. Saya hanya berharap semoga para penjual buku bekas lebih memperhatikan kondisi buku-buku yang mereka jual. Jangan menyerah Pak Bapak!

Selamat malam Senin.

Catatan mengenai qemu-kvm

Pasang libvirt dan qemu.

qemu-img create hda.img 10G # buat hdd virtual ukuran 10GB, kosong
-m 2048  # RAM
-cdrom img.iso # berkas ISO
-hda hda.img # hdd virtual
-hdb hdb.img # hdd virtual kedua
-boot d # booting ke hdd
-boot c # booting ke cdrom
-enable-kvm # aktifkan kvm
-vnc :1 # akses via vnc
vncviewer :1 # akses vnc

Gnome Asia yang tidak hanya Asia.

gnomeasia

Ya, itulah logo Gnome Asia Summit 2015, keren kan Gunungan Wayang Cap Kaki, entah apa maknanya? Yang jelas acara keren oleh Glib Untuk Gnome Mania, meski yang ngadain Glib tetapi acara diadakan di Universitas UI depok,  7-9 Mei 2015.

Acara yang diikuti tidak hanya dari benua Asia, tapi Eropa dan Amerika, yang jelas acara ini sukses karena ada orang keren dibelakangnya:

utian

Ini lah mentor orang-orang keren itu yang jadi super keren. Utian Ayuba. saya salut sama ini teman, yang keren plus banyak pengorbanannya.

Yang jelas di acara ini saya ketemu orang-orang keren diantaranya adalah mentor saya dalam penerjemahan. Andika Triwidada, yang sekaligus penasehat infrastruktur BlankOn.

andikaIni dia, super multi talenta dan Drektur Executif BlankOn MDAMT

mdam

Dan masih banyak lagi, disamping itu acara ini memang keren dan yang terkerSen adalah Pak Dwi

dwiTerus terang saya penggemar gambarnya pak dwi, sayang saya belum sempat digambar oleh beliau :D. dan yang jelas multi talentanya itu yang bikin ngiri sama beliau.

Dan karena Acara ini keren ada lagi yang tidak bisa terlupakan, pecel di belakang masjid UI. eh kok yang jualan pak Anwari sih? 10662105_10152880970892849_3994983426739524633_oHahahaham itulah beliau yang mengaku sebagai penjual pecel, ini aslinya ibu penjual pecel. ibu-pecelSayang sekali pak Astrojim yang semula ikut tetapi batal gara-gara pengamdian kepada negara, tapi rasa itu cukup terobati oleh session Princeofgiri

haris
Dan akhirnya terima kasih semuanya, inilah presentasi saya di Gnome Asia Summit 2015 yang tidak saya kerjakan sendir dan dicplik dari beberapa slide pak mdamt, pak fajran. dan terima kasih pak estu yang telah mendaftarkan saya, dan pak azis, pak MHY, pak Shokhibi, cho2, priyess, yang telah membuatkan saya presentasi.

Selamat berjuang kawan
1stdaysummit

 

Dan yang jelas keren, keren, dan Linux Perlu IDOL.

sponsored-badge-shadow

Catatan: Foto diambil dari foto jepretan panitia, Foto Pribadi Pak Mdamt, dll.


GNOME Asia Summit 2015 – English

I write this post on personal point of view. I already write similar post in Indonesia Language in here. I’m not only translating, but change little bit of sentence.

Backgrounds

Last year, when I’m attending GNOME Asia Summit 2014 in Beijing, Utian (since two years ago) wanna bring GNOME Asia Summit to Indonesia. I try to help as much as I can to chat with GNOME friends and the GNOME Board. Utian him self has Lightning Talk to explain his idea.

IMG_8925

Utian at GNOME Asia Summit 2014 – Beijing

In last two years, here are no activities related to FOSS that large enough in Indonesia. FOSS feels sluggish. Only a few communities that were active but nothing big happens. So it felt just so-so alone and boring.

We need to pull the trigger for local FOSS community with big event, cool and international class. It can rise their will to contribute again. After that, there will be a lot of event that have purpose to improve FOSS movement in this country.

Where am I?

It’s complicated actually. Daily, I’m BlankOn Developer. BlankOn is Indonesia linux distribution based on Debian and GNOME. I’m also fan of OpenSUSE, so I helped OpenSUSE community in Indonesia. I’m also Local Committee of GNOME Asia Summit 2015. And I’m also one of two GNOME Members in Indonesia.

re_workshop_DSC_5132

I’m one of GNOME Members

In this post, I will play as GNOME Members and Local Committee.

What I’m doing?

As local committee, my role job is sponsor finder and supervisor. I did not want to be a leader because I want to train younger friends to create events. To make them more experience. Generally, friends that live as IT person, was a bit difficult to manage some events. And local committee this time are younger than me and deserve to have a chance to manage it.

Being a developer of BlankOn in a long time (seven years), it is very much helpful in getting sponsors. Because I was already known as activist of FOSS in Indonesia.

re_workshop_DSC_0063

Special Shoes & Limited Edition from Sponsor

Me and Utian, being supervisor in some activity in local committee such as accounting, agenda, workshop, toolkit, documentation and consumption. I do not get involved too much and detailed, but always ready and willing to be asked for suggestions / advice and, if necessary, be a problem solver.

An example, I always be around the current location of the speakers until 11:00 pm. I assume that the speaker come from Indonesia or another country need some guide or help, while other friends already rest or sleep after being busy organizing the event whole day.

One of the undesirable things happen, Kate, David and Alexandre, failed to get the hotel. The place that already booked, given to others. It was after 10:00 pm. Fortunately, I’m still hanging out with my friends who came from Taiwan. I help them to get another hotel, I also guide them to get local food. It’s not easy to get local food at that time for foreigner. Mostly, only street food and the seller can’t speak English.

resized_IMG_4875

That’s David, Alexandre and Kate. :)

My point is, I want the event going well. Nothing happen that can break the event. I must make sure all runs smoothly. So, yes, I’m very busy that time.

What I expect and get from this event?

One of the speakers in GNOME Asia Summit 2015, Eric Sun (he is my first foreigner friend), is an old friend of mine. A friend who I know since 2008 when I was working in Banda Aceh. We met again when GNOME Asia Summit 2014 in Beijing with Franklin Weng and planned to meet again in GNOME Asia Summit 2015. Eric Sun and Franklin Weng, are developer of Ezgo Linux (distributions based on education and funded by the Ministry of Education of Taiwan). They held a special discussion related to cooperation with BlankOn. BlankOn will help EzGo to manage their distribution. It’s possible that EzGo based on BlankOn. I’m really happy because of that.

resized_IMG_5038

My Taiwanese Brothers

When I was attending GNOME Asia Summit 2014 in Beijing, I meet lot of GNOME Members. Mostly they’re attend this event. We have a lot of discussions. Not only talk about GNOME, but talking about food, place, and culture. And also meet new friends. Amazing.

DSC00282w

Eat Sate

GNOME Asia Summit 2015 is also a event for a reunion of few friends, like the BlankOn developers, community OpenSUSE-id, FreeBSD community, SLiMS, KLAS and several other communities that I do not know. : D

BIN_2755w

OpenSUSE from Indonesia and Other Country

Actually there are interesting things related to sponsors. Mostly their world are not directly related to information technology or FOSS. Such as the shoes industry, tile industry and stock trading. Yet, many of them exactly know what that means of FOSS and how to contribute, not only with code but also supporting FOSS event. Big appreciate for them, without them, this event would not happen.

In the end, me and several other communities are already planning movement. Such as GNOME Translation Workshop with the KLAS, GNOME Release Party in Jogjakarta, Indonesia Linux Conference in Tegal, EzGo Collaboration with BlankOn, SLiMS Debian Packaging Workshop, and  possibility of OpenSUSE Asia Summit 2016 in Indonesia.

Finale

In terms of contribution, the Asia, Indonesia in particular, has a different style between Europe or America. Indonesian people is not easy to start to contribute. They should be introduced first, approached until they know that the contribution was very pleasant and bring benefits both for himself and others. Perhaps Social Engineering is greatly needed in this section.

It is certainly very different from those in Europe or America. If they want to contribute, so just follow-up activities and contribute.

It is very grateful that Indonesia have lot of communities. Such as local linux distribution communities, both developers and users. They can learn to contribute locally if they not feel confident to contribute at the international level.

And, Keep Moving Forward. ^_*

team_in_house2

Notes:

Pictures taken from: https://www.flickr.com/groups/gnomeasia2014 and https://www.flickr.com/groups/gnomeasia2015


GNOME Asia Summit 2015 – Indonesia

Saya kali ini akan menulisnya dari sudut pandang pribadi, karena ini blog pribadi. :)

Latar belakang

Tahun lalu, saat mengikuti GNOME Asia Summit 2014 di Beijing, Pak Utian (yang sedari dulu) berkeinginan untuk membawa GNOME Asia Summit ke Indonesia. Saya berusaha membantunya sebisa mungkin dengan ngobrol-ngobrol bareng teman-teman GNOME dan GNOME Board. Pak Utian sendiri waktu itu dapat jatah Lightning Talk untuk memaparkan idenya.

IMG_8925

Pak Utian di GNOME Asia Summit 2014 – Beijing

Indonesia dalam 2 tahun terakhir, menurut saya tidak ada kegiatan-kegiatan terkait FOSS yang cukup besar. FOSS terasa lesu. Hanya beberapa komunitas-komunitas yang terlihat aktif namun gaungnya kurang menggelegar. Jadi kesannya hanya begitu-begitu saja.

Komunitas FOSS yang ada, perlu dipancing dengan sebuah kegiatan yang besar, keren, internasional, agar semangat kontribusi kembali timbul. Sehingga memicu keberagaman kegiatan lain demi kemajuan FOSS di negeri ini.

Saya berada di mana?

Sebetulnya saya berada di lingkaran yang rumit. Sehari-hari saya adalah Pengembang BlankOn, tim hura-hura OpenSUSE-id, Panitia Lokal GNOME Asia Summit 2015 dan GNOME Member.

re_workshop_DSC_5132

GNOME Member Cuiy

Tapi, kali ini saya akan berlaku sebagai GNOME Member dan Panitia Lokal.

Apa saja yang saya kerjakan?

Di kepanitiaan, saya bertugas sebagai pencari sponsor dan supervisi. Saya sengaja tidak mau jadi ketua karena ingin melatih teman-teman yang lebih muda untuk membuat kegiatan. Umumnya, teman-teman IT itu agak susah dalam mengelola sebuah kegiatan. Dan teman-teman panitia lokal kali ini masih muda-muda dan sangat layak untuk diberikan kesempatan.

Menjadi seorang pengembang BlankOn dalam waktu yang cukup lama (7 tahun), sangat banyak membantu dalam mendapatkan sponsor. Karena sudah terlanjur dikenal khalayak umum dalam dunia FOSS di Indonesia.

re_workshop_DSC_0063

Sepatu Spesial

Saya bersama Pak Utian, menjadi supervisi di beberapa kegiatan kepanitiaan lokal GNOME Asia Summit 2015. Mulai dari keuangan, acara, workshop, peralatan, dokumentasi serta konsumsi. Saya tidak terlibat terlalu jauh dan mendetail, namun selalu siap bersedia untuk dimintai saran/nasehat dan kalau diperlukan, menjadi pemecah masalah yang ada.

Salah satu contohnya, saya memposisikan untuk selalu berada di sekitaran lokasi saat para pembicara mulai berdatangan sampai batas jam 11:00 malam. Saya berasumsi bahwa teman-teman pembicara yang datang, pasti suatu waktu butuh bantuan sedangkan teman-teman yang lain sudah istirahat karena seharian sudah kelewat sibuk mengatur acara.

Salah satu hal yang tidak diinginkan terjadi, rombongan Kate, David dan Alexandre, gagal mendapatkan penginapan. Tempat yang sudah dibooking diberikan orang lain. Saat itu sudah lewat jam 10:00 malam. Yang kebetulan, saya sedang nongkrong bareng teman-teman yang datang dari Taiwan. Saya bantu carikan penginapan, juga saya antar cari makan.

resized_IMG_4875

Trio Keren

Intinya, saya mau acaranya lancar jaya. Tidak ada kendala yang terlalu berarti. Makanya saat acara, saya sibuk memastikan semua berjalan dengan lancar. Jadi ya sok sibuk banget.

Apa yang saya harapkan dan dapatkan dari acara ini?

Salah satu dari pembicara GNOME Asia Summit 2015 adalah teman lama saya. Teman yang saya kenal sejak 2008 saat saya bekerja di Banda Aceh. Kami bertemu lagi saat GNOME Asia Summit 2014 di Beijing dan merencanakan untuk bertemu lagi di GNOME Asia Summit 2015. Teman tersebut, Eric Sun dan Franklin Weng, adalah developer Ezgo Linux (Distro berbasis pendidikan yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Taiwan). Mereka mengadakan diskusi khusus terkait kerjasama dengan BlankOn Linux. Ezgo akan menginduk ke BlankOn Linux.

resized_IMG_5038

Teman Lama

Saat GNOME Asia Summit 2014 di Beijing, saya mengenal banyak GNOME Member. Mayoritas mereka datang ke acara ini dan kami semua ngobrol-ngobrol lagi. Selain bertemu dengan teman-teman lama, saya juga jadi berkenalan dengan banyak teman-teman baru yang cukup beragam. Benar-benar menyenangkan.

DSC00282w

Makan Sate

Acara GNOME Asia Summit 2015 ini juga jadi bahan reuni beberapa teman-teman, seperti para Pengembang BlankOn, Komunitas OpenSUSE-id, Komunitas FreeBSD, SLiMS, KLAS dan beberapa komunitas lain yang saya sendiri tidak tahu. :D

BIN_2755w

Yang paling kanan itu dari Indonesia lho!

Sebenarnya ada hal yang menarik terkait para pihak yang jadi sponsor. Mayoritas mereka bukan dari dunia yang terkait langsung dengan Teknologi Informasi ataupun FOSS. Seperti dari industri sepatu, industri genteng dan perdagangan saham. Namun banyak dari mereka paham betul apa artinya itu FOSS dan bagaimana bentuk-bentuk kontribusinya. Terima kasih banget buat mereka, tanpa mereka, acara ini tidak akan terwujud.

Di akhir acara, saya dan beberapa komunitas lain sudah merencanakan pergerakan. Seperti Lokakarya Penerjemahan GNOME dengan pihak KLAS, Pesta Rilis GNOME di Jogjakarta, Indonesia Linux Conference di Tegal, Kolaborasi EzGo dengan BlankOn, Pelatihan Pemaketan SLiMS oleh Pengembang BlankOn dengan Pengembang SLiMS serta kemungkinan OpenSUSE Asia Summit 2016 di Indonesia.

Penutup

Dalam hal kontribusi, orang Asia, Indonesia pada khususnya, memiliki gaya yang berbeda dengan orang-orang Eropa ataupun Amerika. Orang Indonesia tidak mudah memulai untuk kontribusi. Mereka harus diperkenalkan terlebih dahulu, didekati sampai mereka tahu bahwa kontribusi itu sangat menyenangkan dan membawa manfaat baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Mungkin Social Engineering memang sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Hal tersebut tentunya sangat berbeda dengan orang di Eropa atau Amerika. Mereka jika ingin berkontribusi, ya langsung saja ikutan kegiatannya dan berkontribusi.

Bersukur bahwa di Indonesia banyak komunitas-komunitas lokal, baik komunitas pengembang distro linux maupun komunitas pengguna distro linux. Mereka bisa belajar berkontribusi secara lokal terlebih dahulu jika belum merasa percaya diri untuk kontribusi di tingkat internasional.

Dan, Teruslah Melangkah Ke Depan. ^_*

resized_IMG_5762

Catatan:

Foto-foto diambil dari https://www.flickr.com/groups/gnomeasia2014 dan https://www.flickr.com/groups/gnomeasia2015


Memonitor atau Mengatur Service Linux di systemd

Setalah acara gnome.asia kemarin, ada aura tambahan untuk oprek dan mengupgrade mesin saya yang sebelumnya masih BlankOn 9 Suroboyo yang menganut paham sysvinit, mau saya upgrade ke BlankOn X Tambora yang menganut paham systemd. Proses upgrade tersebut tidaklah berjalan mulus, masih ada beberapa paket yang konflik, semua jurus (ajaran bapak Azis dan teman2 pengembang BlankOn) … Continue reading Memonitor atau Mengatur Service Linux di systemd

Gnome.Asia Summit 2015 Indonesia

Bersyukur sih tahun ini bisa ikutan acara keren Gnome.Asia Summit 2015. Dulu punya keinginan untuk bisa berangkat dan ikutan acara ini, dan akhirnya kesampaian juga. Acara Gnome Asia Summit kali ini diselenggarakan di Indonesia pada tanggal 7-9 Mei 2015 bertemakan “GNOME : Desktop for everyone”, bertempat di Balairung Universitas Indonesia. Acara ini diselenggrakan oleh Fakultas … Continue reading Gnome.Asia Summit 2015 Indonesia

git checkout --detach

Coba perhatikan alur git berikut ini :

  1. git fetch upstream
  2. git checkout upstream/master
  3. hack hack hack
  4. git add --all
  5. git commit -m "first hack"
  6. git checkout upstream/other branch
  7. hack hack hack

Nah, apakah bisa balik ke "first hack"? Bisa!

Jadi selama ini saya sering kecolongan setelah langkah ke 6, mengira commit "first hack" sudah musnah dan akhirnya mengetik ulang. Tapi sebenarnya tidak.

Kuncinya, kita belum kehilangan command history di shell saat commit. Scroll ke atas dan cari hash commit-nya. Biasanya tertulis persis setelah perintah commit dijalankan. Misal :

[detached HEAD 6c630a4] first hack

Kemudian checkout dengan opsi --detach

git checkout --detach 6c630a4

Tada! Jangan lupa diamankan ke branch baru.

Terima kasih untuk pak @dotovr. Dan selamat ulang tahun ke sepuluh untuk git-nya pak Linus. Panjang umur!

Membangun Pbuilder Untuk Pengembangan BlankOn #Pasang

Mari Kita pasang:

$ sudo apt-get install pbuilder debootstrap devscripts util-linux


Setelah selesei pasang, edit sudoers dan tambahkan:

[your_user] ALL=(ALL) SETENV: NOPASSWD: PBUILDER

Contoh:

aftian ALL=(ALL) SETENV: NOPASSWD: PBUILDER

Selesei pasang.


Membangun Pbuilder Untuk Pengembangan BlankOn #Keyring

Pembangunan paket debian diperlukan sebuah kunci untuk menandatangani paket tersebut, nah maka dari itu dibutuhkan sebuah keyring untuk menandatangani sebuuah paket, langsung saja:

Membuat Keuring:

aftian@mahadev:~$ gpg --gen-key
 
 …

Please select what kind of key you want:
   (1) DSA and Elgamal (default)
   (2) DSA (sign only)
   (5) RSA (sign only)
Your selection? 5
RSA keys may be between 1024 and 4096 bits long.
What keysize do you want? (2048) 4096
Requested keysize is 4096 bits
Please specify how long the key should be valid.
         0 = key does not expire
        = key expires in n days
      w = key expires in n weeks
      m = key expires in n months
      y = key expires in n years
Key is valid for? (0)
Key does not expire at all
Is this correct? (y/N) y

 …

Real name: Rahman Yusri Aftian
Email address: aftian@di.blankon.in
Comment:
You are using the `utf-8′ character set.
You selected this USER-ID:
    “Rahman Yusri Aftian <aftian@di.blankon,in”

Change (N)ame, (C)omment, (E)mail or (O)kay/(Q)uit? o
You need a Passphrase to protect your secret key.

 … 

gpg: key XXXXXXXX marked as ultimately trusted
public and secret key created and signed.

gpg: checking the trustdb

 …

Membangun Pbuilder Untuk Pengembangan BlankOn #Pengantar

Lama tidak berkutat dengan BlankOn, akhirnya kangen juga,karena komputer belum terpasang pbuilder jadi kurang enak dalam membangun sebuah paket debian. Apa sih pbuilder itu?

pbuilder constructs a chroot system, and builds a package inside the chroot. It is an ideal system to use to check that a package has correct build-dependencies. It uses apt extensively, and a local mirror, or a fast connection to a Debian mirror is ideal, but not necessary.

“pbuilder create” uses debootstrap to create a chroot image.

“pbuilder update” updates the image to the current state of testing/unstable/whatever

“pbuilder build” takes a *.dsc file and builds a binary in the chroot image.

pdebuild is a wrapper for Debian Developers, to allow running pbuilder just like “debuild”, as a normal user.

itulah pbuilder yang juga digunakan oleh pabrik paket Irgsh (Ir. Robot Gedek, SH) BlankOn.

 

 

 

 


Mengubah Margin Dokumen PDF

Cerita kali ini muncul karena proses mempelajari lagu Undertow dari Marty Friedman. Sudah mendapatkan partiturnya dan bisa dibaca dengan TuxGuitar. Dan berencana dicetak melalui berkas PDF.

TuxGuitar berhasil mengkonfersi berkas partitur tersebut ke PDF. Namun muncul masalah baru saat margin kanan dokumen tersebut sangat mepet dengan tepian kertas.

Untuk menggeser/mengubah marginnya, saya menemukan PDF Master Editor. Tinggal seret … jreng.

PDF Master Editor

PDF Master Editor

Catatan : The Linux-based version is free for non-commercial use.


Konfigurasi Ulang Sudo Gagal Akses di Debian dan Turunannya

Catatan: ini hanya sebagai catatan jika sewaktu-waktu bermasalah.

Berawal dari semangat ngoprek, melakukan perubahan yang fatal pada berkas /etc/sudoers sehingga berakibat fatal sudo tidak bisa diakses (galat) saat diakse.

Sebenarnya ada banyak cara untuk memperbaikinya, seperti:

  • Reboot dan jalanin system dalam mode recovery
  • Mount system malalui livecd
  • dll
Namun hal ini tidak bisa dilakukan pada kasus yang saya alami, hal ini terjadi pada Server. Password root (su) yang tau hanya sysadmin utama. Memperbaiki seperi cara di atas, butuh waktu lama ke Datacenter tempat server dititipkan untuk dapat menyentuh fisik server. Belum lagi kalau Datacenter itu berada di kota yang berbeda dengan jarak tempuh yang lumayan jauh, sedangkan server lagi dibutuhkan untuk kerjaan.

Kasusnya salah konfigurasi sudo, hingga sudo galat.
Galat nya seperti berikut saat menjalankan sudo su:

dotovr@server:~$ sudo su
sudo: parse error in /etc/sudoers near line 26
sudo: no valid sudoers sources found, quitting
sudo: unable to initialize policy plugin
Akses root tidak dikasih, bisa fatal. 
Berikut cara memperbaikinya:
dotovr@server:~$ pkexec vim /etc/sudoers
Perbaiki yang salah konfigurasi dan simpan.
Selamat ber-sudo ria kembali :p

Terakhir mari seduh kopi :))