Updating Bridge’s Pickup with Dimarzio PAF Pro

According to my post on http://ahmadharis.wordpress.com/2014/01/16/build-your-own-custom-guitar/, today I’m upgrading my bridge’s pickup from G & B to Dimarzio PAF Pro. And also change my neck’s pickup cover from purple into yellow.

Here the sound : https://soundcloud.com/princeofgiri/dimarzio_paf_pro. It’s little bit wet. :D

 

 


FOSS goes to School, anyone?

Ini tulisan lawas (April 24, 2013) yang diminta saudara Ade Malsasa Akbar untuk di-repost di sini. Pertama kali diposting di group Facebook KPLI NTB. Sebentar lagi apa yang ditulis di sini akan direalisasikan. Semoga lancar. Siapa pun silakan menggunakan konsep ini untuk memperluas gerakan, baik itu KPLI maupun organisasi yang memiliki visi yang sama tentang perangkat lunak sumber terbuka. Selamat membaca!

Saya perhatikan, sudah lama kita tidak melakukan sesuatu ke masyarakat, sejak acara terakhir yang tercatat di blog Kaipang. Kita kan keren, kok kurang aksi. Setelah saya pikir-pikir, saya rasa kita perlu merubah strategi.

Selama ini, acara-acara yang kita bikin, konsepnya selalu sama, kaku, dan tidak tepat guna :
1. Pengenalan apa itu Linux
2. Mempromosikan kelebihan Linux
3. Instalasi bareng.
4. Pemanduan penggunaan beberapa aplikasi umum.
5. Tertib dan selesai, kecuali muncul beberapa masalah-masalah umum pasca instalasi, atau masalah khusus nan menjengkelkan, seperti salah format dan minta tolong data dikembalikan.

Dengan susunan seperti itu, kita pukul rata, semua audien mesti memasang GNU/Linux, padahal mereka baru mengenal beberapa jam saja, dan belum paham benar dan menjiwai, apa itu lisensi, sudut pandang mengenai hak cipta, dan hal-hal mendasar seperti itu. Padahal, pemahaman dasar seperti inilah yang sebenarnya bisa menjadi pegangan kuat. Intinya kita memaksa. Kita bilang sekarang sesi instalasi, audien tidak punya pilihan lain. Tahu sendiri lah…
Kekurangan konsep acara ini, semua peserta mesti punya/bawa laptop. Lupakan PC, siapa juga yang mau repot-repot untuk itu.

Hasilnya (perkiraan saya, pengamatan saya) besok-besok para audien akhirnya hanya berputar-putar di lingkaran : coba-coba, mulai suka, menemui masalah, balik ke windows/belum bisa meninggalkan windows. Terutama, saya sakit hati ketika eks peserta akhirnya bertanya, “Bagaimana cara kita hapus Linux ini?”.
Bahkan di antara kita sendiri, hanya sedikit yang konsisten, setahu saya (mohon ralat kalau salah), hanya pak Ajoeh (juga dengan Windows orinya), Mamik Ishak, dan Rifki temannya si Cepul.

Nah, strategi alternatif yang pertama kali melintas di pikiran saya adalah, menyasar ke sekolah (SMA bukan STM/SMK), tapi dengan konsep acara yang berbeda. Kita dari dulu ngomongin ini tapi gag jadi-jadi. Kemarin pas kopdar sama bang Chi Mot juga sempat dibahas, tapi saya gag terlalu dengar, sibuk sama N900. Intinya, dari dulu kita cuma ngomong doang, no eksien.

Konsep acara berbeda yang saya maksud adalah, “meng-kudeta” jam pelajaran bapak/ibu guru TIK. Saya ingat, di kurikulum SMA, ada 1 bab mengenai ‘Menghargai Hak Kekayaan Intelektual’. Kita bisa ambil bab itu, kita ambil posisi sebagai ‘dosen tamu’. Kita membantu guru TIK di sekolah terkait, dengan syarat, kita bisa menyampaikan materi dengan cara yang lebih baik dan menyenangkan. Kita cuma perlu koordinasi dengan pihak sekolah/guru TIK (saya punya 1 untuk dikontak sebagai percobaan pertama,SMAN 2 Mataram) : mengecek apakah kurikulum mengenai tema itu masih ada, memastikan waktu/tanggal jam pelajaraannya, bersurat resmi ke kepsek (baik setelah kongkalikong dengan guru TIK maupun belum), dan akhirnya kita dapatkan kesempatan bersama anak-anak muda itu.

Hanya 2 pelajaran, 1 jam pelajaran dihitung 45 menit. 90 menit penyampaian materi. 80 % awal waktu hanya untuk penyampaian mengenai hak kekayaan intelektual dan liseni. Gak perlu memojokkan Windows, hanya masalah lisensinya saja. Windows itu keren kok. 20 % waktu terakhir baru mengenalkan alternatif + acara kuis dengan doorprize.
Sekali lagi, fokus/tujuan utama geriliya adalah membuat audien paham bagaimana menghargai karya orang lain (HAKI, kita bisa beri perumpamaan mereka bikin musik keren, terus dibajak), bukan memperkenalkan Linux.

Kita kasih GNU/Linux di bagian akhir, GNU/Linux adalah solusi alternatif, dan memberi tahu mereka mengenai organisasi kita yang keren ini, bagaimana mengontak dan bergabung dengan kita. Dengan cara ini, kita tidak memaksa audien, tapi memberi mereka pilihan. Itu hak mereka.

Urusan mereka menggunakan GNU/Linux atau tidak, itu urusan belakang. Kalau memang ada yang tertarik, kita pasti dikontak. Pada akhirnya kita menyaring orang-orang yang (setidaknya) punya ketertarikan khusus, entah karena memang ingin menghargai lisensi atau memang berjiwa geek, bukan sekedar coba-coba easy come easy go.
Kita cuma perlu 3 hal :

1. Koordinasi dengan pihak sekolah (saya bisa usahakan ambil bagian ini)
2. Pembicara yang baik dan menyenangkan, dan terutama bisa mengatur waktu 90 menit. (Yang Mulia Ketupang perlu diblacklist)
3. Donasi doorprize untuk sesi kuis. (Monggo…)

Doorprize misalnya (usulan Cepul) : kaos tentang tema tulisannya mengarah ke perangkat lunak bebas/lisensi (kemarin cek di baliwae stok habis, mungkin kita bisa pesan atau bikin sendiri di berhandang. (Membagikan livecd GNU/Linux sebagai doorprize kelihatannya terlalu berbahaya, bisa jadi kalau tidak dipandu langsung, mereka bisa membabat habis data mereka sendiri hanya karena salah klik)

Maaf posting panjang-panjang. Bagaimana?

Cara Maketin Paket dari Berkas .Diff

Selamat pagi, lama saya tak menulis disini pasti kalian nungguin kan gaes. :D ceritanya tadi malem saya habis oprek dan coba maketin updates security dari debian wheezy dan mau kita update buat suroboyo, nah berhubung paket yang akan dipaketin berbentuk pacth/.diff maka akan ada penyesuaian. berikut adalah langkah-langkah pemaketan dari berkas .diff 1. unduh berkas […]

ORA-01078, ORA-29701 Error saat startup ASM – Solved

Ceritanya lagi belajar Oracle pake ASM, saat coba menaikkan ASM secara manual (karena tiba-tiba saat server dinyalakan ASM nya nggak naik otomatis) muncul galat seperti dibawah ini:

-bash-3.2$ . oraenv
ORACLE_SID = [orcl] ? +ASM
The Oracle base for ORACLE_HOME=/u01/app/oracle/product/11.2.0/grid is /u01/app/oracle

-bash-3.2$ asmcmd
Connected to an idle instance.
ASMCMD> startup
ORA-01078: failure in processing system parameters
ORA-29701: unable to connect to Cluster Synchronization Service
Connected to an idle instance.

Solusinya :

Keluar dari asmcmd, kemudian jalankan command di bawah ini (jangan lupa pastikan SID=+ASM)

-bash-3.2$ crsctl start resource ora.cssd
CRS-2672: Attempting to start 'ora.cssd' on 'dbserver'
CRS-2679: Attempting to clean 'ora.diskmon' on 'dbserver'
CRS-2681: Clean of 'ora.diskmon' on 'dbserver' succeeded
CRS-2672: Attempting to start 'ora.diskmon' on 'dbserver'
CRS-2676: Start of 'ora.diskmon' on 'dbserver' succeeded
CRS-2676: Start of 'ora.cssd' on 'dbserver' succeeded

kemudian coba start kembali ASM via “asmcmd”.

-bash-3.2$ asmcmd
Connected to an idle instance.
ASMCMD> startup
ASM instance started

Total System Global Area  284565504 bytes
Fixed Size                  1336036 bytes
Variable Size             258063644 bytes
ASM Cache                  25165824 bytes
ASM diskgroups mounted

ASMCMD> exit

Kemudian coba start database “orcl” nya.

-bash-3.2$ . oraenv
ORACLE_SID = [+ASM] ? orcl
The Oracle base for ORACLE_HOME=/u01/app/oracle/product/11.2.0/dbhome_1 is /u01/app/oracle

-bash-3.2$ sqlplus / as sysdba

SQL*Plus: Release 11.2.0.1.0 Production on Wed Sep 24 09:47:41 2014

Copyright (c) 1982, 2009, Oracle.  All rights reserved.

Connected to an idle instance.

SQL> startup
ORACLE instance started.

Total System Global Area  347340800 bytes
Fixed Size                  1336456 bytes
Variable Size             297798520 bytes
Database Buffers           41943040 bytes
Redo Buffers                6262784 bytes
Database mounted.
Database opened.

Selamat…

Review Inkscape 0.91 [Guides]

Beberapa hari setelah saya selesai menulis Buku Panduan Inkscape 0.48.4 yang segera terbit, pengembang Inkscape merillis Inkscape 0.48.5, pas saya mau nyoba versi tersebut, eh..... pengembang malah merillis lagi versi 0.91, ya sudah akhirnya saya tidak jadi mencoba yang versi 0.48.5, namun langsung mencoba yang versi 0.91Pre01. Berikut saya membuat beberapa Review fitur baru pada Inkscape

Antara Ponsel Pintar dan Seucap Aksi

Belakangan ini, saya mulai merasakan sebuah pola tertentu yang diterapkan kebanyakan orang Indonesia dalam menanggapi perilaku menyimpang yang mereka temui di tempat publik.

Contoh sederhananya : di dalam sebuah kereta api yang sedang melaju, seorang pria muda duduk di kursi khusus penyandang cacat, sementara di depannya berdiri penyandang cacat yang menggunakan alat bantu tongkat. Pria tersebut seakan tidak peduli dan pura-pura tidak tahu.

Atau

Di kereta api yang sama, seorang wanita muda sehat duduk di kursi khusus ibu hamil, sementara persis di depannya ada seorang ibu hamil yang setengah berharap wanita muda itu mau memberikan kursi penumpang khusus itu untuknya.

Alih-alih menegur langsung pelakunya, ada orang-orang yang lebih suka mengambil gambar dari kejadian tersebut dan menggunggahnya ke sosial media, membiarkan gambar tersebut tersebar dalam jaringan dan menunggu tanggapan/komentar dari seantero warga internet. Yeah, kebanyakan kita gemar mengomentari konten-konten seperti ini. Jika beruntung, nama pelaku diketahui dan dicatut, dan akhirnya berujung aksi bully massal. Tentu saja ini punya sisi positif yaitu menimbulkan efek jera terhadap pelaku.

Tapi aksi mengunggah gambar kejadian tersebut dan membully pelaku tidak membuat penyandang cacat atau ibu hamil tadi memperoleh haknya pada saat itu. Tidak pedulinya kita (dengan tidak mengingatkan/menegur langsung) adalah sama dengan tidak pedulinya pelaku dengan aturan yang ada. Menegur langsung adalah cara yang tepat.

Sayangnya, bukanlah budaya indonesia untuk mengambil sikap ini. Orang indonesia cinta damai, tidak suka cari ribut jika memang bisa dihindari. Saya sendiri mengakui kebiasaan ini dalam diri saya.

Memang sulit buat memulainya, dihinggapi rasa takut akan dampak yang mungkin terjadi (misal berdebat) atau mungkin yang lebih buruk, pelaku bersikap preman. Tapi coba pikir, salah satu kemungkinan yang terjadi adalah, penyandang cacat atau ibu hamil tersebut akhirnya memperoleh haknya.

Pada praktiknya, baru empat kali saya menegur orang lain di tempat publik mengenai perilaku menyimpang, salah satunya berujung debat (perihal larangan merokok di tempat umum). Tidak mudah memang.

Ada yang bilang, “ah songong banget negur-negur orang, diri sendiri belum tentu benar dan suci”. Tetapi sebenarnya, kebiasaan saling mengingatkan akan memantapkan prinsip-prinsip baik yang kita pegang bersama. Lagi pula, bisa jadi pelaku memang kurang peduli dengan orang dengan disabilitas, tetapi tidak/belum tahu bahwa kursi yang didudukinya itu adalah kursi khusus. Yah, siapa tahu?

Mulai sekarang, mari kita ambil sikap. Jika hal-hal seperti ini terjadi di depan anda, kantongi ponsel/perangkat bergerak anda dan lakukan aksi. :)

Biostar P4M890-M7 Support Linux

Artikel ini berisi uji-coba hardware yang kami lakukan apakah benar-benar sudah support terhadap GNU/Linux sehingga berhak masuk kedalam list blog rintisan Uji Hardware pada Linux. Uji Hardware Istana Media kali ini masih menggunakan motherboard yang terbilang barang lama yaitu Biostar P4M890-M7. Motherboard seri ini milik client kami yang digunakan pada salah satu komputer kasir minimarket.

Bagaimana Kaipang menuju ILC 2014 Sinjai?

Mengenal Koordinat Object pada Inkscape dan Corel Draw

Beberapa minggu lalu saya ngisi pelatihan desain grafis pada salah satu Pabrik Garment yang sedang masa transisi migrasi ke OS GNU/Linux di JaBoDeTaBek, tepatnya ngajari beberapa pegawai pabrik tersebut menggambar pola menggunakan Inkscape. Sudah bukan rahasia lagi jika para pegawai suatu perusahaan di Indonesia dalam urusan desain grafis terutama vektor kebanyakan hanya menguasai aplikasi

Kelas Pemaketan Blankon

Dua hari yang lalu saya ga ikutan kelas pemaketan blankonnya pak aftian, pas buka irc ternyata masih ada lognya, jadinya iseng – iseng belajar pemaketan blankon pagi – pagi buta, setelah disarikan kira – kira ada 9 langkah untuk memulai belajar pemaketan blankon berikut rangkumannya

Persiapan :

1. Install paket pendukung

kaka@kapuas:~/pemaketan$ sudo apt-get install devscripts cdbs build-essential fakeroot debhelper gnupg pbuilder dh-make dpkg-dev ubuntu-dev-tools git

2. unduh berkas latihan dari repositorinya pak aftian

kaka@kapuas:~/pemaketan$ git clone https://github.com/aftian/package-template.git

Proses :

3. masuk ke direktori package-template/ edit berkas vim debian/control menjadi seperti debian/contol ubah seperti ini http://tempel.blankon.in/512406

kaka@kapuas:~/pemaketan$ cd package-template/

kaka@kapuas:~/pemaketan/package-template$ vim debian/control

kaka@kapuas:~/pemaketan/package-template$

dalam praktek saya latihan-blankon saya ganti dengan latihan-pemaketan

4. Buat 1 berkas di luar folder debian dengan nama kita sendiri

kaka@kapuas:~/pemaketan/package-template$ touch latihan-kaka

5.Sunting berkas debian/install isi dengan nama-berkas-yang-dibuat-tadi /usr/share/latihan-pemaketan

kaka@kapuas:~/pemaketan/package-template$ echo “latihan-kaka /usr/share/latihan-pemaketan” > debian/install

6. lakukan perintah dch -i kasih keterangan menambahkan berkas nama saya sendiri

kaka@kapuas:~/pemaketan/package-template$ dch -i

package-name ganti ke latihan-pemaketan

latihan-pemaketan (0.1+nmu2) UNRELEASED; urgency=low

  [ Rahman Yusri Aftian ]

  * Non-maintainer upload.

  * kaka

  [  ]

  *

 —  <kaka@kapuas>  Thu, 11 Sep 2014 03:18:20 +0700

7. Hapus : debian/patches/ debian/source/

8. edit debian/rules dari :

#!/usr/bin/make -f

include /usr/share/cdbs/1/rules/debhelper.mk

# Remove this line there is no patch

include /usr/share/cdbs/1/rules/simple-patchsys.mk

# This is optimized for packages using autotools

include /usr/share/cdbs/1/class/autotools.mk

# Remove this if there is no autogen.sh

#

#update-config::

#       aclocal

#       autoconf -f

#       autoheader -f

#       automake -acf

#       libtoolize -cf

#

# Or use this instead if there is autogen.sh

#

#update-config::

#   ./autogen.sh

#

menjadi

#!/usr/bin/make -f

include /usr/share/cdbs/1/rules/debhelper.mk

# Remove this line there is no patch

#include /usr/share/cdbs/1/rules/simple-patchsys.mk

# This is optimized for packages using autotools

#include /usr/share/cdbs/1/class/autotools.mk

# Remove this if there is no autogen.sh

#

#update-config::

#       aclocal

#       autoconf -f

#       autoheader -f

#       automake -acf

#       libtoolize -cf

#

# Or use this instead if there is autogen.sh

#

#update-config::

#   ./autogen.sh

#

~             

8. Buat paket binari dengan perintah

kaka@kapuas:~/pemaketan/package-template$ dpkg-buildpackage -rfakeroot

Uji coba :

9. test instalasi ke sistem :

kaka@kapuas:~/pemaketan/package-template$ cd ..

kaka@kapuas:~/pemaketan$ dpkg -i  latihan-pemaketan_0.1+nmu1_all.deb

nah akhirnya selama proses belajar muncul banyak pertanyaan, kenapa begini, kenapa begitu, masalahnya ini pagi-pagi buta waktu dimana semua primata tidur seharusnya. dan saya saat ini satu satunya primata yang masih di depan laptop di ruangan ini.


Filed under: How to, Opensource

Chrome Device Mode

Hari ini baru melihat ada icon  di Developer Tools ketika menggunakan peramban Google Chrome, ternyata ikon tersebut merupakan fitur device mode di peramban Chrome.



Hasil coba-coba lumayan juga untuk ujicoba responsive laman web ketika sedang membuat aplikasi berbasis web.

Gmail Keyboard Shortcuts

Karena setiap hari menggunakan surel Gmail (hampir setiap saat setiap waktu), supaya hidup terasa lebih bahagia, aktifkan fitur Keyboard Shortcuts.

Dari Setting > General, cari bagian "Keyboard shortcuts".

Ubah menjadi "Keyboard shortcuts on".


Kemudian simpan.

Selanjutnya tinggal menghapal Keyboard Shortcuts dari halaman berikut.

Imagemagick di MAMP

Untuk mengaktifkan Imagemagick di MAMP 3.xx :

1. Ubah file /Applications/MAMP/bin/php/php5.5.10/conf/php.ini
2. Cari :


;extension=imagick.so

Hilangkan titik koma di depan baris tersebut

3. Restart MAMP.

Motherboard Gigabyte GA-81915P-D Pro Support Linux

Artikel ini merupakan review singkat salah satu motherboard yang sudah kompatible dengan GNU/Linux, sengaja kami ulas sebagai pelengkap blog Uji Hardware pada Linux, jika Anda tertarik dengan artikel ini silakan baca sampai selesai, jika tidak tertarik silakan abaikan saja. Beberapa hari lalu salah satu komputer milik Istana Media yang digunakan untuk berbagai kegiatan sehari-hari dari

Mengenal Front Panel Motherboard (Power)

Karena sekarang sudah banyak yang menulis artikel tentang GNU/Linux dan Aplikasi Open Source, maka mulai hari ini saya akan menulis artikel masalah hardware dan hal teknis lainnya. Saya akan menulisnya dari hal paling sederhana sampai dengan hal yang rumit sesuai study kasus yang saya alami sebagai teknisi komputer. Mungkin nantinya ada artikel yang isinya tidak bisa diikuti oleh semua orang

Belajar butuh belajar

Dulu sekali saat masih sekolah, sering saya berfikir sebenarnya apa yang dimaksud belajar itu, bagaimana cara belajar, bagaimana bisa guru – guru itu bisa menyuruh semua anak didiknya untuk belajar sementara ada orang bodoh macam saya yang harus mencari makna apa itu belajar, dan bagaimana kawan-kawan saya dengan mudah mengerti apa itu belajar.

Awal mengenyam bangku pendidikan, saya merasa mudah sekali melaluinya karena tidak ada paksaan untuk belajar sehingga saya tidak perlu mencari definisi belajar. Saat itu semua terasa mudah saya hanya senang membaca saja dan tidak perlu menerjemahkan apa makna belajar sesungguhnya semua saya lakukan dengan acak tapi menyenangkan. Sampai akhirnya ada paksaan otak saya untuk memahami apa arti belajar.

Hal yang sama terjadi saat mulai belajar tentang IT, profesi yang coba saya geluti belakangan semenjak saya lulus dari fakultas kehutanan. Semua terasa mudah ketika saya membuat masalah dan menemukan solusi secara acak dari bantuan dunia maya dan komunitas.

Dalam dunia profesional menurut saya sangat penting menguasai konsep-konsep pokok dalam bidang yang kita geluti. Menghabiskan waktu untuk mencari solusi jangka pendek seringkali tidak menyelesaikan masalah bahkan menimbulkan permasalahan baru yang lebih kompleks. Saat permasalahan timbul kita harus mundur 4 hingga 5 langkah bahkan lebih untuk menemukan akar permasalahan, untuk itu menjadi pembelajar aktif sangat diperlukan terutama dalam bidang yang terus berkembang.

Belajar adalah proses memahami yang dilakukan secara berulang, belajar dimulai dengan penggalian minat, merangsang otak untuk mencari rantai sistematika cara berfikir mengenai sebuah topik. Diharapkan setelah kita selesai mempelajari sebuah topik kita dapat memecahkan permasalahan sesuai dengan pokok permasalahannya, maka dari itu belajar memerlukan latihan secara bertahap. Disitulah kita dapat menilai diri seberapa siap kita menerjemahkan permasalahan, saat ini banyak kekacauan dikarenakan kesalahan menerjemahkan masalah, yang membuat kita terjebak untuk menyelesaikan permasalahan yang salah.

Selain itu hasil belajar seharusnya dapat menterjemahkan seberapa mampu seseorang untuk merencanakan sesuatu, menyederhanakan permasalahan, dan menyelesaikan permasalahan yang timbul.

Dalam belajar kita perlu mengasah kekuatan fokus pikiran terhadap topik yang sedang kita pelajari, tingkat adaptasi terhadap perubahan tema dan kemampuan memahami dan menyusun sistematika rantai permasalahan. Hal tersebut bisa dilakukan dengan membuat tulisan tulisan pendek seusai mempelajari suatu hal.

Ternyata masih banyak yang belum saya lakukan untuk belajar dan belajar ternyata butuh belajar, selamat belajar


Filed under: random

GNU Parallel ( Sebuah Uji Coba )

Anggaplah saya memiliki sebuah tugas yang mendesak dan harus diselesaikan dengan cepat, untuk mengumpulkan data klimatologi, data yang harus saya kumpulkan tentunya relatif banyak meskipun ukuran data dari sumber sebenarnya relatif kecil, tetapi secara akumulatif data tersebut biasanya menjadi besar. sebagai seorang pemulung professional saya harus menemukan metoda yang paling efisien untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Semalaman kemarin saya membaca sebuah manual mengenai suatu perangkat lunak yang memungkinkan kita mendistribusikan pekerjaan yang mungkin dikerjakan secara parallel baik dalam satu komputer ataupun lebih, di http://www.gnu.org/software/parallel/man.html. dari pemaparan dalam manual tersebut meyakinkan saya bahwa inilah perangkat yang saya cari.

Penggunaan dasarnya tidak terlalu sulit, jika kita terbiasa menggunakan xargs ataupun tee, bahkan sebagai panduan awal penulis manual memberikan panduan berupa video. panduan tersebut cukup membantu dalam proses perkenalan saya dengan perangkat lunak ini.

akhirnya sebagai uji coba saya melakukan pengunduhan file yang berlokasi di ftp://disc2.nascom.nasa.gov/data/TRMM/VIRS_Fire/data/ saya kurang paham data apa yang ada disana namun yang jelas data-data tersebut memenuhi syarat sebagai sarana ujicoba saya yaitu jumlah file tidak terlalu banyak (150 file) dengan besar sekitar (3 MB). kemudian saya mempersiapkan duabuah lingkungan ujicoba yang didalamnya terpasang Sistem operasi Linux, lynx, dan Gnu Parallel sebuah lingkungan menggunakan  distro Ubuntu natty dual core processor, sistem kedua menggunakan distro Blankon Ombilin

Instalasi lynx dapat dilakukan dengan “$sudo apt-get install lynx” sedangkan untuk instalasi GNU Parallel karena didalam repositori tidak tersedia maka lakukan unduh dan kompilasi manual. setelah semua terpasang dengan baik, kemudian saya melakukan konfigurasi layanan ssh supaya kedua mesin saya dapat berkomunikasi dengan mudah, karena percobaan yang akan saya lakukan kali ini akan mendistribusikan pekerjaan mirror data kepada dua komputer. selanjutnya saya membuat one line script sebagai berikut :

lynx -listonly -dump ftp://disc2.nascom.nasa.gov/data/TRMM/VIRS_Fire/data/ | egrep -o “ftp(.)*” | parallel -j+0  –sshlogin Ombilin,: –trc VIRS_Fire/data/ wget -nH –cut-dirs=2 -m {} \;

skrip ini di eksekusi di lingkungan Ubuntu natty dan Blankon Ombilin sebagai slave, menurut manual operasi seperti ini dapat dilakukan di banyak server, akan saya coba berikutnya.

Penjelasan dari proses yang terjadi kurang lebih adalah :

  1. lynx akan mengambil daftar berkas yang akan di unduh
  2. kemudian karena daftar yang dihasilkan oleh lynx belum bersih maka dilakukan penyaringan dengan egrep dan regular expression
  3. setelah itu data keluaran akan di parsing untuk dilakukan pengunduhan secara parallel dengan memanfaatkan sebanyak mungkin proses yang mungkin dibuat (-j+0) , di server lokal dan server Ombilin, perintah dikirimkan ke server ombilin adalah perintah pengunduhan dengan metode mirroring ( “ wget -nH –cut-dirs=2 -m {} \;” ), apabila pengunduhan telah selesai maka data yang dikerjakan di server Ombilin yang berlokasi di (“VIRS_Fire/data/”) akan dikirimkan kembali ke server lokal dan kemudian data dalam direktori tersebut di server ombilin akan dibersihkan.
  4. dan pada akhirnya data terkumpul seluruhnya di server lokal

Happy Hacking, :D


Filed under: Opensource

Mainstream

Beberapa tahun yang lalu seusai sidang praktek kerja lapangan, saya terlibat sebuah diskusi pendek dengan seorang dosen penguji. Saat itu saya telah menjalani praktek kerja lapang disebuah BUMN yang bergerak di bidang pertambangan.

Dosen tersebut menanyakan setelah kamu melihat yang ada di lapangan dan kamu pelajari di kampus, kelak setelah kamu lulus kamu akan bekerja di bidang apa? Pertambangan atau Kehutanan? Dengan diplomatis saya pun menjawab, tergantung mana nanti yang lebih menguntungkan buat saya pak, setelah itu sang dosen pun menimpali wah kamu ini ga punya mainstream.

Saat itu saya berfikir kenapa harus ikut mainstream? Bukankah setiap orang boleh kemana saja? Memang betapa bodohnya saya ini menjawab sekenanya seperti itu,dan akhirnya hal tersebut terngiang terus menerus sampai beberapa waktu yang lalu.

Ada sebuah iklan di televisi,iklan provider telekomunikasi yang saya ingat dalam iklan tersebut ada seorang pemuda yang berkata “hidup ini bebas, asal mengikuti pilihan yang ada” kata – kata tersebut menggelitik, mengingat berbagai pemikiran acak yang muncul dikepala belakangan.

Mainstream pada awalnya saya memahaminya sebagai sebuah arus tunggal yang membawa semua serpihan serpihan yang mudah terbawa disekitarnya. Dengan pemahaman ini seandainya kita menjadi orang yang menentang arus akan menjadi pusat perhatian. Ya sebagian orang akan menganggap bodoh, sebagian yang lainnya akan menganggap keren. Tapi model ini jelas akan menyita banyak energi.

Setelah beberapa waktu saya menemukan definisi alternatif, lagi lagi menurut saya sendiri, mainstream bukanlah sebuah arus tunggal, akan tetapi mainstream adalah arus dalam kanal kanal kecil yang nantinya akan bertemu di saluran yang lebih besar.

Ya begitu banyaknya kata serapan dalam bahasa indonesia menyebabkan kita kadang harus sok tahu supaya ga di cap bego. Menyedihkan memang demi menjaga gengsi kita harus mempertahankan kebodohan ini dengan segala cara.

Maka apa dampaknya bagi kehidupan? Belakangan setelah saya menemukan definisi alternatif mainstream buat saya sendiri,saya mengerti mengapa dosen itu mengeluarkan pernyataan itu, ya itupun kalau definisi kedua tadi kami sepakati bersama tentunya.

Bagaimanapun kita tidak bisa terlepas dari arus utama, bayangkan berapa besar energi yang dibutuhkan untuk membuat sebuah arus utama. Pastilah melelahkan, tidak banyak orang yang sukses membangun arusnya, beberapa orang mengikuti arus yang ada, beberapa orang yang lain membangun arusnya bersama kelompok masing – masing. Sisanya jadi kelompok pembenci arus yang ada yang berarti mereka sebenarnya membangun arus utama juga, Jadi siapa yang sebenarnya tidak menyukai mainstream?


Filed under: random Tagged: inspirasi, random

Monitoring EMR (Ecological Mangrove Restoration)

Setelah hari ini melakukan penerawangan terhadap manual EMR yang saya dapat dari website mangroveactionproject.org ada beberapa hal yang dapat gw garis bawahi dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi rehabilitasi ekosistem mangrove melalui metode ini. yang pertama adalah kualitas hasil monitoring dan evaluasi.

kualitas hasil monitoring dan evaluasi dibagi menjadi dua, yaitu dengan kualitas tinggi dan dengan kualitas rendah. hasil monitoring dan evaluasi dengan kualitas tinggi dilandaskan pada data kuantitatif data diukur secara akurat dengan tingkat kepercayaan yang terukur, sementara itu monitoring dan evaluasi metode EMR dengan kualitas rendah biasanya tidak melibatkan pengukuran secara langsung, pengukuran dilakukan melalui data kualitatif menurut pengamatan visual dan verbal tentu saja metode kedua ini lebih sulit diukur tingkat akurasi datanya.

kedua metode monitoring ini sudah tentu menghasilkan data dengan kualitas yang berbeda, data dengan pengukuran dengan tingkat akurasi tinggi akan sulit diintepretasikan apa bila dilanjutkan dengan pengukuran dengan metode kedua, begitupula sebaliknya data dengan kualitas rendah tidak akan cukup untuk menjadi data dasar pengukuran berikutnya apabila pengukuran berikutnya dengan metode pertama.

Pengukuran dengan metode pertama dilakukan untuk mendapatkan hasil dari karakter Biofisik secara lengkap biasanya dilakukan oleh  kalangan akademisi ataupun orang-orang yang telah terlatih dengan baik. sedangkan pengukuran dengan metode kedua biasanya dilakukan secara partisipatori atau bekerjasama dengan masyarakat ketika data disandingkan dapat digunakan untuk menilai keberhasilan keseluruhan program rehabilitasi ekosistem mangrove.


Filed under: Uncategorized

Laporan Akhir Pengabdian Yeyen.BOI

Tiga hari yang lalu (29 Agustus) ada pemberitahuan dari PadiNet bahwa yeyen.boi mengalami down. Dan setelah dilakukan prosedur standar oleh admin PadiNet kondisi yeyen.boi masih terkapar.

Akhirnya kemarin saya diajak oleh Pak Ade berkunjung kembali ke IDC3D dimana yeyen.boi bertugas. Setelah menghubungi PadiNet dan masuk kami memeriksa yeyen.boi namun tak kunjung siuman. Dan sesuai arahan di milis kami akhirnya membawa kabur media penyampanannya saja.

Ada 2 (dua) layanan penting yang harus dipindahkan, yaitu peduli.boi dan panduan.boi. Sesuai arahan layanan ini akan dipindahkan ke cahyono.boi.

Kita tunggu saja Master Sokam beraksi.