Sharing File Via Bluetooth pada BlankOn 8 Rote

Beberapa hari lalu saya coba Transfer File antara HP merk china dengan Komputer jadul yang menggunakan OS BlankOn 8 Rote, saat melakukan transfer dari Komputer ke HP berjalan lancar, namun tidak berlaku sebaliknya, atau dengan kata lain saat melakukan transfer dari HP ke Komputer selalu gagal. Saya pun berpikir mungkin salah satu peralatan tersebut bermasalah kalau bukan karena komputernya

Review Inkscape 0.91 [Guides]

Beberapa hari setelah saya selesai menulis Buku Panduan Inkscape 0.48.4 yang segera terbit, pengembang Inkscape merillis Inkscape 0.48.5, pas saya mau nyoba versi tersebut, eh..... pengembang malah merillis lagi versi 0.91, ya sudah akhirnya saya tidak jadi mencoba yang versi 0.48.5, namun langsung mencoba yang versi 0.91Pre01. Berikut saya membuat beberapa Review fitur baru pada Inkscape

Review Inkscape 0.91 bagian 2 [Symbol]

Tulisan ini adalah artikel kedua saya mengenai Fitur baru di Inkscape 0.91, jika pada artikel sebelumnya saya menulis tentang fitur baru pada Guides, maka pada artikel ini mengulas fitur yang benar-benar baru pada Inkscape 0.91 yaitu fitur Symbol yang belum tersedia pada Inkscape versi sebelumnya. Klik Object => Symbols atau tekan Shift+Ctrl+Y, maka segera tampil jendela pengaturan yang

Cara membuat Tulisan Perspektif [bagian 1]

Perspektif dalah konteks sistem dan persepsi visual adalah cara bagaimana objek terlihat pada mata manusia berdasarkan sifat spasial, atau dimensinya dan posisi mata relatif terhadap objek. Sumber: Wikipedia: Perspektif Contoh gambar perspektif yang dibuat menggunakan Inkscape Dalam contoh tutorial ini saya akan menulis cara membuat tulisan prespektif menggunakan fitur Extension =>

Mengatur Ikon Desktop KDE Menjadi Rata Kanan

Ini gara-garanya kangen sama MacOSX. Motivasi ini jangan ditiru, salah satu contoh gagal move on. Langkahnya cukup mudah dan sederhana :

  1. Unlock Widget desktop anda.
  2. Klik kanan pada desktop, kemudian pilih “Default Desktop Settings”
  3. Muncul jendela Dekstop Settings. Jadikan layout desktop anda menjadi “Folder”, kemudian klik tombol Apply.
  4. Dekstop anda akan berisi ikon-ikon dari direktori yang anda pilih. Hanya saja penempatannya rata kiri, aturan bawaan.
  5. Lagi, klik kanan desktop dan pilih “Folder Settings” (nama menu-nya sekarang berubah)
  6. Muncul jendela Dekstop Settings lagi. Pilih tab “Icons”, kemudian ganti opsi Align menjadi Right.
  7. Lihat perubahannya, jika oke, lock kembali desktop anda.

 

Print File SVG with Browser

Dari beberapa pertanyaan yang saya terima di forum, millis, jejaring sosial, maupun email, banyak yang menanyakan cara mencetak file SVG yang dibuat menggunakan Inkscape, karena saya sudah bosan menjawabnya secara langsung maka saya buat tutorial sederhana ini Jalanka Aplikasi Inkscape pada komputer Anda, buat object persegi panjang dengan ukuran 267,0 x 180,0 mm, lho kok pakai ukuran

Mengapa DuckDuckGo?

Via Wikipedia

Saya pengguna internet yang biasa-biasa saja. Meskipun saya menaruh perhatian pada beberapa masalah internet, tapi sebagian besar saya tidak terlalu acuh. Berita-berita tentang NSA, kebijakan privasi dari para raksasa internet, dan sebagainya. Tapi belakangan saya mulai tidak merasa nyaman.

Beberapa bulan yang lalu saya melihat status seorang teman di jejaring sosial Facebook, yang mengatakan bahwa iklan-iklan yang muncul di situs selain google selalu menyesuaikan dengan hasil pencariannya di google. Biasa aja keleus. Eh, tapi kemudian itu terjadi pada saya. #kualat

Misalnya, kemarin saya sibuk mencari-cari di Google tentang tiket-tiket promo ke Vietnam. Beberapa jam kemudian, laman Facebook saya disisipi iklan-iklan yang berkaitan dengan pemesanan tiket, travel dan semacamnya yang senada. Yah, barangkali saja ini berguna, pengguna dibantu ke target. Tapi pada dasarnya saya merasa tidak nyaman. Entah bagaimana Google membagi informasi saya dengan Facebook dan mungkin dengan perusahaan-perusahaan internet lainnya. Saya hanya ingin menggunakan Google sebagai mesin pencari, bukan supaya data saya dioper kesana kemari sebagai umpan profit.

Google memang punya beberapa masalah privasi yang sampai sekarang belum tuntas.

Jadi bagaimana? Terus saya kena doktrin DuckDuckGo. DuckDuckGo adalah mesin pencari alternatif dengan fokus kebebasan privasi. DuckDuckGo tidak akan merekam apa pun yang kita lakukan dengannya. Sudah hampir dua bulan saya menggunakan DuckDuckGo sebagai mesin pencari utama dan hanya beralih ke Google jika hasil pencarian di DuckDuckGo tidak maksimal atau saya perlu ngeluarin jurus-jurus googling tertentu.

Bagaimana DuckDuckGo? Sejauh ini, saya merasa nyaman dan hasil pencariannya cukup relevan dan memuaskan. Fitur DuckDuckGo tidak kalah dengan Google. Bahkan melalui DuckDuckGo, kita tetap bisa mencari dengan mesin Google tanpa harus terkait dengan akun Google kita dengan memanfaatkan encrypted.google.com (kata kunci pencarian dienkripsi).

Kalau saya peduli masalah privasi, kenapa tidak sekalian berhenti menggunakan produk-produk Google dan lainnya yang bermasalah? Yah, mungkin ini terlihat seperti “menutup wajah dengan plastik transparan dan pura-pura tidak melihat apa pun”. Tapi mau bagaimana lagi? Saya kan cuma pengguna internet yang biasa-biasa saja. Setidaknya saya menyamankan diri dulu.

Update : saat pertama kali beradaptasi, mungkin anda merasa nama domain duckduckgo.com tidak praktis untuk diketik. Silakan coba domain ddg.gg untuk domain pintas ke duckduckgo.com

1984 dan 1Q84

Saya tertarik membeli 1984-nya George Orwell yang diterjemahkan oleh Landung Simatupang karena buku ini (juga tentang Bung Besar) beberapa kali disinggung di 1Q84. Jika Murakami terinspirasi dari George Orwell, apa yang menarik di buku itu?

Setelah selesai membaca, saya menemukan 1984 sebagai bacaan berat yang jauh lebih baik dari 1Q84 (terjemahannya juga oke banget). Apa yang ingin disampaikan Orwell itu, sedikit demi sedikit dapat dipahami pembaca, meskipun (saya) musti pakai merinding-merinding bacanya. Berkebalikan dengan 1Q84 (buku ini sangat tebal, edisi Bahasa Indonesia-nya dipecah menjadi 3 buku), sampai sekarang saya belum paham benar apa maksud buku ini. Satu-satunya keberhasilan Murakami di 1Q84 adalah membuat saya hanyut dengan ceritanya yang detail dan bertele-tele, sampai saya lupa dengan inti dari keseluruhan kisah.

Satu-satunya kemiripan yang saya temukan di kedua buku ini adalah, Winston dan Aomame sama-sama ragu bahwa tahun itu adalah tahun 1984. Selebihnya, wah, saya tidak dapat menemukan benang merah.

1984 cukup berharga buat dikoleksi. 1Q84? Yah, kalau anda punya cukup waktu.

Pemutakhiran R dari CRAN

Seringkali pengembangan distribusi linux lebih lambat dari pengembang aplikasi. Demikian halnya dengan R, dimana pada BlankonLinux 9 (suroboyo) masih menggunakan versi 3.0.2 (2013-09-25) “Frisbee Sailing” dan bahkan Debian 7 (wheezy) masih menggunakan versi 2.15.1 (2012-06-22) “Roasted Marshmallows”.

Lambatnya pemaketan tersebut seringkali menimbulkan masalah, dimana banyak pustaka yang belum didukung oleh versi lama. Percobaan dan pengembangan yang membutuhkan pustaka-pustaka yang belum didukung akan tidak bisa dilakukan, sedangkan notabene pustaka baru tersebut lebih stabil.

Namun jika Anda pengguna R, Anda tidak perlu khawatir. Pengembang CRAN telah membuat paket R untuk beberapa distribusi dan salah satunya adalah Debian. Bagaimana cara menggunakannya?

Penambangan cermin CRAN pada source.list

Langkah awal adalah dengan penambahan cermin CRAN dalam source.list. Saya menggunakan cermin CRAN milik BPPT. Perintah penambahan :

root@local:/home/yht# nano /etc/apt/sources.list.d/cran.bppt.list

Lalu tambahkan baris berikut :

deb http://cran.repo.bppt.go.id/bin/linux/debian wheezy-cran3/

Tambahkan Kunci PGP

Jalankan perintah berikut :

root@local:/home/yht# apt-key adv –keyserver keys.gnupg.net –recv-key 381BA480

Perintah tersebut akan mengunduh kunci dari peladen keys.gnupg.net dan menambahkannya dalam daftar kunci pada mesin lokal.

Instalasi atau Pemutakhiran

Lalu apa berikutnya?

Bila Anda sudah memasang R pada mesin. Silakan mutakhirkan saja paket yang terpasang.

root@local:/home/yht# apt-get update
root@local:/home/yht# apt-get upgrade

Namun bila belum terpasang, silakan pasang dengan perintah :

root@local:/home/yht# apt-get install r-base

Dan akhirnya, silakan menikmati versi termutakhir dari R. Happy analyzing..

Kebutuhan RAM Manokwari

Kembali ke Blankon, edisi curhat.

Saya adalah pengguna Blankon dengan mesin jadul. Mesin terbaru yang saya pakai berkekuatan centrino duo, itu pun inventaris kantor, mesin dengan RAM 2GB, sistem operasi Blankon 9 (suroboyo).

Seringkali saat awal load lightdm atau pun setelah login dan load manokwari, mesin mengalami freeze, dan saya harus melakukan memulai ulang mesin atau membunuh tugas manokwari melalui antar muka teks dengan [ctrl]+[alt]+[f1]. Kejadian ini tak pernah saya alami di Blankon 8 (rote) di mesin pribadi saya. Kejadian telah lama berlangsung, semenjak instalasi tentunya, mungkin pengembang tidak menyadari karena, tentu saja, mesin mereka lebih baik dari kepunyaan saya.

Namun kemarin sore saya menyadari permasalahannya.

Beberapa bulan yang lalu mesin jadul saya mati tak tertolong dan mewariskan komponen yang hampir tak bisa digunakan di mesin lain. Bangkainya masih saya simpan di kolong meja kerja di rumah. Mesin yang lain masih hidup dan saya gunakan sehari-hari untuk bekerja dan iseng, namun dengan kondisi memprihatinkan karena tak pernah saya bersihkan. Panasnya berlebih bila digunakan, oleh karena itu saya jarang memakainya dan lebih sering menggunakan mesin kantor.

Mesin yang masih hidup itu kemarin saya bongkar untuk membersihkan kipas dan jalan anginnya. Foto bisa dilihat di sini dan di sini. Mesin kembali berjalan mulus dan tidak panas berlebih.

Waktu sisa kemarin dengan iseng yang belum tersalurkan, saya gunakan untuk mengecek mesin kantor dan terlihat slot RAM yang masih kosong 1 (satu). Dan saya teringat masih memiliki 1 GB, yang setelah saya lihat sesuai dengan yang terpasang. Dan Anda tahu? Setelah saya pasang, masalah freeze tidak saya alami sampai hari ini.

Sore ini, saya kembali teringat mesin yang tak tertolong milik saya dan mengecek RAM yang sudah tak dipakai. RAM 1 GB yang sudah saya pasang itu memang sebelumnya milik mesin yang rusak dan saya upgrade ke batas maksimum menjadi 2GB. Dan akhirnya mesin milik kantor ini pun menggunakan RAM 4GB, meskipun masih 32 bit.

Jadi, apa kesimpulan cerita sore saya ini?

Saya tidak memiliki latar belakang teknis untuk menyimpulkan apakah kesalahan pada kode manokwari, bahasa vala yang digunakan atau apalah hal yang lain. Tapi yang jelas manokwari tidak bisa berjalan mulus pada mesin saya dengan RAM 2GB, namun bisa mulus tanpa kendala ketika di-upgrade ke >3GB.

Sekian cerita saya. Semoga menggugah hati. #eh

Extremely Loud & Incredibly Close : Pendengaran Mr. Black

Saya suka sekali buku ini.

Alih-alih menulis ulasan, saya mau tulis sesuatu yang janggal di buku ini.

He led me to the kitchen table, which was where our kitchen table was, and he sat down and slapped his hand against his knee. “Well!” he said, so loudly that I wanted to cover my ears.

Mari kita lihat cuplikan yang lain,

It was only then that I observed that the key was reaching toward the bed. Because it was relatively heavy, the effect was small. The string pulled incredibly gently at the back of my neck, while the key floated just a tiny bit off my chest. I thought about all the metal buried in Central Park. Was it being pulled, even if just a little, to the bed? Mr. Black closed his hand around the floating key and said, “I haven’t left the apartment in twenty-four years!” “What do you mean?” “Sadly, my boy! I mean exactly what I said! I haven’t left the apartment in twenty-four years! My feet haven’t touched the ground!” “Why not?” “There hasn’t been any reason to!” “What about stuff you need?” “What does someone like me need that he can still get!” “Food. Books. Stuff” “I call in an order for food, and they bring it to me! I call the bookstore for books, the video store for movies! Pens, stationery, cleaning supplies, medicine! I even order my clothes over the phone! …

Kemudian,

“I’ve been reading your lips!” “What?” He pointed at his hearing aids, which I hadn’t notice  before, even though I was trying as hard as I could to notice everything. “I turned them off a long time ago!” “You turned them off?” “A long, long time ago!” “On purpose?” “I thought I’d save the batteries!”…

Mr. Black berbicara dengan suara yang keras karena dia tuli. Dia pembaca bibir. Nah, bagaimana dia memesan makanan dan kebutuhannya via telepon kalau dia tuli? Kecuali dia bisa mengatakan semuanya sekaligus dengan lengkap sehingga tidak perlu ditanya-tanya lagi. Tapi itu sulit dibayangkan.

Buku ini aneh, tapi saya suka. Nanti saya posting tentang hal-hal yang tidak lazim di buku ini. Beberapa hal mestinya membuat buku ini sulit dialihbahasakan. Tapi anehnya, terjemahannya sudah ada.

  • http://www.bukukita.com/Non-Fiksi-Lainnya/Non-Fiksi-Umum/78712-Extremely-Loud-&-Incredibly-Close.html
  • http://sepetaklangitku.blogspot.com/2012/02/extremely-loud-incredibly-close.html

Selamat Idul Fitri 1435H

Ramadhan 1435 Hijriyah akan segera meninggalkan kita, sungguh cepat waktu berlalu, bulan yang penuh rahmat, bulan penuh bacaan Al Quran, bulan penuh kajian ilmu dien, bulan penuh amal jama`i. Bulan dimana anak anak senang sekali pergi ke Masjid.

Ya Alloh berikanlah kami kekuatanMu dalan mengarungi 11 bulan kedepan dan berikanlah kami kesempatan kembali untuk merasakan manisnya bulan Ramadhan yang penuh Barokah.

Kami sekeluarga mengucapkan “Taqobalallahu minna waminkum”
Mohon maaf jika ada kesalahan kami, insyaAlloh kamipun sudah memaafkan saudara.

Ainul Hakim dan keluarga

Idul Fitri 1435 H

1 vote, 5.00 avg. rating (95% score)

Harapan Teknologi Informasi dari Pemerintahan Baru

Berhubung akan ada pemerintahan baru, saya jadi kepikiran hal-hal apa saja yang barangkali bisa ditingkatkan dalam pemerintahan ini. Terlepas dari polemik yang sedang terjadi, dan siapa yang nanti akan naik di pemerintahan baru, sesuai bidang saya dan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat umum dan pemerintahan, paling tidak ada beberapa aspek yang menurut saya perlu menjadi alat pertimbangan saat membuat cetak biru landasan TI (Teknologi Informasi) di negara kita. Tulisan ini agak sedikit bercampur mengenai apa yang saya harapkan terjadi di kalangan pemerintahan itu sendiri serta hal yang saya harapkan terjadi di masyarakat. Bagi yang memiliki akses ke pemerintahan baru silakan menggunakan artikel ini sebagai pertimbangan.

F/OSS

Kebijakan menggunakan perangkat lunak bebas/terbuka alias F/OSS (Free/Open Source Software) dalam pemerintahan wajib dilakukan dengan berbagai alasan. Di antaranya adalah alasan kemandirian, transparansi, keterlibatan publik dan biaya. 

Kemandirian adalah salah satu tonggak negara yang maju. Dengan memperkecil kebergantungan kita dari negara lain, maka kita akan lebih bebas menentukan apa yang kita inginkan dan ke arah mana kita ingin berjalan.Vendor atau komunitas yang digandeng dalam implementasi perlu dari dalam negeri agar selain keuntungan sisi TI yang didapat juga dapat meningkatkan ekonomi dan industri kreatif di bidang ini. Perangkat-perangkat keras yang beredar di NKRI juga perlu dapat diakses atau digunakan melalui sistem-sistem berbasis F/OSS sehingga tidak perlulah lagi suatu instansi mengganti sistem operasi komputer hanya untuk dapat mencetak. Ini perlu ada payung hukum agar semua pihak dapat mengakses informasi tanpa terhalang sistem proprietary.

Transparansi membuat masyarakat dapat memahami apa saja yang dilakukan dalam sistem TI yang berdampak bagi kehidupan mereka sehari-hari. Dengan melibatkan para pakar, masyarakat dapat mengetahui apakah ada permainan dalam pengurusan suatu izin, dalam proses pembelian, dalam pemilihan pemenang tender, dan sebagainya. Tentu ada argumen bahwa sistem yang berjalan belum tentu menggunakan kode sumber yang sama dengan yang dipublikasikan, namun ini masih dapat ditangani dengan metode-metode rekayasa perangkat lunak, misalnya dengan menjalankan uji unit secara langsung yang dilakukan oleh suatu tim yang ditunjuk.

Publik yang merasa tidak puas atas kinerja suatu sistem dapat melakukan pengawasan bahkan mengusulkan perbaikan-perbaikan dalam sistem itu. Tanpa adanya praktik pengembangan terbuka, keterlibatan publik seperti ini tidak mungkin dapat dilakukan. Hal-hal lain yang juga turut tercakup adalah penemuan kesalahan pemrograman atau setelan yang dapat membuat sistem tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Tentu ada argumen penentang misalnya dengan membuka kode sumber berarti bisa memudahkan orang untuk menjebol sistem. Di sini perlu ada mitra si "pemilik" sistem dari sisi komunitas yang memang sengaja digandeng untuk turut mengawasi dan mengaudit jika ada kebocoran di sana-sini. Di sini, F/OSS tidak hanya digunakan sebagai basis implementasi, namun keseluruhan proses implementasi mengikuti kaidah-kaidah F/OSS. 

Biaya saya tempatkan di akhir karena isu gratis atau tidak membayar justru bukan kelebihan F/OSS. Memang ada nilai ekonomis namun hal-hal di atas lebih penting daripada nilai ekonomi itu sendiri, selama perputarannya ada di dalam negeri ini. 

Sebelumnya saya pernah menulis tiga mitos F/OSS yang mungkin bisa jadi bahan pemikiran.

Ramah Lingkungan

Solusi TI yang dipilih sebaiknya tetap memerhatikan lingkungan dalam jangka panjang. Pemilihan perangkat keras dengan pemakaian energi yang kecil sebaiknya lebih diutamakan. Infrastruktur energi terbarukan perlu diperbanyak dan digunakan oleh semua pihak. Daerah-daerah di Indonesia bagian timur yang memiliki akses terbatas ke listrik dapat lebih meningkatkan lagi daya guna penggunaan TI di sana.

Selain itu, pencetakan ke kertas sebaiknya dihindari. Konsekuensinya, kita memerlukan alat lain yang dapat menggantikan kertas. Salah satu sistem yang sering menggunakan kertas adalah proses persuratan. Surat menyurat antar instansi sudah sebaiknya menggunakan Simaya (diinisiasi oleh KOMINFO) yang menjadi tata kelola persuratan hingga ke tingkat disposisi sehingga mengurangi penggunaan kertas. Memang kita sering dengar para pejabat lebih senang membaca surat atau menulis lembar disposisi dalam kertas, tapi mungkin sebaiknya pejabatnya yang dilatih (jangan diganti dulu!) lebih keras lagi dan perlu ada payung hukum untuk hal ini.

Interoperabilitas

Dalam beberapa kali berinteraksi dengan dunia pemerintahan, interoperabilitas menjadi hal yang krusial untuk mengurangi tingkat kepusingan dalam merancang sistem. Saat ini hampir tiap-tiap instansi memiliki standar sendiri-sendiri dalam pertukaran data dan bahkan ada yang menggunakan format data proprietary. Perlu ada suatu badan yang memikirkan bagaimana caranya suatu instansi dapat (misalnya) mengambil informasi dari BKN atau informasi tentang pajak seseorang melalui jalur komunikasi data dalam format data yang disepakati. Atau misalnya badan tersebut sudah ada, perlu ada dorongan hukum lagi agar semua instansi menaati. Data yang dipertukarkan boleh menggunakan format data yang sudah ada atau menggunakan jenis data baru, asalkan formatnya terbuka. Dengan adanya interoperabilitas, banyak waktu dapat dipotong (plus biaya plus pikiran) saat suatu instansi membutuhkan data dari instansi lain. Selain itu, masyarakat yang membutuhkan akses ke sistem informasi milik pemerintah juga dapat terbantu.
Dalam hal interoperabilitas, adalah hal yang krusial juga untuk menentukan apakah data yang dipertukarkan benar-benar valid dan sah dari sisi instansi yang benar? Saat ini sulit dibuktikan karena tidak adanya PKI yang mendukung hal ini.

Keterbukaan data

Data yang dapat disajikan ke publik sudah sebaiknya dipublikasikan ke publik dengan lisensi bebas. Karena sekarang publik sudah semakin pandai, sebaiknya data yang dipublikasikan adalah data mentah, namun lengkap. Industri-industri kreatif dapat bermunculan dan memanfaatkan data ini sehingga dapat meningkatkan daya guna dan manfaat data tersebut. Data pemerintah dari tangan pertama seperti data tabular, peta, sensor, dan sebagainya saat ini masih sangat kurang tersedia di publik. Barangkali perlu ada pusat publikasi data yang dikoordinasikan oleh suatu kementrian (mungkin KOMINFO) agar dapat menjadi suatu titik di mana masyarakat dapat mencari data.

Internet

Internet cepat buat apa? Pertanyaan yang cukup populer beberapa waktu lalu. Namun bila kita lihat lebih dalam lagi, mungkin memang pertanyaannya valid dan perlu dijawab. Kebutuhan internet seseorang belum tentu sama dengan kebutuhan orang yang lainnya, dan jika kita dapat mengumpulkan data yang cukup, kita bisa mengoptimalkan di sisi mana internet perlu ditingkatkan. Apakah dari sisi regulasi, apakah dari sisi implementasi, dan sebagainya. Data yang terkumpul bisa dimanfaatkan oleh pemerintah, operator hingga masyarakat agar bisa menyediakan layanan internet dengan baik. Namun sehubungan dengan kata "cepat" itu, seberapa cepat internet dianggap "cepat"? Bagaimana jika pemerintah mengeluarkan regulasi agar operator tidak menggunakan istilah "up to" untuk mengiklankan kecepatan layanannya, tapi lebih menggunakan kata "mulai dari" yang menunjukan komitmen kecepatan terkecil yang bisa operator sajikan.


Demikian.

Sudah banyak negara-negara yang dapat kita jadikan contoh bagaimana cara melaksanakan hal ini tinggal kita sendiri apakah mau melakukannya atau tidak.

Donasi untuk Komunitas Python Indonesia

Akhirnya, setelah sekian lama, kini komunitas Python Indonesia menerima donasi!

Ide ini sudah lama dilontarkan namun baru bisa dieksekusi baru-baru ini. Wow, ternyata jalan dari ide untuk dieksekusi begitu panjang.

Donasi ini pun masih menggunakan rekening a/n pribadi. Belum atas nama organisasi. Yang saya tahu, jika ingin membuka rekening atas nama organisasi maka organisasi harus berbadan hukum. Dan … jalan menuju organisasi berbadan hukum juga masih panjang.

Satu organisasi komunitas di Indonesia yang sudah berbadan hukum yang saya tahu adalah Wikimedia Indonesia. Saya sendiri menjadi menjadi anggota Wikimedia Indonesia. Tapi sayangnya energi saya sudah habis untuk bisa aktif dalam Wikimedia Indonesia. Ingin sekali datang, minimal datang ke RUA, tapi sudah tak ada waktu lagi :|

Sebenarnya, selama ini “donasi” sudah ada. Mulai dari perusahaan yang menyediakan tempat (dan makanan!) untuk kopdar. Lalu para pembicara-pembicara yang bersedia berbagi ilmu. Dan tentu termasuk mereka yang datang dan meluangkan waktu. Dalam kopdar Agustus 2014 nanti, teman-teman malah berencana mengadakan codesprint proyek members.

Semoga langkah donasi ini bisa menjadi satu dari seribu langkah untuk kontribusi komunitas F/OSS di Indonesia.

Nyoblos!

Seperti yang saya bilang sebelumnya, pemilu kali ini saya ikut berpartisipasi (terlepas dari saya bangun siang lagi).

Saya pilih yang mana?

Rupanya banyak yang lupa bahwa salah satu azas pemilihan umum adalah rahasia. Pemilih berhak merahasiakan pilihannya. Jadi ketika saya ditanya saya pilih apa dan saya menolak jawab, eh langsung dituduh golput. :)

Begitu kerasnya atmosfer pemilu kali ini, seperti yang kita lihat sekarang. Ribut. Demokrasi di Indonesia memang sudah maju, tapi sebagian besar pemilihnya masih belum bisa bersikap dewasa.

Jadi, saya pilih yang mana?

Eh, kok tanya lagi. :D

[TUTORIAL] Menambah Printer EPSONL110 di BlankOn pada Jaringan (Samba)

Langsung saja
misal komputer kita pada sebuah jaringan dengan IP 192.168.0.2
dan komputer yang mempunyai printer mempunyai alamat IP 192.168.0.5

akses CUPS lokal server http://localhost:631
jika akun pengguna belum memiliki hak akses maka buka terminal, ketikkan

sudo usermod -a -G lpadmin namauser

buka Tab bagian Printer, jika belum terdeteksi otomatis, kembali ke terminal, ketikkan

smbclient -I 192.168.0.5 -L useranda -N

Domain=[ADMIN1] OS=[Windows 5.1] Server=[Windows 2000 LAN Manager]

Sharename Type Comment
--------- ---- -------
Data_Baru$ Disk
IPC$ IPC Remote IPC
D$ Disk Default share
print$ Disk Printer Drivers
Master Disk
DATA (D) Disk
ADMIN$ Disk Remote Admin
DbSwaGrosir$ Disk
C$ Disk Default share
EPSONL110 Printer EPSON L110 Series

nah ketahuan ada printer dengan nama EPSONL110

karena CUPS kita belum mendeteksi secara otomatis maka perlu ditambahkan lokasi printer tersebut dengan cara

lpadmin -p EPSONL110 -v smb://192.168.0.5/EPSONL110

maka otomatis pada Tab Printer di CUPS web sudah ada EPSONL110

Langkah berikutnya adalah klik tautan EPSONL110 tadi maka akan masuk kedalam halaman detail dari printer tersebut.
Klik Administration, kemudian pilih Modify Printer
Current Connection biarkan saja ( smb://192.168.0.5/EPSONL110) klik lanjut, lanjut dan yang perlu diubah adalah drivernya (pada halaman 3)
Make : EPSON
Model : Pilih Epson Stylus C70

kemudian klik Modify Printer
Nah sampai disini anda sudah bisa mencetak dokumen dari PC anda pada printer EPSON L110 di server 192.168.0.5

Selamat Mencoba

1 vote, 5.00 avg. rating (95% score)

Konfigurasi iSCSI Initiator di Solaris 11

Paket iSCSI Initiator di Solaris 11 adalah paket default, jadi secara default paket ini sudah terpasang di Solaris 11, dalam tulisan ini iSCSI target yang digunakan adalah Openfiler (10.10.10.10). Berikut…

Mencoba ZFS di Linux Debian Wheezy

Ini adalah catatan singkat ketika mencoba zfs on linux menggunakan Debian Wheezy 64bit. Sebelum membuat zpool dan zfs filesystem, periksa terlebih dahulu ketersediaan disk yang akan digunakan. Referensi penggunakan dev…

Lokakarya “Oracle Solaris 11 System Administration”

Bahan Lokakarya “Oracle Solaris 11 System Administration” di Universitas Ibnu Chaldun Bogor, 22 Juni 2014.

Blog Pemrograman

Pagi ini saya membaca tulisan yang menurut saya sangat bagus. Tulisan A. Jesse Jiryu Davis, Write an Excellent Programming Blog. Saya sempat bertemu dengan Jesse dalam PyCon APAC 2014, walau saya tak sempat bercakap-cakap langsung dengannya.

Saya kutip bebas bagian-bagian yang saya suka:

I want you to write. Not just code. Also words.

Thinking by writing.

Dari pengalaman saya menjadi maintainer planpin selama ini, sungguh sulit mendapatkan penulis yang bisa konsisten menulis. OK, tidak mulai dari kualitas, tapi kuantitas dulu saja. Kualitas bisa dibangun dengan kuantitas yang terus menerus ditingkatkan.

Memang, sifat tulisan ini bukanlah sesuatu yang dibayar. Bukan seperti menulis di kolom koran. Tapi bukankah menulis itu jadi satu bagian penting dalam komunitas open source? Bagaimana ide/gagasan disebarkan, bagaimana diskusi dilakukan, dan bagaimana koordinasi dilakukan.

Saya pun sadar, saya masih harus belajar menulis (dan juga membaca!) kode dengan lebih baik.