Menggambar Pemandangan Menggunakan Inkscape

Tutorial saya kali ini isinya merupakan salah satu praktek dari buku Desain Grafis dengan Inkscape yang sudah saya tulis, tutorial ini lebih nyaman dan mudah dipraktekkan bagi orang yang sudah memiliki dan membaca buku tersebut, atau minimal sudah menguasai dasar-dasar Inkscape. Buka aplikasi Inkscape sesuai cara yang berlaku pada Sistem Operasi yang Anda gunakan Atur Halaman Atur

Gnome Asia yang tidak hanya Asia.

gnomeasia

Ya, itulah logo Gnome Asia Summit 2015, keren kan Gunungan Wayang Cap Kaki, entah apa maknanya? Yang jelas acara keren oleh Glib Untuk Gnome Mania, meski yang ngadain Glib tetapi acara diadakan di Universitas UI depok,  7-9 Mei 2015.

Acara yang diikuti tidak hanya dari benua Asia, tapi Eropa dan Amerika, yang jelas acara ini sukses karena ada orang keren dibelakangnya:

utian

Ini lah mentor orang-orang keren itu yang jadi super keren. Utian Ayuba. saya salut sama ini teman, yang keren plus banyak pengorbanannya.

Yang jelas di acara ini saya ketemu orang-orang keren diantaranya adalah mentor saya dalam penerjemahan. Andika Triwidada, yang sekaligus penasehat infrastruktur BlankOn.

andikaIni dia, super multi talenta dan Drektur Executif BlankOn MDAMT

mdam

Dan masih banyak lagi, disamping itu acara ini memang keren dan yang terkerSen adalah Pak Dwi

dwiTerus terang saya penggemar gambarnya pak dwi, sayang saya belum sempat digambar oleh beliau :D. dan yang jelas multi talentanya itu yang bikin ngiri sama beliau.

Dan karena Acara ini keren ada lagi yang tidak bisa terlupakan, pecel di belakang masjid UI. eh kok yang jualan pak Anwari sih? 10662105_10152880970892849_3994983426739524633_oHahahaham itulah beliau yang mengaku sebagai penjual pecel, ini aslinya ibu penjual pecel. ibu-pecelSayang sekali pak Astrojim yang semula ikut tetapi batal gara-gara pengamdian kepada negara, tapi rasa itu cukup terobati oleh session Princeofgiri

haris
Dan akhirnya terima kasih semuanya, inilah presentasi saya di Gnome Asia Summit 2015 yang tidak saya kerjakan sendir dan dicplik dari beberapa slide pak mdamt, pak fajran. dan terima kasih pak estu yang telah mendaftarkan saya, dan pak azis, pak MHY, pak Shokhibi, cho2, priyess, yang telah membuatkan saya presentasi.

Selamat berjuang kawan
1stdaysummit

 

Dan yang jelas keren, keren, dan Linux Perlu IDOL.

sponsored-badge-shadow

Catatan: Foto diambil dari foto jepretan panitia, Foto Pribadi Pak Mdamt, dll.


GNOME Asia Summit 2015 – English

I write this post on personal point of view. I already write similar post in Indonesia Language in here. I’m not only translating, but change little bit of sentence.

Backgrounds

Last year, when I’m attending GNOME Asia Summit 2014 in Beijing, Utian (since two years ago) wanna bring GNOME Asia Summit to Indonesia. I try to help as much as I can to chat with GNOME friends and the GNOME Board. Utian him self has Lightning Talk to explain his idea.

IMG_8925

Utian at GNOME Asia Summit 2014 – Beijing

In last two years, here are no activities related to FOSS that large enough in Indonesia. FOSS feels sluggish. Only a few communities that were active but nothing big happens. So it felt just so-so alone and boring.

We need to pull the trigger for local FOSS community with big event, cool and international class. It can rise their will to contribute again. After that, there will be a lot of event that have purpose to improve FOSS movement in this country.

Where am I?

It’s complicated actually. Daily, I’m BlankOn Developer. BlankOn is Indonesia linux distribution based on Debian and GNOME. I’m also fan of OpenSUSE, so I helped OpenSUSE community in Indonesia. I’m also Local Committee of GNOME Asia Summit 2015. And I’m also one of two GNOME Members in Indonesia.

re_workshop_DSC_5132

I’m one of GNOME Members

In this post, I will play as GNOME Members and Local Committee.

What I’m doing?

As local committee, my role job is sponsor finder and supervisor. I did not want to be a leader because I want to train younger friends to create events. To make them more experience. Generally, friends that live as IT person, was a bit difficult to manage some events. And local committee this time are younger than me and deserve to have a chance to manage it.

Being a developer of BlankOn in a long time (seven years), it is very much helpful in getting sponsors. Because I was already known as activist of FOSS in Indonesia.

re_workshop_DSC_0063

Special Shoes & Limited Edition from Sponsor

Me and Utian, being supervisor in some activity in local committee such as accounting, agenda, workshop, toolkit, documentation and consumption. I do not get involved too much and detailed, but always ready and willing to be asked for suggestions / advice and, if necessary, be a problem solver.

An example, I always be around the current location of the speakers until 11:00 pm. I assume that the speaker come from Indonesia or another country need some guide or help, while other friends already rest or sleep after being busy organizing the event whole day.

One of the undesirable things happen, Kate, David and Alexandre, failed to get the hotel. The place that already booked, given to others. It was after 10:00 pm. Fortunately, I’m still hanging out with my friends who came from Taiwan. I help them to get another hotel, I also guide them to get local food. It’s not easy to get local food at that time for foreigner. Mostly, only street food and the seller can’t speak English.

resized_IMG_4875

That’s David, Alexandre and Kate. :)

My point is, I want the event going well. Nothing happen that can break the event. I must make sure all runs smoothly. So, yes, I’m very busy that time.

What I expect and get from this event?

One of the speakers in GNOME Asia Summit 2015, Eric Sun (he is my first foreigner friend), is an old friend of mine. A friend who I know since 2008 when I was working in Banda Aceh. We met again when GNOME Asia Summit 2014 in Beijing with Franklin Weng and planned to meet again in GNOME Asia Summit 2015. Eric Sun and Franklin Weng, are developer of Ezgo Linux (distributions based on education and funded by the Ministry of Education of Taiwan). They held a special discussion related to cooperation with BlankOn. BlankOn will help EzGo to manage their distribution. It’s possible that EzGo based on BlankOn. I’m really happy because of that.

resized_IMG_5038

My Taiwanese Brothers

When I was attending GNOME Asia Summit 2014 in Beijing, I meet lot of GNOME Members. Mostly they’re attend this event. We have a lot of discussions. Not only talk about GNOME, but talking about food, place, and culture. And also meet new friends. Amazing.

DSC00282w

Eat Sate

GNOME Asia Summit 2015 is also a event for a reunion of few friends, like the BlankOn developers, community OpenSUSE-id, FreeBSD community, SLiMS, KLAS and several other communities that I do not know. : D

BIN_2755w

OpenSUSE from Indonesia and Other Country

Actually there are interesting things related to sponsors. Mostly their world are not directly related to information technology or FOSS. Such as the shoes industry, tile industry and stock trading. Yet, many of them exactly know what that means of FOSS and how to contribute, not only with code but also supporting FOSS event. Big appreciate for them, without them, this event would not happen.

In the end, me and several other communities are already planning movement. Such as GNOME Translation Workshop with the KLAS, GNOME Release Party in Jogjakarta, Indonesia Linux Conference in Tegal, EzGo Collaboration with BlankOn, SLiMS Debian Packaging Workshop, and  possibility of OpenSUSE Asia Summit 2016 in Indonesia.

Finale

In terms of contribution, the Asia, Indonesia in particular, has a different style between Europe or America. Indonesian people is not easy to start to contribute. They should be introduced first, approached until they know that the contribution was very pleasant and bring benefits both for himself and others. Perhaps Social Engineering is greatly needed in this section.

It is certainly very different from those in Europe or America. If they want to contribute, so just follow-up activities and contribute.

It is very grateful that Indonesia have lot of communities. Such as local linux distribution communities, both developers and users. They can learn to contribute locally if they not feel confident to contribute at the international level.

And, Keep Moving Forward. ^_*

team_in_house2

Notes:

Pictures taken from: https://www.flickr.com/groups/gnomeasia2014 and https://www.flickr.com/groups/gnomeasia2015


GNOME Asia Summit 2015 – Indonesia

Saya kali ini akan menulisnya dari sudut pandang pribadi, karena ini blog pribadi. :)

Latar belakang

Tahun lalu, saat mengikuti GNOME Asia Summit 2014 di Beijing, Pak Utian (yang sedari dulu) berkeinginan untuk membawa GNOME Asia Summit ke Indonesia. Saya berusaha membantunya sebisa mungkin dengan ngobrol-ngobrol bareng teman-teman GNOME dan GNOME Board. Pak Utian sendiri waktu itu dapat jatah Lightning Talk untuk memaparkan idenya.

IMG_8925

Pak Utian di GNOME Asia Summit 2014 – Beijing

Indonesia dalam 2 tahun terakhir, menurut saya tidak ada kegiatan-kegiatan terkait FOSS yang cukup besar. FOSS terasa lesu. Hanya beberapa komunitas-komunitas yang terlihat aktif namun gaungnya kurang menggelegar. Jadi kesannya hanya begitu-begitu saja.

Komunitas FOSS yang ada, perlu dipancing dengan sebuah kegiatan yang besar, keren, internasional, agar semangat kontribusi kembali timbul. Sehingga memicu keberagaman kegiatan lain demi kemajuan FOSS di negeri ini.

Saya berada di mana?

Sebetulnya saya berada di lingkaran yang rumit. Sehari-hari saya adalah Pengembang BlankOn, tim hura-hura OpenSUSE-id, Panitia Lokal GNOME Asia Summit 2015 dan GNOME Member.

re_workshop_DSC_5132

GNOME Member Cuiy

Tapi, kali ini saya akan berlaku sebagai GNOME Member dan Panitia Lokal.

Apa saja yang saya kerjakan?

Di kepanitiaan, saya bertugas sebagai pencari sponsor dan supervisi. Saya sengaja tidak mau jadi ketua karena ingin melatih teman-teman yang lebih muda untuk membuat kegiatan. Umumnya, teman-teman IT itu agak susah dalam mengelola sebuah kegiatan. Dan teman-teman panitia lokal kali ini masih muda-muda dan sangat layak untuk diberikan kesempatan.

Menjadi seorang pengembang BlankOn dalam waktu yang cukup lama (7 tahun), sangat banyak membantu dalam mendapatkan sponsor. Karena sudah terlanjur dikenal khalayak umum dalam dunia FOSS di Indonesia.

re_workshop_DSC_0063

Sepatu Spesial

Saya bersama Pak Utian, menjadi supervisi di beberapa kegiatan kepanitiaan lokal GNOME Asia Summit 2015. Mulai dari keuangan, acara, workshop, peralatan, dokumentasi serta konsumsi. Saya tidak terlibat terlalu jauh dan mendetail, namun selalu siap bersedia untuk dimintai saran/nasehat dan kalau diperlukan, menjadi pemecah masalah yang ada.

Salah satu contohnya, saya memposisikan untuk selalu berada di sekitaran lokasi saat para pembicara mulai berdatangan sampai batas jam 11:00 malam. Saya berasumsi bahwa teman-teman pembicara yang datang, pasti suatu waktu butuh bantuan sedangkan teman-teman yang lain sudah istirahat karena seharian sudah kelewat sibuk mengatur acara.

Salah satu hal yang tidak diinginkan terjadi, rombongan Kate, David dan Alexandre, gagal mendapatkan penginapan. Tempat yang sudah dibooking diberikan orang lain. Saat itu sudah lewat jam 10:00 malam. Yang kebetulan, saya sedang nongkrong bareng teman-teman yang datang dari Taiwan. Saya bantu carikan penginapan, juga saya antar cari makan.

resized_IMG_4875

Trio Keren

Intinya, saya mau acaranya lancar jaya. Tidak ada kendala yang terlalu berarti. Makanya saat acara, saya sibuk memastikan semua berjalan dengan lancar. Jadi ya sok sibuk banget.

Apa yang saya harapkan dan dapatkan dari acara ini?

Salah satu dari pembicara GNOME Asia Summit 2015 adalah teman lama saya. Teman yang saya kenal sejak 2008 saat saya bekerja di Banda Aceh. Kami bertemu lagi saat GNOME Asia Summit 2014 di Beijing dan merencanakan untuk bertemu lagi di GNOME Asia Summit 2015. Teman tersebut, Eric Sun dan Franklin Weng, adalah developer Ezgo Linux (Distro berbasis pendidikan yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Taiwan). Mereka mengadakan diskusi khusus terkait kerjasama dengan BlankOn Linux. Ezgo akan menginduk ke BlankOn Linux.

resized_IMG_5038

Teman Lama

Saat GNOME Asia Summit 2014 di Beijing, saya mengenal banyak GNOME Member. Mayoritas mereka datang ke acara ini dan kami semua ngobrol-ngobrol lagi. Selain bertemu dengan teman-teman lama, saya juga jadi berkenalan dengan banyak teman-teman baru yang cukup beragam. Benar-benar menyenangkan.

DSC00282w

Makan Sate

Acara GNOME Asia Summit 2015 ini juga jadi bahan reuni beberapa teman-teman, seperti para Pengembang BlankOn, Komunitas OpenSUSE-id, Komunitas FreeBSD, SLiMS, KLAS dan beberapa komunitas lain yang saya sendiri tidak tahu. :D

BIN_2755w

Yang paling kanan itu dari Indonesia lho!

Sebenarnya ada hal yang menarik terkait para pihak yang jadi sponsor. Mayoritas mereka bukan dari dunia yang terkait langsung dengan Teknologi Informasi ataupun FOSS. Seperti dari industri sepatu, industri genteng dan perdagangan saham. Namun banyak dari mereka paham betul apa artinya itu FOSS dan bagaimana bentuk-bentuk kontribusinya. Terima kasih banget buat mereka, tanpa mereka, acara ini tidak akan terwujud.

Di akhir acara, saya dan beberapa komunitas lain sudah merencanakan pergerakan. Seperti Lokakarya Penerjemahan GNOME dengan pihak KLAS, Pesta Rilis GNOME di Jogjakarta, Indonesia Linux Conference di Tegal, Kolaborasi EzGo dengan BlankOn, Pelatihan Pemaketan SLiMS oleh Pengembang BlankOn dengan Pengembang SLiMS serta kemungkinan OpenSUSE Asia Summit 2016 di Indonesia.

Penutup

Dalam hal kontribusi, orang Asia, Indonesia pada khususnya, memiliki gaya yang berbeda dengan orang-orang Eropa ataupun Amerika. Orang Indonesia tidak mudah memulai untuk kontribusi. Mereka harus diperkenalkan terlebih dahulu, didekati sampai mereka tahu bahwa kontribusi itu sangat menyenangkan dan membawa manfaat baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Mungkin Social Engineering memang sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Hal tersebut tentunya sangat berbeda dengan orang di Eropa atau Amerika. Mereka jika ingin berkontribusi, ya langsung saja ikutan kegiatannya dan berkontribusi.

Bersukur bahwa di Indonesia banyak komunitas-komunitas lokal, baik komunitas pengembang distro linux maupun komunitas pengguna distro linux. Mereka bisa belajar berkontribusi secara lokal terlebih dahulu jika belum merasa percaya diri untuk kontribusi di tingkat internasional.

Dan, Teruslah Melangkah Ke Depan. ^_*

resized_IMG_5762

Catatan:

Foto-foto diambil dari https://www.flickr.com/groups/gnomeasia2014 dan https://www.flickr.com/groups/gnomeasia2015


Memonitor atau Mengatur Service Linux di systemd

Setalah acara gnome.asia kemarin, ada aura tambahan untuk oprek dan mengupgrade mesin saya yang sebelumnya masih BlankOn 9 Suroboyo yang menganut paham sysvinit, mau saya upgrade ke BlankOn X Tambora yang menganut paham systemd. Proses upgrade tersebut tidaklah berjalan mulus, masih ada beberapa paket yang konflik, semua jurus (ajaran bapak Azis dan teman2 pengembang BlankOn) … Continue reading Memonitor atau Mengatur Service Linux di systemd

Gnome.Asia Summit 2015 Indonesia

Bersyukur sih tahun ini bisa ikutan acara keren Gnome.Asia Summit 2015. Dulu punya keinginan untuk bisa berangkat dan ikutan acara ini, dan akhirnya kesampaian juga. Acara Gnome Asia Summit kali ini diselenggarakan di Indonesia pada tanggal 7-9 Mei 2015 bertemakan “GNOME : Desktop for everyone”, bertempat di Balairung Universitas Indonesia. Acara ini diselenggrakan oleh Fakultas … Continue reading Gnome.Asia Summit 2015 Indonesia

Membuat Gambar Halftone dengan Inkscape

Sebagai seorang desainer pengguna aplikasi OpenSource kita harus kreatif untuk dapat menghasilkan desain yang keren, karena saat kita mencari tutorialnya di internet sering belum kita temukan (terutama tutorial berbahasa Indonesia), sebagai contoh; saat kita mencari tutorial cara membuat gambar Halftone yang kita temukan adalah cara membuatnya menggunakan Aplikasi berbayar berbasis OS sebelah.

git checkout --detach

Coba perhatikan alur git berikut ini :

  1. git fetch upstream
  2. git checkout upstream/master
  3. hack hack hack
  4. git add --all
  5. git commit -m "first hack"
  6. git checkout upstream/other branch
  7. hack hack hack

Nah, apakah bisa balik ke "first hack"? Bisa!

Jadi selama ini saya sering kecolongan setelah langkah ke 6, mengira commit "first hack" sudah musnah dan akhirnya mengetik ulang. Tapi sebenarnya tidak.

Kuncinya, kita belum kehilangan command history di shell saat commit. Scroll ke atas dan cari hash commit-nya. Biasanya tertulis persis setelah perintah commit dijalankan. Misal :

[detached HEAD 6c630a4] first hack

Kemudian checkout dengan opsi --detach

git checkout --detach 6c630a4

Tada! Jangan lupa diamankan ke branch baru.

Terima kasih untuk pak @dotovr. Dan selamat ulang tahun ke sepuluh untuk git-nya pak Linus. Panjang umur!

Membangun Pbuilder Untuk Pengembangan BlankOn #Pasang

Mari Kita pasang:

$ sudo apt-get install pbuilder debootstrap devscripts util-linux


Setelah selesei pasang, edit sudoers dan tambahkan:

[your_user] ALL=(ALL) SETENV: NOPASSWD: PBUILDER

Contoh:

aftian ALL=(ALL) SETENV: NOPASSWD: PBUILDER

Selesei pasang.


Membangun Pbuilder Untuk Pengembangan BlankOn #Keyring

Pembangunan paket debian diperlukan sebuah kunci untuk menandatangani paket tersebut, nah maka dari itu dibutuhkan sebuah keyring untuk menandatangani sebuuah paket, langsung saja:

Membuat Keuring:

aftian@mahadev:~$ gpg --gen-key
 
 …

Please select what kind of key you want:
   (1) DSA and Elgamal (default)
   (2) DSA (sign only)
   (5) RSA (sign only)
Your selection? 5
RSA keys may be between 1024 and 4096 bits long.
What keysize do you want? (2048) 4096
Requested keysize is 4096 bits
Please specify how long the key should be valid.
         0 = key does not expire
        = key expires in n days
      w = key expires in n weeks
      m = key expires in n months
      y = key expires in n years
Key is valid for? (0)
Key does not expire at all
Is this correct? (y/N) y

 …

Real name: Rahman Yusri Aftian
Email address: aftian@di.blankon.in
Comment:
You are using the `utf-8′ character set.
You selected this USER-ID:
    “Rahman Yusri Aftian <aftian@di.blankon,in”

Change (N)ame, (C)omment, (E)mail or (O)kay/(Q)uit? o
You need a Passphrase to protect your secret key.

 … 

gpg: key XXXXXXXX marked as ultimately trusted
public and secret key created and signed.

gpg: checking the trustdb

 …

Cara membeli buku Desain Grafis dengan Inkscape

Setelah buku Desain Grafis dengan Inkscape edisi Pre-Order berakhir maka mulai saat ini Anda dapat memesan versi regulernya langsung kepada saya dengan harga resmi yaitu Rp.145.000,- plus ongkos kirim ke masing-masing alamat pemesan. Cara lainnya untuk mendapatkan buku tersebut adalah Anda dapat memesan ke beberapa mitra yang sudah menjadi distributor atau reseller resmi saya. Cara

Membangun Pbuilder Untuk Pengembangan BlankOn #Pengantar

Lama tidak berkutat dengan BlankOn, akhirnya kangen juga,karena komputer belum terpasang pbuilder jadi kurang enak dalam membangun sebuah paket debian. Apa sih pbuilder itu?

pbuilder constructs a chroot system, and builds a package inside the chroot. It is an ideal system to use to check that a package has correct build-dependencies. It uses apt extensively, and a local mirror, or a fast connection to a Debian mirror is ideal, but not necessary.

“pbuilder create” uses debootstrap to create a chroot image.

“pbuilder update” updates the image to the current state of testing/unstable/whatever

“pbuilder build” takes a *.dsc file and builds a binary in the chroot image.

pdebuild is a wrapper for Debian Developers, to allow running pbuilder just like “debuild”, as a normal user.

itulah pbuilder yang juga digunakan oleh pabrik paket Irgsh (Ir. Robot Gedek, SH) BlankOn.

 

 

 

 


Mengubah Margin Dokumen PDF

Cerita kali ini muncul karena proses mempelajari lagu Undertow dari Marty Friedman. Sudah mendapatkan partiturnya dan bisa dibaca dengan TuxGuitar. Dan berencana dicetak melalui berkas PDF.

TuxGuitar berhasil mengkonfersi berkas partitur tersebut ke PDF. Namun muncul masalah baru saat margin kanan dokumen tersebut sangat mepet dengan tepian kertas.

Untuk menggeser/mengubah marginnya, saya menemukan PDF Master Editor. Tinggal seret … jreng.

PDF Master Editor

PDF Master Editor

Catatan : The Linux-based version is free for non-commercial use.


Kisah Perjalanan Semarang - Surabaya PP

Isi dari postingan ini merupakan kisah perjalanan saya Semarang - Surabaya PP memenuhi undangan Kelompok Linux Arek Suroboyo dalam rangka mengisi acara Cangkrukan KLAS dengan tema How To Write and Publish for Dummies yang diselenggarakan tanggal 14 Maret 2015. Awal mula saya di undang sebagai pembicara karena sudah berhasil menerbitkan buku Desain Grafis dengan Inkscape secara mandiri.

Konfigurasi Ulang Sudo Gagal Akses di Debian dan Turunannya

Catatan: ini hanya sebagai catatan jika sewaktu-waktu bermasalah.

Berawal dari semangat ngoprek, melakukan perubahan yang fatal pada berkas /etc/sudoers sehingga berakibat fatal sudo tidak bisa diakses (galat) saat diakse.

Sebenarnya ada banyak cara untuk memperbaikinya, seperti:

  • Reboot dan jalanin system dalam mode recovery
  • Mount system malalui livecd
  • dll
Namun hal ini tidak bisa dilakukan pada kasus yang saya alami, hal ini terjadi pada Server. Password root (su) yang tau hanya sysadmin utama. Memperbaiki seperi cara di atas, butuh waktu lama ke Datacenter tempat server dititipkan untuk dapat menyentuh fisik server. Belum lagi kalau Datacenter itu berada di kota yang berbeda dengan jarak tempuh yang lumayan jauh, sedangkan server lagi dibutuhkan untuk kerjaan.

Kasusnya salah konfigurasi sudo, hingga sudo galat.
Galat nya seperti berikut saat menjalankan sudo su:

dotovr@server:~$ sudo su
sudo: parse error in /etc/sudoers near line 26
sudo: no valid sudoers sources found, quitting
sudo: unable to initialize policy plugin
Akses root tidak dikasih, bisa fatal. 
Berikut cara memperbaikinya:
dotovr@server:~$ pkexec vim /etc/sudoers
Perbaiki yang salah konfigurasi dan simpan.
Selamat ber-sudo ria kembali :p

Terakhir mari seduh kopi :))

Pre Order Buku Inkscape

Salam sejahtera untuk Anda semua pembaca setia tulisan saya, ini adalah update terbaru dari buku Inkscape yang saya tulis dan rencana terbitnya.. Alhamdulillah, setelah melalui perjuangan yang cukup melelahkan akhirnya buku Desain Grafis dengan Inkscape telah selesai proses editnya sehingga sudah layak terbit. Seperti rencana semula buku ini saya terbitkan secara mandiri mengingat jika

Stream di NodeJS (1)

Saya baru beberapa bulan bermain-main dengan NodeJS, namun baru belakangan dapat pencerahan mengenai apa dan bagaimana sih stream itu. Jadi mari saya tulis di sini supaya :

  • Saya lupa dan kemudian cepat ingat
  • Yang belum paham jadi cepat paham

Misal kita punya dua ember : ember A dan ember B. Ember A posisinya lebih tinggi satu meter dari ember B, dan berjarak satu meter juga.

Ilustrasi 

| A |
|___|



       | B |
       |___|

Ember A memiliki isi seliter air. Ember B kosong. Jika kita ingin ember B juga berisi setengah liter air, maka

var b = a;

Sampai di sini, urusan selesai.

Etapi bagaimana misalnya jika Ember A itu sifatnya berkelanjutan, airnya dapat bertambah sewaktu-waktu dan kita ingin ember B langsung menerima airnya juga?

Stream

Mari kita coba pakai selang air.

Ilustrasi 

| A |
|___|
     \
      \ 
       \
       | B |
       |___|

Ember A disebut source atau readable stream. Disebut readable karena isinya (air) dapat diambil (dalam konteks data, dapat dibaca). Ember B disebut destination atau writable stream. Disebut writable karena wadahnya dapat diisi (dalam konteks data, dapat ditulisi. Selangnya adalah perumpamaan dari pipe.

Anggap saja segelas air itu seperti sekelompok data. Jika ember A diisi seliter air, airnya akan mengalir dan mengisi ember B.

readableStreamA.pipe(writableStreamB);

Selain readable dan writable, sebuah stream juga bisa bersifat keduanya, atau duplex. Misal kita punya ember C, yang sifatnya duplex, dapat ditulisi sekaligus dibaca. Kita taruh ember C di tengah-tengah kedua ember tadi.

Ilustrasi 

| A |
|___|
     \
      \ 
       \
       | C |
       |___|
            \
             \ 
              \
               | B |
               |___|

Air yang masuk ke ember A mengalir terus sampai ember B.

readableStreamA.pipe(duplexC).pipe(writableStreamB);

Karena saya sedang mengurangi begadang, ya sampai di sini dulu. Mudahan nanti bisa menulis kelanjutannya, yaitu mengenai event dalam stream NodeJS.

Tagihan tahunan

Sekarang sudah bulan Maret dan ini artinya amplop hijau dari Gemeente alias pemerintah daerah dan amplop putih/biru dari Waternet akan datang! Amplop2 ini berisi Acceptgiro alias formulir pembayaran terkait bbrp hal xD Barhubung jumlahnya cukup signifikan, mari kita sekalian lihat dan catat apa aja sih yang ditagih.

Amplop pertama datang dari Gemeente. Dari sekian banyak hal yang bisa ditagih, yang sekarang relevan untuk saya adalah yang berikut ini. Oya angka2 ini bisa berubah tiap tahunnya dan yang saya pakai ini adalah untuk tahun 2015.

  • Onroerende-zaakbelastingen (OZB) alias pajak bangunan. Jumlahnya itu sekian persen (tepatnya 0,06228%) dari nilai properti yang (sepertinya) dihitung/ditentukan dari Gemeente. Jadi andai nilai rumah adalah 100 ribu euro, maka yang bakal ditagih adalah sekitar €63.

    Fun fact: di Amsterdam sini status tanah itu nyewa! Jadi kalau kita beli rumah, ya itu cuma tuk bangunannya aja. Si tanah tetep dimiliki oleh Gemeente (kayanya sih). Tiap daerah punya aturan sendiri termasuk yang status tanahnya adalah hak milik juga.

  • Afvalstoffenheffing yaitu uang kebersihan. Besarnya tergantung jumlah orang yang tinggal di sebuah alamat dan uniknya pilihannya cuma dua yaitu sendiri atau lebih dari satu orang xD Tuk tahun 2015 ini, si Gemeente bakal nagih €240 tuk satu orang dan €320 jika ada lebih dari satu orang.

  • Rioolheffing untuk saluran pembuangan. Besarnya dipukul rata sama semua yaitu sebesar €149.41.

Contoh hal lain yang bisa ditagih tapi gak relevan tuk saya itu pajak anjing. Jadi tiap orang yang memelihara anjing bakal harus bayar sekian euro.

Selain si Gemeente, Waternet yang ngurusin segala hal yang terkait dengan air juga punya tagihan tahunan. Ada dua/tiga hal yang ditagih oleh Waternet:

  • Watersysteemheffing atau pajak air. Besar tagihannya akan disesuaikan dengan properti/tanah yang kita punya. Tuk pemilik bangunan, sama seperti pajak bangunan di atas, besarnya akan dihitung berdasar nilai bangunan sebanyak 0,017089%.

  • Zuiveringsheffing atau Verontreinigingsheffing tergantung kondisi koneksi bangunan dengan saluran pembuangan. Komponen tagihan ini dipakai untuk pemurnian air yang “tercemar” oleh penghuni bangunan xD Besarnya dihitung berdasar jumlah pencemar, alias jumlah orang. Kalau cuma satu orang, akan dikenai tagihan sebesar 1 unit dan kalau ada dua atau lebih, tagihan akan datang untuk 3 unit pencemar. Tahun 2015 ini, ongkosnya adalah €53,76 per unit.

Kalau angka-angka di atas dijumlah semua, akan bikin puyeng jika mesti dibayar sekaligus. Untung aja si Gemeente (sayangnya si Waternet ngga demikian) menyediakan bbrp metode pembayaran. Dibayar sekaligus, dalam 2 kali pembayaran, atau 8 kali namun dengan tagihan otomatis. Sepertinya juga tiap bulan mesti menyisihkan sekian euro supaya gak terkaget2 setiap bulan Maret/April xD

Kalau ada yang salah2 atas penjabaran di atas, tolong kasih tau ya :D

Mengapa Lebih Baik Menyimpan Data Waktu dalam UTC?

UTC adalah Coordinated Universal Time. Singkatannya kurang tepat ya, eh? UTC menjadi standar dunia dalam penetapan waktu secara universal, bukan zona waktu.

Bukan UTC

Sekarang kamu ada di Bogor, menginput data suatu kejadian yang terjadi di Bogor (WIB) dalam informasi waktu seperti berikut :

2 Agustus 1992 Jam 05:00

Kemudian, data tersebut dibuka di Sulawesi, yang muncul adalah

2 Agustus 1992 Jam 05:00

Seharusnya direpresentasikan dalam WITA sebagai

2 Agustus 1992 Jam 06:00

Akhirnya tidak ada acuan dalam menggeser zona waktu ini.

Dalam UTC

Sekarang kamu ada di Bogor, menginput data suatu kejadian yang terjadi di Bogor (WIB) dalam informasi waktu seperti berikut :

2 Agustus 1992 Jam 05:00

Sebelum disimpan ke dalam basis data, informasi tersebut dikonversi ke UTC dengan pustaka tertentu (GMT+0700, dikurangi 7 jam), akhirnya tersimpan sebagai :

1 Agustus 1992 Jam 22:00

Kemudian, data tersebut dibuka di Sulawesi.Dengan pustaka tertentu, data tersebut di konversi lagi ke zona waktu Sulawesi, yaitu WITA, akhirnya direpresentasikan dalam WITA (GMT+0800, ditambah 8 jam) menjadi :

2 Agustus 1992 Jam 06:00

Saat kapan digunakan?

Penyimpanan informasi waktu dalam UTC tidak selalu harus digunakan, misal pada perangkat lunak yang digunakan secara lokal saja. Tetapi lebih baik diterapkan sejak dini karena siapa sangka skalabilitasnya bertambah menjadi lintas zona waktu atau sudah menjadi aplikasi daring.

Pustaka

Contoh pustaka yang asyik digunakan untuk bermain-main dengan waktu (dalam javascript) adalah moment.js. API-nya lengkap sekali.

moment() akan menghasilkan objek dengan informasi waktu sekarang dan sesuai timezone perangkatnya.

moment().format() akan menghasilkan keluarannya dalam UTC.

Cara Mengaktifkan Wifi Tethering pada motorolla Droid 4 (Verizon)

Berikut cara mengaktifkan wifi tethering pada motorolla droid 4 (Verizon),

1. pastikan perangkat droid 4 sudah di root uji dengan aplikasi root checker. jika belum di root ikuti langkah di postingan “root motorolla droid 4 di linux dan osx”

2. Unduh dan Pasang SQL editor

3. Buka aplikasi SQL editor buka direktori data -> data -> com.motorola.android.providers.settings

Screenshot_2015-03-23-23-56-51

4. Pilih databases -> settings akan muncul tampilan seperti dibawah

Screenshot_2015-03-23-23-56-18

5. cari id baris 66 dengan nama “entitlement_check”

Screenshot_2015-03-23-23-56-08

6. edit value nya dari 1 menjadi 0

Screenshot_2015-03-23-23-57-19

7. reboot perangkat dan droid4 sudah bisa digunakan untuk wifi tethering.

Screenshot_2015-03-24-00-02-43


Filed under: How to Tagged: android, droid4, motorolla, tethering, wifi