Aku

Penerjemahan BlankOn Authentication

Resources: django.po

Pelatihan Migrasi Open Source di Dinkes Lamongan

Pada tanggal 28 dan 29 Oktober 2011  Komunitas Open Source dan Linux Lamongan  dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan mengadakan pelatihan migrasi ke Open Source. Sistem Operasi yang dipilih setelah disepakati adalah BlankonLinux. Ada beberapa hal yang menyebabkan Dinkes Lamongan dan KOSLA memilih BlankOn Linux. Ubuntu memang bagus, tapi karena terlalu cepat update rilis baru (tiap 6 bulan sekali) menyebabkan Sistem Operasi yang diinstall terasa jadul. ...

Radix Royal Edisi Saya

Kali ini saya akan membahas salah satu gitar dari koleksi saya. Gitar ini buatan Indonesia. Nasib baik, saya bisa punya edisi khusus dari merek beken ini.

Radix Guitars adalah merek gitar terkenal di Indonesia. Sudah lama berdiri. Saya sendiri pernah punya yang edisi awal-awal sampai akhirnya pindah tangan ke teman.

Selang beberapa waktu, nasib baik, berkah pertemanan,  saya dibuatkan oleh mas Toien (pemilik Radix Guitars) gitar sesuai selera. Saya mengambil bentuk dari Radix Royal. Berikut penampakannya:

Radix Guitars - Royal Special

Radix Guitars – Royal Special

Pembeda

Edisi ini memang berbeda dengan model aslinya, perbedaannya terletak pada knob, tremolo, 3 way switch serta headstocknya.

Headstock

The Headstock

Bridge yang terpasang di gitar ini adalah SyncroniZR, kebetulan saya punya part ini sejak lama, dan layak digunakan.

Setelah gitar ini datang (saat datang, barengan dengan gitarnya mas Andre Tiranda – Siksa Kubur, Radix Dogma berwarna hijau) saya mencoba-coba sekilas gitar baru saya ini. Sekilas pandang, ini OK. Secara estetika fisik, keren banget.

Hari berikutnya, saya perlu mengganti sepasang pickup yang sudah ada. Sebenarnya dari awal saya sudah diminta untuk mengirim sepasang pickup, namun tidak sempat mengirimkan. Jadinya diberikan pickup standar yang ada. Kenapa saya harus mengganti? ini karena selera saja, saya terbiasa menggunakan pickup Seymour Duncan Sh1 dan Sh4. Dari situ bisa saya buat acuan apakah suara dan rasa gitar ini sesuai ekspektasi saya. Ekspektasi saya adalah gitar ini berkarakter Brown Sound.

Saat mengganti, saya melakukan eksperimen, sama memiliki sepasang Seymour Duncan Sh1 dan Sh4 (ini berwarna hijau) juga memiliki Stranough Demonium yang konon suaranya mirip dengan Sh4. Jadilah saya mencoba sekalian, Sh1 di neck, Stranough Demonium di bridge.

Sh1 + Demonium

Sh1 + Demonium

Build Quality

Kesan pertama adalah keren banget, rapi dan cihuiy dah. Flame (veeneer) topnya bagus banget). Bagian belakang warna natural tanpa pelapis glosy, sehingga tangan akan merasakan kayu gitarnya.

Bodi

Bodi

 

Bodi Belakang

Bodi Belakang

Salah satu bentuk kerapiannya adalah saat bagian belakangnya terbuka (bagian penutup per tremolo). Sangat rapi dan halus. Berikut saya sertakan perbandingannya.

Bagian Belakang Radix

Bagian Belakang Radix

 

Bagian Belakang JEM77WDP

Bagian Belakang JEM77WDP

Kesimpulan

Gitar ini menurut saya sangat menyenangkan sekali. Enak dimainkan dan suaranya bener sesuai ekspektasi. Beberapa teman dekat saya ikutan mencoba dan semuanya mengakui. Salah satunya sudah memesan satu buah.

Sementara itu dulu deh, kalau ada yang kurang kalian bisa menanyakan dan saya akan memperbarui isi konten ini.


Xenyx 302 USB Mixer di BlankOn Tambora

Xenyx 302 USB

Xenyx 302 USB

Beberapa hari yang lalu dapat pinjeman perangkat tersebut di atas. Yang minjemin juga ngasih gitar yang keren banget. Gitar nanti akan saya posting di artikel berikutnya.

Mixer mini ini juga nanti rencananya buat mencoba layanan musik Gritjam.com. Mixer ini memiliki antar muka USB, saat mencoba kemarin, pakai macOS dan langsung terdeteksi. Langsung terpikir bahwa ini akan otomatis terdeteksi juga di BlankOn. Dan ternyata benar.

lsusb

lsusb

Lihat di pengaturan, juga langsung nongol. Dicoba muter musik, langsung jreng.

Plug and Jreng

Plug and Jreng


Buku Inkscape versi Digital Gratis

Bulan ini kurang lebih sudah dua tahun penulis menerbitkan dan mengedarkan buku Inkscape versi cetak, setelah melalui berbagai pertimbangan, hari ini penulis membagikan buku tersebut dalam versi digital (ebook).

Buku versi digital ini sengaja penulis bagikan secara gratis agar masyarakat umum yang tidak punya niat belum memiliki uang lebih untuk membeli buku versi cetak tetap bisa belajar menggunakan Inkscape. Walau demikian penulis tetap menerima dengan senang hati jika ada pembaca yang mau memberi sedikit donasi sukarela. Penulis menerima donasi berupa uang atau pulsa, tata cara melakukan donasi silakan baca halaman Kata Pengantar pada buku yang penulis bagikan.



Unduh Buku Inkscape versi Digital Gratis


Pembaca boleh menyebarkan buku versi digital ini ke masayarakat yang membutuhkan baik secara online ataupun offline, juga dipersilakan untuk membuat mirror di berbagai web atau server pembaca miliki. Jika mirror yang pembaca buat ingin dicantumkan di blog ini, silakan tulis mirror tersebut di bagian komentar blog ini.

Demikian, terima kasih
Semarang, Satu Februari Dua Ribu Tujuh Belas

Memasang Inkscape 0.92 di BlankOn X Tambora

Seperti yang telah kita ketahui bersama, awal bulan ini Proyek BlankOn telah merillis BlankOn seri kesepuluh yaitu BlankOn X Tambora. Dalam BlankOn X Tambora sudah tersedia berbagai aplikasi yang siap digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk aplikasi grafis, dalam hal ini sudah menyertakan Inkscape .091.

Beberapa hari kemudian Pengembang Inkscape merillis Inkscape versi terbarunya, yaitu Inkscape 0.92, lha terus apa hubungannya?
Tidahk ada sih 

Beberapa teman ada yang bertanya, bagaimana cara install Inkscape 0.92 di BlankOn X Tambora?
Ah.... sebenarnya mudah saja kok, namun tetap saja ada beberapa teman yang tidak berani  ambil resiko install Inkscape 0.92 di komputernya

Berikut ini catatan singkat cara memasang Inkscape 0.92 di BlankOn X Tambora.

Sebelum melakukan langkah ini sebaiknya baca artikel Cara Menambahkan Repository Debian ke BlankOn X Tambora, karena artikel ini merupakan lanjutan dari artikel tersebut. 

Langkah pertama adalah menghapus Inkscape 0.91 yang sudah terpasang secara baku, karena cara inilah yang paling mudah dilakukan. Pemulis pernah mencoba upgrade secara langsung dari Inakcap 0.91 ke 0.92 dan hasilnya gagal total.
Untuk menghapus Inkscape 0.91 di BlankOn X Tambora dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui Terminal dan Synaptic Manager Paket. Dalam contoh tulisan ini menggunakan Synaptic Paket Manager, alasannya kalau pakai Terminal nanti dikira Hacker.

Untuk membuka Synaptic Manager Paket dapat dilakukan dengan klik Menu Utama BlankOn => Administrasi => Synaptic Manager Paket.


Setelah Synaptic Manager Paket terbuka, lakukan pencarian aplikasi Inkscape 0.91 yang akan dihapus, caranya klik tombol Cari, pada kotak kecil yang tampil ketik kata kunci Inkscape, kemudian tekan Enter atau klik tombol Cari, tunggu beberapa saat hingga aplikasi ditemukan.

Langkah selanjutnya adalah memilih aplikasi yang akan dicabut (dalam hal ini inkscape), caranya seperti berikut: klik kanan tulisan Inkscape, pilih Tandai untuk Dicabut Habis, maka segera tampil konfirmasi Tandai yang lain? untuk melakukan pencabutan suatu aplikasi berikut beberapa paket lainnya, klik tombol Tandai


Maka segera tampil jendela konfirmasi untuk menerapkan operasi yang akan dilakukan, klik tombol Apply untuk menerapkannya.


Sesaat setelah tombol Apply ditekan maka proses pencabutan aplikasi segera berlangsung, tunggu prosesnya hingga selesai
Langkah selanjutnya adalah melakukan pembaruan paket atau memuat ulang repository pada Synaptic, karena jika langsung melakukan pemasangan Inkscape 0.92 akan terjadi error atau galat sepeti gambar di bawah ini

Klik tombol Muat Ulang (reload) pada pojok kanan atas di bawah Menu Bar pada Synaptic


Maka preses menguduh paket dan pembaruan Repository berlangsung, tunggu hingga selesai.

Setelah proses pembaruan repository selesai, saatnya untuk memasang Inkscape 0.92, caranya sebagai berikut;
  • Klik tombol Cari, pada kotak kecil yang tampil ketik kata kunci Inkscape, kemudian tekan Enter atau klik tombol Cari, tunggu beberapa saat hingga aplikasi ditemukan.
  •  Langkah selanjutnya adalah memilih aplikasi yang akan dipasang (dalam hal ini inkscape), caranya klik kanan tulisan Inkscape, pilih Tandai untuk Dipasang.


  •  Maka segera tampil konfirmasi Tandai yang lain? untuk melakukan pencabutan dan pemasangan suatu aplikasi berikut beberapa paket lainnya, klik tombol Terapkan (Apply).

Sesaat setelah tombol Apply diklik maka proses pemasangan aplikasi beserta paket lainnya segera berlangsung, tunggu prosesnya hingga selesai. Lamanya proses pemasangan tergantung seberapa besar paket yang diunduh dan kecepatan Internet yang digunakan.

Jika ketika proses pemasangan Inkscape berlangsung, muncul konfirmasi untuk memperbarui paket lain klik tombol Forward, dalam hal ini terjadi pembaruan pada Debconf-editor yang digunakan penulis untuk mengatur tampilan Ikon pada submenu Aplikasi.

Jika muncul kembali konfiramsi seperti gambar di bawah ini, klik tombol Forward untuk melanjutkan proses pemasang
Maka proses pemasangan dan pencabutan perangkat lunak berlangsung kembali, tunggu hingga selesai, jika sudah selesai klik tombol Close.

Catatan:
  • Agar Anda tidak perlu menekan tombol Close setelah proses pemasangan perangkat lunak selesai, beri tanda centang pada kotak Automatically close after the changes have been successfully applied 
Setelah proses pemasangan aplikasi selesai, tutup Synaptic Paket Manager.
Seperti yang sudah diketahui bersama, bahwa aplikasi yang baru saja di pasang pada BlankOn X Tambora tidak secara otomatis muncul pada menu aplikasi pada Panel Kiri, sehingga aplikasi tersebut dapat langsung digunakan. Agar aplikasi yang baru saja dipasang muncul pada menu, lakukan logout Destop Manokwari yang Anda gunakan, kemudian masuk kembali ke Destop.
Cara lainnya untuk memunculkan aplikasi yang baru saja selesai dipasang pada menu dapat dilakukan melalui Terminal dengan perintah $ pkill manokwari


 Di bawah ini adalah tampilan Inkscape 0.92 yang setelah berhasil dirpasang pada BlankOn X Tambora


Demikian tutorial singkat Cara  Memasang Inkscape 0.92 di BlankOn X Tambora yang dapat penulis sampaikan pada tulisan singkat kali ini, sampai jumpa pada tulisan lainnya.

Menjadi Pengembang BlankOn

Apa itu Pengembang BlankOn?

Pengembang BlankOn adalah manusia-manusia yang aktif berkontribusi dan ingin membangun negeri dengan cara yang berbeda serta keahliah yang berbeda. Mereka terkumpul dalam sebuah kelompok yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut menertibkan dunia. Kelompok ini menghasilkan orang-orang yang cerdas, canggih, mandiri serta berbudi pekerti yang luhur. Selain itu menghasilkan efek samping berupa distribusi sistem operasi berbasis Linux dengan cita rasa nusantara. Kegiatan atau proyek tersebut bernama BlankOn.

BlankOn sendiri bisa diterjemahkan topi belangkon, namun kecenderungannya adalah Blank dan On. Di mana artinya dari keadaan ‘mati’ ke ‘nyala/hidup’. Dengan bahasa yang universal “from zero to hero”.

Proyek BlankOn sendiri dimulai sejak Februari 2005.

Kenapa Saya Bergabung dengan BlankOn?

Saat itu, kehidupan saya tidak seperti sekarang. Kondisi masih terlalu awam dan labil. Yang terpikir hanya saya harus belajar hal-hal yang teman-teman saya belum bisa. Seiring waktu, saya mendapatkan banyak pengetahuan dari teman-teman yang lebih senior lainnya.

Saya mengidolakan beberapa teman-teman yang sudah terlebih dahulu berada di Proyek BlankOn. Mereka keren dan baik dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam hal-hal teknis. Namun umumnya, saya ingin seperti mereka. Contoh sederhana, saya ingin seperti pak Mdamt ataupun pak Fajran yang saat itu punya ‘mainan’ banyak. Bapak berdua itu juga tidak pelit dalam hal berbagi ilmu ataupun mainan.

Saya juga bermimpi bisa membawa para Pengembang BlankOn ke tingkat yang lebih tinggi sehingga yang tidak pinter seperti saya, bisa ikut maju dan menjadi orang yang bermanfaat bagi sekelilingnya.

Obsesi tersebut beraneka macam jalannya, salah seorang mantan atasan saya pernah bilang “pengguna linux itu nantinya harus keren, laptop pakai Mac, ndak pakai sandal jepit bulukan, dan kalo perlu punya Ducati”. Ujaran tersebut begitu mengena dan berusaha saya terapkan. Kesemuanya sudah terpenuhi kecuali yang terakhir (tapi punya yang kelas bawah). Hahaha.

Manfaat

Bagi saya, saya sudah menganggap BlankOn ini sebagai keluarga. Bisa juga ini menjadi sekte sendiri. Saya tidak gampang berteman dengan orang, namun dari BlankOn ini saya jadi memiliki banyak teman baik. Banyak teman banyak rezeki.

Selain itu, saya jadi dikenal banyak orang karena aktif sebagai Pengembang BlankOn, efek sampingnya, gampang mencari pekerjaan (dalam beberapa waktu, malah sering kelimpahan banyak pekerjaan).

Di dunia komunitas, rekan-rekan yang lebih berpengalaman mendorong saya dan yang lainnya untuk aktif ke proyek hulu (upstream). Menjadikan saya dan yang lainnya bisa ikut kontribusi dalam tingkatan dunia. Ketemu para pengembang dari berbagai negara, juga bisa berkunjung ke berbagai negara.

Saya tidak akan bisa menjadi seperti sekarang ini tanpa ada teman-teman Pengembang BlankOn.

Ah itu dulu dah yang terpikir setelah semalem mengumumkan pensiun menjadi Pengembang BlankOn. Kalau ada yang ditanyakan, bisa komentar di bawah.

🙂


Cara Menambahkan Repository Debian ke BlankOn X Tambora

Belum lama ini Proyek BlankOn merillis Distro BlankOn terbarunya, yaitu BlankOn X Tambora. Kemudian beberapa teman pengguna baru bertanya, apakah di BlankOn bisa menambahkan PPA seperti di Ubuntu?
Pertanyaan ini biasanya muncul karena pengguna tersebut ingin memasang aplikasi terbaru yang belum tersedia di Lumbung Paket (repository) resmi BlankOn, misalnya ingin memasang Inkscape 0.92.

Jawabannya adalah, di BlankOn tidak bisa menambahkan PPA seperti di Ubuntu, karena BlankOn bukan turunan Ubuntu, kalau kata pak Manajer Rillis sih beda Mazab.

Lalu bagaimana caranya agar pengguna dapat menggunakan aplikasi terbaru?
Cara yang saya tempuh adalah dengan menambahkan Repository Debian unstable (testing).
Dengan menggunakan cara ini selain dapat memasang aplikasi terbaru, kita juga dapat memang aplikasi tertentu yang tidak tersedia di lumbung paket resmi BlankOn, atau aplikasi di Repository BlankOn sedang rusak dan belum ada yang memperbaiki, misalnya yang seperti saya alami tadi pagi ketika ingin memasang Krita


Berikut ini penjelasan singkat cara menambahkan repository Debian ke BlankOn Tambora, dalam contoh saya menambahkannya lewat terminal dengan mode Gedit, karena cara ini lebih mudah untuk dipahami dan diikuti oleh pemula, untuk pengguna tingakt lanjut dapat menggunakan mode vim atau nano, hasilnya sama saja kok.
Buka Terminal dengan cara klik Menu Utama BlankOn => Perkakas Sistem => Terminal, Setelah terminal terbuka, ketik sudo gedit /etc/apt/sources.list untuk membuka daftar list repository dengan gedit.
Ketik sandi  (password) Adminstrator komputer yang Anda buat ketika memasang BlankOn, ketika Anda mengetik sandi tidak akan muncul, lanjut saja, kemudian tekan tombol Enter.
Maka setelah Anda menekan tombol Enter, segera tampil list repository lewat gedit seperti di bawah ini
Langkah selanjutnya adalah menambahkan repository milik Debian unstable dan testing ke source.list seperti di bawah ini
# Testing repository - main, contrib and non-free branches
deb http://http.us.debian.org/debian testing main non-free contrib
deb-src http://http.us.debian.org/debian testing main non-free contrib


# Testing security updates repository
deb http://security.debian.org/ testing/updates main contrib non-free
deb-src http://security.debian.org/ testing/updates main contrib non-free


# Unstable repo main, contrib and non-free branches, no security updates here
deb http://http.us.debian.org/debian unstable main non-free contrib
deb-src http://http.us.debian.org/debian unstable main non-free contrib
Maka daftar source.list pada repository menjadi seperti gambar di bawah ini

Jika source.list Debian sudah selesai ditambah, simpan perubahan tersebut dengan klik tombol Simpan, kemudian tutup gedit

Langakh selanjutnya adalah melakukan pembaruan (update) repository, salah satu caranya adalah dengan mengetik perintah sudo apt-get update melalui terminal.

Tunggu proses pembaruan repository hingga selesai

Setelah proses pembaruan (update) repository selesai, tutup terminal. Sampai langkah iini proses penambahan Repository Debian sudah selesai, Anda dapat langsung memasang aplikasi tertentu melalui terminal dengan perintah apt-get instal nama_aplikasi

Bagi pengguna mahir, pemasangan aplikasi lewat terminal sebenarnya  tidak sulit, namun untuk pemula tentunya tidaklah mudah.
Untuk mempermudah pemasangan suatu aplikasi (terutama pemula) dapat menggunakan Synaptic Paket Manager, caranya klik Menu Utama BlankOn => Administrasi => Synaptic.
Ketik nama aplikasi pada kotak pencarian cepat. Aplikasi ini menampilkan daftar paket perangkat lunak secara detail. Selain itu, Anda juga bisa menambah dan menghapus aplikasi, Anda juga bisa melakukan hal yang sama untuk pustaka sistem yang tersedia.

Untuk menandai paket perangkat lunak yang ingin dipasang, klik kanan pada aplikasi yang akan dipasang lalu pilih menu Tandai untuk Pemasangan.

Tunggu proses pemasangan hingga selesai, lamanya proses pemasangan tergantung seberapa besar aplikasi yang dipasang dan kecepatan internet yang Anda gunakan.
Setelah proses pemasangan selesai, tutup Synaptic Paket Manager dan semua aplikasi yang masih berjalan, logut dari destop dan login kembali untuk dapat menggunakan aplikasi yang telah berhasil dipasang.



Demikian tutorial singkat Cara Menambahkan Repository Debian ke BlankOn X Tambora yang dapat penulis sampaikan pada post singkat ini, sampai jumpa pada tulisan lainnya.

Manokwari Shell (Tidak Resmi)

Manokwari adalah desktop bawaan BlankOn,, berikut adalah tampilan standar dari manokwari

manokwari-asli

Manokwari Versi Standar bawaan BlankOn

karena ada versi yang batal dirilis, tidak ada salahnya saya menggunakan Manokwari Versi abal2 ini, dan inilah penampakannya.

kalender

Manokwari Tidak Resmi dengan tampilan kalender dan pengaturan cahaya

kanan

Panel Kanan On Top Aplikasi

Ow ya, jika pengen coba bisa di Unduh diisini, dan maaf hanya tersedia arch amd64.

Cara pasang:

0. Unduh

1, sudo dpkg -i manokwari_1.0.13-0blankon1%2bamira1_amd64.deb

2. pkill manokwari dan berubah,


Chip Pico8 Riviu

Akhir bulan lalu datang barang pesanan saya yang sejak 4 bulan lalu saya pesan yang sempat mengalami kesalahan teknis. Pesanan tersebut berupa 2 mesin yang masing-masing seharga 9 dolar, mesin termurah yang pernah saya beli. Berikut penampakan barangnya.

Chip Pico8 9 Dolar

Berikut tuangan layar dari salah satu mesin yang telah beroperasi.

Chip Pico9 with MariaDB

Desain dan Bentuk Perangkat

Perangkat ini adalah perangkat kedua terkecil yang saya punya setelah Arduino Nano. Bentuk kompak dan mungilnya cukup menarik hati saya sejak awal selain harganya.

Selain itu mesin ini di desain sebagai sebuah kumputer siap pakai. Tidak perlu perangkat tambahan lain untuk melakukan komputasi selain catu daya.

Setup

Cara konfigurasi mesin ini lebih mudah dari mesin yang telah saya punya sebelumnya, RaspberryPi dan BananaPi, karena tidak memerlukan adanya tambahan perangkat. Dan dengan dukungan headless-mode saya tidak memerlukan perangkat aneh-aneh untuk membuatnya berfungsi, cukup dengan minicom /dev/ttyACM?, dimana ? merupakan nomor yang muncul ketika terdeteksi oleh mesin.

Untuk pengguna Windows bisa menggunakan cara dari Dexter Industries.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan perangkat ini sudah saya sebutkan diatas, yaitu: bentuk kompak, harga murah, siap pakai dan kemudahan setup. Sedangkan kekurangannya adalah prosesor tunggal, dan media penyimpanan yang minim.

Tapi apa yang bisa dituntut dari komputer seharga 9 dolar?

Mari mengoprek. Biar komputernya kerja.

Belajar R part 1.

Suatu hari terjadi percakapan kecil antara saya dan teman saya. Hingga pada suatu waktu dia bertanya, begini kira kira percakapannya (nama orang dan jenis OS tersamarkan)

X : ka, coba ajarin gimana sih cara pakai R?

Saya : gini, lu coba install dulu R nya udah belum?

X : Ok … (Menunggu waktu instalasi …) Sip, udah. Abis itu gimana?

Saya : lu buka terminal tuh, trus lu ketik “R” gitu tanpa tanda kutip .

X: nah, udah nih, trus gimana lagi?

Saya: kalo udah lu ketik quit(). Gampang kan.

X: 😥


Filed under: Uncategorized

Python: Integrated Development Environments

Mengingat dalam beberapa bulan ke depan akan mengeksplorasi Python lebih dalam di proyek yang satu ini, saya menulis ini sebagai catatan. Sebenarnya hanyalah sebuah tautan ke wiki pengembang python yang berisi daftar IDE beserta reviu-nya bila ada.

Saya masih akan membaca-baca daftar ini sampai dengan minggu depan karena harus mengejar sesuatu hal yang lain.

Ada saran?

Unduh BlankOn dengan zsync-curl

Sering ngadat dengan perkara zsync, ada aplikasi sejenis dan penggunaannya sama juga, dan langgsung saja.

Pasang zsync-curl, ow ya ini hanya terdapat pada BlankOn Tambora, BlankOn sebelumnya belum ada:

$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install zsync-curl

Cara menggunakannya:

$ zsync_curl alamat_tautan_zsync

Misal :

$ zsync_curl http://cdimage.blankonlinux.or.id/blankon/livedvd-harian/20161025/tambora-desktop-amd64.iso.zsync

Demikian.


Ekstrakurikuler Desain Grafis #5

Tanggal 19 Oktober 2016 adalah pertemuan ke-lima kegiatan Ekstrakurikuler Desain Grafis dengan Inkscape tahun pelajaran2016/2017. Kegiatan  ini rutin dilakukan setiap hari rabu, dan tahun ini merupakan tahun yang kedua. Menurut Agenda yang telah kami buat, rencananya Ekstrakurikuler Desain Grafis selain menggunakan Inkscape juga akan menggunakan GIMP. Krita, Synfig Studio, Blender, dll.

Pada pertemuan kali ini materi utamanya adalah membuat Kalender tahun 2017, untuk mempermudah proses pembuatan kalender dalam hal ini menggunakan Extension => Render => Calendar.

Beberapa materi yang penulis ajarkan dalam mempermudah proses menggambar kalender antara lain:
  • Penggunaan Layer untuk mempermudah proses management object.
  • Align and Distribute untuk mempermudah pengaturan object
  • Group dan Ungroup untuk mempermudah proses Editing
  • Penggunaan kombinasi tombol Ctrl+klik kiri mouse untuk menyeleksi object dalam Group
Bagi Anda yang tertarik dengan materi tersebut silakan unduh Modul Eskul tanggal 19 Oktober 2016, Anda diperbolehkan untuk menyebarkan modul tersebut kepada siapapun tanpa harus meminta ijin terlebih dulu ke penulis.

Pada akhir jam pelajaran, penulis juga mulai sedikit mengenalkan aplikasi manipulasi foto (pengolah bitmap) dalam hal ini sedkit mengajarkan cara menyempurnakan gambar yang dibuat dengan Inkscape menggunakan GIMP.


Dalam materi tambahan ini, penulis juga menjelaskan bahwa konsep Layer di GIMP secara garis besar sama dengan di Inkscape. Selain itu, penulis juga menjelaskan bahwa di Inkscape juga tersedia fitur untuk menyimpan gambar yang telah dibuat dengan Inkscape menjadi format GIMP yaitu format XCF, sayangnya beberapa siswa yang masih menggunakan GIMP pada sistem operasi Microsoft Windows fitur ini tidak tersedia.
-
Demikian dokumentasi singkat kegiatan Ekstrakurikuler di SMP N 1 Semarang tanggal 19 Oktober 2016, semoga beberapa lembaga pendidikan lain ada yang tergugah untuk melakukan kegiatan yang serupa sehingga dapat mengurangi tingkat penggunaan aplikasi ilegal di Indonesia.

Terima kasih pak dukun

Setelah sekitar 3 minggu akhirnya hammerhead saya bawa ke ‘dukun’ untuk diganti tombol powernya yang sempet bikin gw pusing.

Awalnya tidak telalu mengganggu dia cuma suka tiba-tiba masuk ke mode kamera , akhirnya dia tidak bisa masuk kedalam sistem karena  bootloop .

Tadi pagi saya sampaikan keluhan ke ‘dukun’ dan saya berikan mahar sejumlah uang supaya hammerhead bisa kembali menemani genggaman saya, dan akhirnya sore ini saya sudah bisa bukan hanya menggenggam melainkan memainkan jempol saya di hammerhead.

Sekian.


Filed under: Uncategorized

Mi Notebook Air 12.5″ with openSUSE Tumbleweed

Well … I bought new machine for fun. Xiaomi Mi Notebook Air 12.5″ (http://xiaomi-mi.com/notebooks/xiaomi-mi-notebook-air-125-silver/). It was good machine. Good price, comparing to Apple Macbook 12. 🙂

I killed Microsoft Windows Chinese version that already on it. Replace it with BlankOn Linux for a while. My plan exactly put openSUSE Tumbleweed.

First installation was not good enough. My pointer not working. So I use keyboard for it. Another issue is when USB installer plugged before computer on, installation will not going well (my experience, the system install on USB it self).

After installation finish, everything going well and good.

openSUSE Tumbelweed on Mi Notebook Air 12.5"

openSUSE Tumbelweed on Mi Notebook Air 12.5″


BlankOn Tambora di Mi Notebook Air 12.5″

Saya iseng mencoba (baca: membeli) Xiaomi Mi Notebook Air 12.5″ (http://xiaomi-mi.com/notebooks/xiaomi-mi-notebook-air-125-silver/). Barang datang, dinyalakan, dan langsung babat pasang BlankOn Tambora (http://cdimage.blankonlinux.or.id/blankon/livedvd-harian/current/).

Impresi awal, laptop ini cukup keren dan bagus, kualitas bikinannya juga rapi serta dengan harga yang tidak terlalu mahal.

Instalasi BlankOn cukup berjalan mulus, semua perangkat dikenali dengan baik. Tidak ada kendala yang berarti. Just Work.

BlankOn Tambora di Mi Notebook Air 12.5"

BlankOn Tambora di Mi Notebook Air 12.5″

Batrenya juga tahan lama. Sementara pemakaian hanya seputar browsing, muter youtube dan nonton filem. 🙂


BlankOn at OpenSUSE Asia SUMMIT 2016

Friday, September 30, 2016, I traveled from station Surabaya Gubeng to Jogjakarta Tugu Station, departing at 17:00 pm until 21:30 pm up at the monument station Yogyakarta.
This trip is full of worries, I leave the children at home who are ill.
But I vigorously in attending the Asian OpenSUSE SUMMIT 2016 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

I attended the Summit Asia 2016 OpenSUSE as a speaker “BlankOn Development Package at OpenSUSE”.

1-foto_barengbocoran

OS endlessm yang mempesona

endlessm adalah distro keren dalam pandangan,  desktop sheelnya sepertinya saya kenal yang pernah dibuat oleh PS saya AZIS W Katamsi, meskipun ndak sama persis tapi mirip lah, dan saya rasa PS bisa membuat shell seperti itu. ok silahkan unduh disini

Setelah unduh konvert ke Vbox Image

 

VBoxManage convertfromraw NAMA-IMAGE Endless.vdi --format VDI --variant Standard
VBoxManage modifymedium Endless.vdi --resize 30720

Oke setelah itu jalankan VirtualBox, jangan sampai salah dengan Virtual Account Bank.

e1Penampakan pertama, kita ditawari semacam formulir pengisian awal, untuk setting pertama kali, karea distro ini tidak menawarkan penginstall.

 

Dan setlah kita selesei mengisi biodata dan seterunya, ada penampakan Tour untuk yang pertama kali memakai.

e7Pokoknya keren deh ini Tournya.Sepertinya  kita disuguhkan sebuah film.

 


Ekstrakurikuler Desain Grafis #4

Tanggal 12 Oktober 2016 pertemuan keempat kegiatan Ekstrakurikuler Desain Grafis dengan Inkscape di SMP N 1 Semarang tahun pelajaran 2016/2017 berhasil dilaksanan tanpa ada halangan yang berarti. Kegiatan kali ini diikuti oleh 9 (sembilan) peserta, terdiri dari murid kelas VII dan VIII ( 8 peserta putri dan 1 peserta putra).


Materi utama pertemuan kali ini adalah Membuat Gambar Halftone dengan Inkscape, materi tersebut merupakan praktek dan penerapan halaman 106 s/d 112 dari buku Desain Grafis dengan Inkscape.

Bagi Anda yang tertarik dengan materi tersebut silakan unduh Modul Eskul tanggal 12 Oktober 2016, Anda diperbolehkan untuk menyebarkan modul tersebut kepada siapapun tanpa harus meminta ijin terlebih dulu ke penulis.

Setelah materi Membuat Gambar Halftone selesai, dilanjut materi lain yaitu cara memotong gambar vektor dan bitmap di Inkscape dengan menggunaka fitur Clip => Set.


Selain materi di atas, penulis juga megenalkan dan mengajarkan beberapa Extension di Inkscape, diantaranya; Arangge, Extrude, dan Interpolate.


Demikian dokumentasi singkat kegiatan Ekstrakurikuler di SMP N 1 Semarang tanggal  12 Oktober 2016, kegiatan ini rutin dilakukan seminggu sekali dalam rangka menuju penggunaan aplikasi Legal khususnya aplikasi Open Source dalam dunia pendidikan, semoga beberapa lembaga pendidikan lain ada yang  mau mengikutinya.